Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat tahu kukus lembut dan tidak amis ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan tahu trik yang tepat sejak awal pengolahan. Membuat tahu kukus lembut yang bebas aroma langu memang ada rahasianya. Kuncinya terletak pada pemilihan jenis tahu yang segar dan padat, serta penggunaan bumbu aromatik seperti jahe, bawang putih, dan sedikit minyak wijen untuk membantu menetralkan bau. Proses pengukusan dengan api yang stabil juga berperan penting agar tekstur tahu tetap halus dan tidak berair.
Tekstur yang lembut dan rasa yang gurih membuat menu ini menjadi pilihan makanan praktis sekaligus menyehatkan untuk keluarga. Selain tinggi protein nabati, tahu kukus juga cocok dikreasikan dengan berbagai topping sesuai selera. Berikut langkah demi langkah agar hasil tahu kukus benar-benar lembut, tidak amis, dan tetap nikmat disantap kapan saja, Jumat (20/2/2026).Â
Resep Tahu Kukus Lembut dan Tidak Amis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508444/original/092643500_1771575438-Gemini_Generated_Image_7k09lz7k09lz7k09.jpg)
Bahan Utama:Â
- 2 buah tahu sutra atau tahu putihÂ
- 2 batang daun bawang
- 1 ruas jari jahe
Bahan Saus Siraman:
- 2 sdm kecap asin
- 1 sdm saus tiram
- 1 sdt minyak wijen
- ½ sdt gula pasir
- 50 ml air matang
- Sejumput kaldu jamur
Bahan Taburan:
- 3 siung bawang putih
- 2 sdm minyak goreng
Langkah-Langkah Membuat:
1. Keluarkan tahu dari kemasan dan cuci bersih dengan air mengalir secara perlahan agar tidak hancur. Tiriskan, lalu potong tahu menjadi bentuk kotak-kotak atau irisan setebal 2 cm sesuai selera.
2. Siapkan piring tahan panas. Susun irisan jahe di dasar piring sebagai alas, lalu letakkan potongan tahu di atasnya untuk menyerap aroma amis langsung dari uap panas.
3. Campurkan kecap asin, saus tiram, minyak wijen, gula, kaldu jamur, dan air dalam wadah kecil. Aduk hingga gula larut sempurna. Kemudian, siramkan separuh bagian saus ini ke atas tahu yang sudah ditata di piring.
4. Panaskan kukusan hingga air mendidih. Masukkan piring berisi tahu, lalu kukus selama kurang lebih 5-10 menit dengan api sedang. Jangan mengukus terlalu lama agar tekstur tahu tidak berubah menjadi berpori atau kasar.
5. Sambil menunggu tahu matang, panaskan minyak goreng di wajan kecil. Tumis bawang putih cincang hingga berwarna kuning keemasan dan harum. Matikan api.
6. Angkat tahu dari kukusan. Buang air berlebih yan keluar dari tahu jika dirasa terlalu banyak. Siramkan sisa saus dan bawang putih goreng dan minyak bawang yang masih panas di atas tahu. Taburkan irisan daun bawang sebagai pemanis dan penambah aroma segar.
Advertisement
Tips Membuat Tahu Kukus Lembut dan dan Tidak Amis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5324981/original/070115600_1755919089-davito-andy-CItTNrkrjls-unsplash.jpg)
1. Memilih Jenis Tahu yang Tepat
Kualitas bahan utama sangat menentukan tekstur akhir. Penggunaan tahu sutra (silken tofu) yang segar dan tidak berlendir sangat disarankan untuk mendapatkan kelembutan maksimal. Bahan berkualitas tinggi ini akan menjamin hasil masakan yang lezat secara alami tanpa memerlukan tambahan bahan kimia.
2. Mencuci Tahu dengan Air Mengalir
Proses pembersihan bertujuan menghilangkan sisa air rendaman yang sering kali beraroma asam. Letakkan tahu di bawah kucuran air mengalir yang pelan agar permukaan tidak rusak. Langkah ini krusial untuk membuang sisa kotoran sekaligus mengurangi bau langu kedelai. Setelah dicuci, tiriskan tahu sejenak sebelum dipotong sesuai ukuran yang diinginkan.
3. Menggunakan Jahe Sebagai Alas
Aroma amis pada tahu dapat dinetralkan menggunakan bahan aromatik alami seperti jahe. Peletakan irisan jahe tipis di dasar piring kukusan berfungsi menyerap bau saat suhu mulai panas. Selama proses memasak, uap air pembawa aroma jahe akan meresap ke dalam pori-pori tahu. Teknik sederhana ini ampuh menghasilkan masakan yang lebih segar dan tidak membosankan.
