Maskapai Membatalkan Lebih Banyak Penerbangan karena Konflik Iran vs Israel dan AS

Salah satu maskapai, Cathay Pacific, bahkan menambah waktu penangguhan penerbangan selama sebulan karena perang Iran vs Israel dan AS.

Diterbitkan 26 Maret 2026, 03:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan udara global masih sangat terganggu setelah perang Iran vs Israel dan AS memaksa penutupan pusat-pusat penerbangan utama di Timur Tengah. Ini termasuk Dubai, Doha, dan Abu Dhabi, menyebabkan maskapai membatalkan penerbangan dan puluhan ribu penumpang terlantar.

Kini, makin banyak maskapai membatalkan maupun menangguhkan layanan penerbangan ke sejumlah wilayah di Teluk. Berikut daftar terbarunya, seperti dilansir dari The Straits Times, Rabu, 25 Maret 2026:

Aegean Airlines

Maskapai penerbangan terbesar Yunani ini telah membatalkan penerbangan ke Tel Aviv, Beirut, dan Amman hingga 22 April, dan ke Erbil dan Baghdad hingga 24 Mei. Penerbangan ke Dubai telah dibatalkan hingga 19 April dan ke Riyadh hingga 18 April 2026.

Airbaltic

AirBaltic Latvia mengatakan semua penerbangan ke Tel Aviv telah dibatalkan hingga 29 April. Semua penerbangan ke Dubai dibatalkan hingga 24 Oktober 2026.

Air Canada

Maskapai penerbangan Kanada ini telah membatalkan semua penerbangan ke Tel Aviv hingga 2 Mei dan ke Dubai hingga 28 Maret 2026.

Air Europa

Maskapai penerbangan Spanyol ini telah membatalkan semua penerbangan ke Tel Aviv hingga 10 April 2026.

Air France KLM

Air France telah membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Beirut hingga 28 Maret dan penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga 24 Maret, termasuk keberangkatan 25 Maret dari Dubai 2026.

KLM menangguhkan penerbangan ke Riyadh, Dammam, dan Dubai hingga 17 Mei dan ke Tel Aviv hingga 11 April 2026.

Delta

Maskapai penerbangan AS ini telah membatalkan penerbangan New York-Tel Aviv hingga 31 Mei dan penerbangan Tel Aviv-New York hingga 1 Juni 2026. Pengaktifan kembali rute Atlanta-Tel Aviv ditunda, dengan penerbangan ke Tel Aviv dihentikan sementara hingga 4 Agustus dan dari Tel Aviv hingga 5 Agustus 2026.

El Al Israel

Maskapai Israel tersebut mengatakan, kendala operasional mencegah penerbangan reguler dari Israel, kecuali dalam kasus-kasus langka dan luar biasa, dan bahwa mereka terus berupaya untuk membawa penumpang pulang. Maskapai ini juga mendesak pihak berwenang untuk membuka Bandara Ramon di dekat Eilat.

Emirates

Maskapai UEA tersebut mengatakan pihaknya mengoperasikan jadwal penerbangan yang dikurangi setelah pembukaan kembali sebagian wilayah udara regional.

Etihad Airways

Maskapai UEA tersebut mengatakan pihaknya mengoperasikan jadwal penerbangan komersial terbatas antara Abu Dhabi dan beberapa destinasi tertentu.

Finnair

Maskapai Finlandia tersebut telah membatalkan penerbangan ke Dubai hingga 29 Maret dan penerbangan ke Doha hingga 2 Juli 2026, sambil terus menghindari wilayah udara Irak, Iran, Suriah, dan Israel.

Flynas

Maskapai penerbangan murah Saudi, Flynas, telah memperpanjang penangguhan penerbangan ke Dubai, Abu Dhabi, Sharjah, Doha, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah hingga 31 Maret 2026.

IAG

British Airways, yang dimiliki oleh IAG, telah memperpanjang pembatalan penerbangan ke Amman, Bahrain, Dubai, dan Tel Aviv hingga 31 Mei dan ke Doha hingga 30 April 2026, sambil menambahkan penerbangan ke Bangkok dan Singapura. Penerbangan ke Abu Dhabi tetap ditangguhkan hingga akhir tahun ini.

Indigo

Maskapai penerbangan India ini telah menangguhkan operasinya ke Doha, Kuwait, Bahrain, Dammam, Fujairah, Ras Al Khaimah, dan Sharjah hingga 28 Maret 2026.

Japan Airlines

Japan Airlines telah menangguhkan penerbangan terjadwal Tokyo-Doha hingga 31 Maret dan penerbangan Doha-Tokyo hingga 1 April 2026.

Lufthansa Group

Grup maskapai penerbangan Jerman, yang meliputi Lufthansa, Austrian Airlines, Swiss, Brussels Airlines, dan ITA Airways, telah menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 9 April, dan ke Beirut, Dubai, Amman, Erbil, dan Abu Dhabi hingga 28 Maret. Penerbangan ke Teheran ditangguhkan hingga 30 April dan ke Riyadh hingga 5 April 2026.

Malaysia Airlines

Maskapai penerbangan Malaysia ini telah menangguhkan semua penerbangan ke Doha hingga 28 Maret 2026.

Cathay Pacific

Maskapai Hong Kong ini memperpanjang penangguhan penerbangan ke dan dari Dubai dan Riyadh selama satu bulan hingga 31 Mei 2026. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pelanggan yang terdampak perubahan tersebut telah diberi tahu dan bahwa mereka "memantau situasi dengan cermat dan akan tetap tanggap."

Cathay menyatakan bahwa pelanggan yang ingin mengubah penerbangan mereka ke dan dari Timur Tengah tidak akan dikenakan biaya pemesanan ulang, pengalihan rute, atau pengembalian dana.

Pihaknya juga mengumumkan bahwa mereka akan mengoperasikan penerbangan tambahan antara Hong Kong dan Paris serta Zurich untuk "memenuhi lonjakan permintaan pasar ke Eropa."

Maskapai ini juga menambahkan rute ke London, dan mengatakan telah mencatat "peningkatan" dalam permintaan dari wilayah lain karena para pelancong mencari alternatif rute yang sangat bergantung pada pusat transit di Timur Tengah.