Liputan6.com, Jakarta - Bakwan udang merupakan salah satu kudapan favorit banyak orang, dikenal dengan cita rasa gurih dan tekstur renyahnya. Namun, seringkali kenikmatan bakwan udang berkurang karena mudah lembek setelah dingin. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan resep bakwan udang renyah tahan lama yang mengandalkan kombinasi bahan dan teknik penggorengan yang tepat.
Menciptakan resep bakwan udang renyah tahan lama bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan di dapur Anda. Kunci utamanya terletak pada pemilihan jenis tepung yang digunakan, perbandingan yang pas, serta metode penggorengan yang benar. Dengan mengikuti panduan yang tepat, Anda bisa menghasilkan bakwan udang yang tetap garing dan lezat, bahkan setelah tidak hangat lagi.
Berikut ini telah Liputan6 kupas secara tuntas mengenai resep bakwan udang renyah tahan lama, mulai dari bahan-bahan krusial, bumbu rahasia, hingga langkah-langkah pembuatan yang detail. Kami juga akan membagikan tips dan trik agar bakwan udang buatan Anda selalu sukses, garing di luar, dan lembut di dalam, sehingga Anda memiliki resep bakwan udang renyah tahan lama andalan.
Advertisement
Resep Bakwan Udang Renyah Tahan Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5410617/original/053917800_1762938623-bakwan_udng.jpg)
Bakwan udang yang kehilangan kerenyahannya setelah dingin adalah masalah umum yang kerap ditemui. Beberapa faktor utama berkontribusi pada hilangnya tekstur garing ini, yang perlu dipahami untuk mendapatkan hasil terbaik.
Salah satu penyebabnya adalah adonan yang terlalu cair. Adonan encer cenderung menyerap lebih banyak minyak saat digoreng, yang kemudian membuat bakwan menjadi lembek dan berminyak setelah suhunya menurun. Selain itu, teknik penggorengan yang kurang tepat juga berperan besar. Suhu minyak yang tidak ideal atau proses penggorengan yang terlalu singkat bisa menyebabkan bakwan tidak matang sempurna di bagian dalam, sehingga mudah lembek.
Penirisan yang kurang efektif setelah digoreng juga menjadi faktor penting. Bakwan yang tidak ditiriskan dengan benar akan menyisakan minyak berlebih, yang mempercepat proses kehilangan kerenyahan. Terakhir, cara penyimpanan setelah digoreng juga memengaruhi. Menumpuk bakwan yang masih panas akan memerangkap uap air, membuat bakwan di bagian bawah menjadi basah dan lembek.
Berikut adalah panduan lengkap untuk membuat bakwan udang yang dirancang khusus untuk menghasilkan kerenyahan maksimal dan bertahan lebih lama.
Bahan Utama
- Udang: 250 gram udang ukuran sedang. Bersihkan udang, bisa dibiarkan utuh atau dikupas kulitnya, namun sisakan bagian ekornya untuk tampilan yang menarik.
-
Sayuran:
- 150 gram kol, iris halus.
- 100 gram wortel, iris korek api.
- 50 gram tauge.
- 2 batang daun bawang, iris halus.
Bahan Adonan (Kunci Kerenyahan)
- Tepung Terigu Protein Sedang: 200 gram, sebagai bahan dasar adonan.
- Tepung Beras: 3 sendok makan, untuk memberikan tekstur garing.
- Tepung Maizena: 1 sendok makan, untuk tekstur renyah yang ringan.
- Air Es: Sekitar 200-250 ml. Gunakan air dingin untuk menjaga suhu adonan dan mengurangi penyerapan minyak.
- Telur: 1 butir, dikocok lepas. Telur dapat membantu mengikat adonan dan menambah kerenyahan.
Bumbu Halus
- 4 siung bawang putih.
- 2 butir kemiri, sangrai terlebih dahulu untuk aroma yang lebih gurih.
- 1 sendok teh ketumbar bubuk.
- Garam, merica, dan kaldu jamur secukupnya, sesuai selera.