4. Menambahkan Minyak Wijen pada Bumbu
Minyak wijen memiliki aroma kuat yang efektif menutupi bau kedelai yang tajam. Penambahan beberapa tetes minyak wijen ke dalam bumbu siraman sebelum proses pengukusan tidak hanya menambah keharuman, tetapi juga memberikan rasa gurih oriental yang khas. Hasilnya, tahu kukus menjadi lebih lembut dengan lapisan rasa yang lebih kaya.
5. Memperhatikan Durasi Waktu Pengukusan
Waktu memasak yang terlalu lama dapat merusak tekstur tahu. Pengukusan cukup dilakukan selama lima hingga sepuluh menit setelah air mendidih. Pemanasan berlebih akan mengubah tahu menjadi berpori besar dengan tekstur yang kenyal atau keras. Pengaturan waktu yang tepat sangat penting untuk menjaga kelembapan tahu tetap maksimal.
6. Membuang Air Berlebih Setelah Dikukus
Tahu secara alami mengeluarkan banyak air tambahan akibat paparan uap panas di dalam kukusan. Air tersebut sering kali membawa sisa bau langu yang kurang sedap. Pembuangan sebagian besar air ini sangat disarankan sebelum penyiraman bumbu agar rasa tidak menjadi hambar. Langkah ini memastikan saus meresap sempurna ke dalam daging tahu.
7. Menyiramkan Minyak Bawang yang Panas
Tips terakhir yang tak kalah penting adalah penyiraman minyak panas dan bawang putih goreng di atas tahu. Suhu minyak yang tinggi berfungsi mengunci aroma bumbu serta memberikan tampilan permukaan yang mengkilap. Penambahan bawang putih goreng memberikan tekstur renyah yang kontras dengan kelembutan tahu. Aroma gurih dari minyak bawang ini secara efektif menggugah selera saat hidangan disajikan.
Pertanyaan Umum tentang Topik
1. Mengapa tahu kukus terkadang terasa asam atau langu?
Aroma asam biasanya berasal dari air rendaman tahu di dalam kemasan yang sudah lama. Untuk mengatasinya, pastikan tahu dicuci bersih dengan air mengalir dan gunakan bahan aromatik seperti jahe atau daun bawang saat mengukus.
2. Jenis tahu apa yang paling cocok untuk dikukus agar hasilnya lumer?
Tahu sutra atau tahu putih yang bertekstur halus adalah pilihan terbaik untuk hasil yang lembut. Hindari menggunakan tahu kuning atau tahu goreng yang padat karena teksturnya tidak bisa lumer di mulut setelah dikukus.
3. Berapa lama waktu yang ideal untuk mengukus tahu?
Waktu yang ideal adalah sekitar 5-10 menit saja menggunakan api sedang setelah air kukusan mendidih. Jika dikukus terlalu lama, tahu akan kehilangan kelembutannya, menjadi berpori besar, dan teksturnya berubah menjadi agak kenyal atau keras.
4. Bolehkah tahu langsung dikukus tanpa bumbu?
Boleh saja, namun tahu akan terasa hambar dan aroma kedelainya akan lebih menonjol. Disarankan minimal menambahkan sedikit garam atau irisan jahe agar rasa tahu lebih seimbang dan aromanya lebih segar saat matang.
5. Bagaimana cara agar tahu tidak hancur saat dipindahkan ke piring saji?
Cara terbaik adalah memotong tahu langsung di atas piring tahan panas yang akan digunakan untuk mengukus. Dengan begitu, tahu tidak perlu dipindahkan lagi setelah matang, sehingga bentuknya tetap cantik dan terjaga keutuhannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3923461/original/ACg8ocLAePyHM4ktNNjVGCkbzP1ayB9wVyJVCu6KhlRUjokBaJirQBUF%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5506901/original/084897000_1771479279-Gemini_Generated_Image_kvsj0qkvsj0qkvsj.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860538/original/012031000_1557478700-IMG_20190307_174224_257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5506902/original/054160800_1771479307-Gemini_Generated_Image_fcysydfcysydfcys.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504623/original/030385600_1771249380-Tahu_Kukus_Kecap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492532/original/015645700_1770177862-ChatGPT_Image_4_Feb_2026__11.04.12.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497420/original/050385700_1770628328-Gemini_Generated_Image_w59okpw59okpw59o.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494902/original/017290700_1770348939-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508446/original/033919200_1771575440-Gemini_Generated_Image_53yu7r53yu7r53yu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507955/original/050846600_1771559443-Lisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5506453/original/041739500_1771467697-unnamed__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5076044/original/082157400_1735871094-1735827344552_resep-alpukat-kocok.jpg)