Saling Dukung Pengembangan Wisata Budaya demi Capai Target 17 Juta Kunjungan Wisman

Menbud Fadli Zon dan Menpar Widiyanti Putri Wardhana sepakat menyelaraskan program kedua kementerian untuk mendukung ekosistem wisata budaya di Indonesia.

Diterbitkan 25 Februari 2026, 09:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana sepakat saling dukung dalam memperkuat pengembangan wisata budaya di Indonesia. Kedua kementerian akan saling menyelaraskan program terkait agar berdampak nyata bagi masyarakat, terutama meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Budaya dan pariwisata memiliki hubungan yang sangat erat. Kolaborasi ini menjadi kunci agar potensi budaya kita benar-benar memberi dampak pada peningkatan kunjungan wisatawan," kata Menbud dalam pertemuan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026, dikutip dari rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com.

Fadli menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan saat ini mengelola 313 Cagar Budaya Nasional dan 2.727 Warisan Budaya Takbenda, dengan tambahan 514 WBTB baru pada 2025. Potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya dimaksimalkan sebagai kekuatan destinasi wisata budaya, sejarah, religi, maupun kuliner.

Sejauh ini, baru situs-situs budaya prioritas yang sudah dikelola secara intensif untuk pariwisata. Candi Borobudur, Candi Prambanan, Kompleks Ratu Boko, dan Candi Plaosan, kata Menbud, telah dikerjasamakan pengelolaannya dengan InJourney.

Khusus Candi Borobudur, Fadli menilai kapasitas kunjungannya masih dapat dioptimalkan.Saat ini, kuota pengunjung yang dapat naik ke struktur utama sekitar 4.000 orang per hari.

"Pemasangan chattra diharapkan menjadikan Borobudur sebagai living heritage yang memiliki makna spiritual sekaligus daya tarik global. Kami berharap ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara," tegasnya.

Pemerintah juga tengah memperkuat kawasan Percandian Dieng dan Percandian Muara Jambi, termasuk pembangunan Candi Kedaton dan Koto Mahligai serta peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti pada tahun depan. 

 

Dari Narasi Sejarah hingga Agenda Kebudayaan

Menbud juga menyoroti potensi destinasi sejarah dan arkeologi seperti BandaNeira dengan narasi Jalur Rempah, benteng-benteng kolonial di Maluku, hingga kawasan Leang-Leang di Sulawesi Selatan dan Leang Metanduno di Muna yang berusia sekitar 67.800 tahun dan telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional. Narasi besar peradaban dan sejarah ini dinilai sangat potensial untuk dikembangkan dalam pola perjalanan wisata terpadu.

Di bidang perfilman dan seni rupa, Kementerian Kebudayaan secara konsisten mendukung partisipasi sineas Indonesia dalam berbagai festival film internasional serta menjadi tuan rumah Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). Tahun ini, Indonesia juga akan berpartisipasi dalam Venice Biennale dengan mengirimkan 14 seniman perupa sebagai bagian dari diplomasi budaya yang sekaligus menjadi platform promosi pariwisata Indonesia.

"Pengemasan dan narasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata budaya yang berkelanjutan," kata Menbud.

Menpar Minta Dukungan Data

Menpar menyambut baik sinergi tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya berfokus pada penguatan promosi dan infrastruktur destinasi, termasuk melalui platform digital indonesia.travel.id yang telah dilengkapi fitur analisis tren berbasis kecerdasan buatan.

"Kami membutuhkan dukungan data dan storytelling dari Kementerian Kebudayaan agar museum dan cagar budaya dapat tampil lebih kuat di platform digital kami. Generasi muda mencari informasi secara online, dan ini harus kita manfaatkan secara maksimal," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa target peningkatan kunjungan sebesar 14 persen dengan sasaran 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara membutuhkan penguatan promosi berbasis pengalaman (experience-based tourism). Program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang tahun ini mencapai 145 event dinilai dapat menjadi ruang integrasi event budaya agar berdampak ekonomi yang lebih luas.

Jumlah Kunjungan ke Museum dan Cagar Budaya 2025

Dalam Taklimat Media Refleksi 2025, Kebijakan 2026, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon memaparkan berbagai capaian yang didapat jajarannya. Salah satunya soal kenaikan jumlah pengunjung museum dan cagar budaya yang dikelola Kementerian Kebudayaan lewat Museum dan Cagar Budaya (IHA). 

Total jumlah pengunjung museum dan cagar budaya pada 2025 mencapai 4.322.507 orang. Itu dihitung dari jumlah pengunjung ke 18 museum dan 34 cagar budaya yang dikelola MCB.

"Tahun lalu 3,8--3,9 juta, sekarang 4,3 juta orang," imbuh Direktur Jenderal (Dirjen) Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, ditemui di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026. Dengan begitu, kenaikannya mencapai 9,3 persen.

Dari jumlah tersebut, Museum Nasional Indonesia merupakan kontributor terbesar. Menurut Menbud, jumlah pengunjung museum itu pada 2025 mencapai 700 ribu orang, diklaim naik 400 persen dari tahun sebelumnya. 

"Museum Nasional termasuk yang sekarang juga pengunjungnya cukup banyak, terjadi peningkatan sampai 400 persen dari pengunjung Museum Nasional pada tahun kemarin, dan semakin banyak event kegiatan yang kita langsungkan di Museum Nasional," kata Menbud.