Langkah-Langkah Pembuatan
- Persiapan Bumbu dan Adonan Cair: Masukkan bumbu halus ke dalam wadah berukuran besar. Tambahkan telur yang sudah dikocok lepas. Tuangkan air es secara bertahap sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga tercampur rata.
- Pencampuran Tepung: Masukkan campuran tepung terigu, tepung beras, dan tepung maizena ke dalam adonan bumbu cair. Aduk hingga adonan menjadi kental dan tidak terlalu encer. Konsistensi adonan yang tepat penting agar sayuran tidak mudah terlepas saat digoreng.
- Penambahan Sayuran: Masukkan semua irisan sayuran (kol, wortel, tauge, daun bawang) ke dalam adonan tepung. Aduk rata hingga semua sayuran terselimuti adonan dengan baik.
-
Proses Penggorengan:
- Panaskan minyak dalam jumlah banyak (deep fry) dalam wajan hingga benar-benar panas.
- Rendam sendok sayur besi di dalam minyak panas selama beberapa saat agar tidak lengket saat digunakan.
- Ambil adonan secukupnya dengan sendok sayur, lalu letakkan 1-2 ekor udang di atasnya.
- Celupkan sendok sayur berisi adonan ke dalam minyak panas. Tunggu sebentar, lalu goyangkan sendok hingga bakwan terlepas dan mulai menggoreng.
- Pengaturan Api: Gunakan api sedang selama proses penggorengan. Goreng bakwan hingga berwarna kuning keemasan dan matang merata. Hindari terlalu sering membalik bakwan agar tidak menyerap banyak minyak.
- Penirisan: Setelah matang, angkat bakwan dan tiriskan dalam posisi berdiri untuk memastikan minyak turun sempurna. Kemudian, letakkan bakwan di atas kertas penyerap minyak untuk menghilangkan sisa minyak.
Advertisement
Rahasia Kerenyahan Bakwan Udang yang Tahan Lama
![[Bintang] Menu Buka Puasa: Bakwan Udang Kari](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/6eJkON-XNC050xZa35XRW9x5cHI=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1610883/original/092252300_1496280627-artikel_1.jpg)
Untuk menghasilkan bakwan udang yang tetap renyah dan garing dalam waktu lama, ada beberapa rahasia yang perlu diperhatikan, terutama pada komposisi adonan dan teknik penggorengan yang diterapkan.
Kombinasi Tepung yang Tepat
Penggunaan campuran tepung adalah kunci utama untuk mendapatkan tekstur bakwan yang renyah optimal. Tepung terigu protein sedang berfungsi sebagai dasar adonan, memberikan tekstur lembut pada bagian dalam bakwan.
Penambahan tepung beras sangat membantu menciptakan lapisan luar yang lebih keras, kering, dan renyah karena sifatnya yang tidak mengandung gluten. Perbandingan ideal antara tepung terigu dan tepung beras biasanya sekitar dua banding satu. Selain itu, tepung maizena atau pati jagung berperan penting dalam menyerap air dan minyak, menghasilkan gorengan yang lebih kering, ringan, dan renyah. Cukup tambahkan satu hingga dua sendok makan maizena untuk setiap 100 gram campuran tepung.
Penggunaan Air Es
Air es atau air dingin sangat direkomendasikan dalam adonan gorengan untuk beberapa alasan penting. Air es memiliki efek merenyahkan pada gorengan bertepung, membuat teksturnya lebih garing saat matang.
Suhu rendah air es juga membantu memperlambat penyerapan minyak saat proses penggorengan, sehingga bakwan tidak terlalu berminyak dan lebih sehat. Selain itu, air es membantu pembentukan lapisan tepung yang lebih krispi dan stabil selama proses penggorengan berlangsung.
Teknik Penggorengan Deep Fry
Menggoreng dengan metode deep fry, yaitu menggunakan minyak dalam jumlah banyak hingga bakwan terendam, sangat penting untuk memastikan bakwan matang merata dan renyah sempurna. Pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum adonan dimasukkan, karena minyak yang belum panas akan membuat bakwan menyerap lebih banyak minyak.
Setelah minyak panas, gunakan api sedang. Api yang terlalu kecil akan menyebabkan bakwan menyerap minyak, sementara api yang terlalu besar akan membuat bakwan cepat gosong di luar namun mentah di dalam. Konsistensi suhu minyak adalah kunci untuk kerenyahan yang merata.
Penirisan yang Efektif
Penirisan yang benar sangat krusial untuk mengurangi kadar minyak pada bakwan setelah digoreng. Tiriskan bakwan dalam posisi berdiri agar minyak dapat turun sempurna dari seluruh permukaannya.
Setelah ditiriskan, letakkan bakwan di atas kertas penyerap minyak atau tisu dapur. Langkah ini akan membantu menyerap sisa-sisa minyak yang masih menempel, sehingga bakwan tetap kering dan tidak mudah lembek.
Tips Tambahan untuk Bakwan Udang Super Renyah
![[Bintang] Resep Bakwan Udang untuk Camilan Sore Hari](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/Ghvi9JI3pTj_TH1evmZtjxT3cgM=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1286433/original/003634700_1468319936-bungkelip.wordpress.jpg)
Selain resep dan teknik di atas, ada beberapa tips tambahan yang dapat membantu Anda menghasilkan bakwan udang yang lebih renyah dan garing lebih lama.
Pertama, selalu kontrol jumlah air dalam adonan; pastikan adonan tidak terlalu cair karena adonan yang encer akan membuat bakwan mudah lembek setelah dingin. Kedua, Anda bisa menambahkan 1 sendok makan margarin cair ke dalam adonan. Margarin yang sudah dilelehkan dapat memberikan aroma yang lebih harum dan tekstur yang lebih renyah, membantu menjaga kerenyahan bakwan meskipun sudah dingin.
Ketiga, setelah bakwan matang, hindari menumpuknya saat masih panas. Uap air yang terperangkap akan membuat bakwan di lapisan bawah menjadi lembek atau soggy. Terakhir, untuk tekstur yang lebih berongga dan sangat ringan, Anda bisa menambahkan 1/2 sendok teh baking powder ke dalam campuran tepung. Baking powder membantu menciptakan lapisan luar yang cepat mengering dan membuat gorengan tidak terlalu berminyak.
Â
QnA: Bakwan Udang Renyah Tahan Lama (Anti Lembek)
Q1: Kenapa bakwan udang sering lembek setelah dingin?
A: Biasanya karena adonan terlalu encer, kurang kombinasi tepung yang tepat, atau teknik menggoreng yang salah. Minyak yang kurang panas juga membuat bakwan menyerap minyak berlebih sehingga cepat lembek.
Q2: Kenapa harus pakai air es dalam adonan?
A: Air es membantu menjaga suhu adonan tetap rendah sehingga gluten tidak terbentuk berlebihan. Hasilnya, bakwan jadi lebih renyah dan tidak alot.
Q3: Apakah penggunaan telur wajib?
A: Tidak wajib, tapi disarankan. Telur membantu adonan lebih menyatu dan memberi rasa gurih. Namun, jika ingin lebih super renyah, jumlah telur bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5410618/original/095370600_1762938623-udang_bakwan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263742/original/070388900_1781993920-063_2282542238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8416187/original/088882300_1782301187-kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028216/original/059069000_1732870090-logo_piala_dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5410617/original/053917800_1762938623-bakwan_udng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536281/original/073470700_1774315553-cropped-bc3a35b1-a59d-403f-b5db-0eaf3cece490.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323055/original/085331400_1755762304-pexels-olly-3811663.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536278/original/009424900_1774314092-cropped-abb17c87-fdb0-4273-9d19-e40b8ccff267.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425840/original/001673700_1764239276-korean.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5407673/original/090428100_1762750563-kremes__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536275/original/062994900_1774312458-cropped-8679269e-b20f-4dfa-9641-295f264c9f50.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3066266/original/074440600_1583207350-airbus-742843_960_720.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417512/original/023268800_1763535536-7fc64334-6950-48c9-b2a5-a4b09a19310b_169.jpeg)