Liputan6.com, Jakarta - Mie Bangladesh, sebuah kuliner ikonik dari Kota Medan, menawarkan pengalaman rasa yang unik dan berbeda dari hidangan mie kebanyakan. Meskipun namanya terdengar asing, hidangan ini merupakan kreasi asli Indonesia yang dipopulerkan oleh warung kopi legendaris Agam Senyum di Medan. Hidangan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Sumatera Utara, memikat para pecinta makanan pedas berempah dari berbagai daerah. Bagi Anda yang ingin mencoba kelezatan ini, Resep Mie Bangladesh akan menjadi panduan yang tepat.
Keunikan Resep Mie Bangladesh terletak pada perpaduan mie instan yang diolah dengan bumbu rempah Aceh yang sangat pekat dan kaya rasa. Teksturnya yang khas, yaitu “nyemek” atau sedikit berkuah kental, dikombinasikan dengan telur setengah matang yang diaduk rata, menciptakan sensasi gurih dan creamy yang memanjakan lidah. Popularitas hidangan ini tidak hanya terbatas di Medan, tetapi telah menyebar ke berbagai kota di Indonesia, bahkan menjadi menu favorit di warung makan hingga restoran modern.
Bagi Anda yang penasaran dan ingin mencoba membuat hidangan legendaris ini di rumah, Resep Mie Bangladesh yang telah Liputan6 rangkum berikut ini, pada Kamis (29/1), yang merupakan versi autentik yang telah disesuaikan untuk dapur rumahan. Dengan mengikuti Resep Mie Bangladesh ini langkah demi langkah, Anda dapat menikmati kelezatan kuliner khas Medan tanpa harus berkunjung langsung ke Sumatera Utara.
Advertisement
Resep Mie Bangladesh Autentik Khas Medan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5058131/original/062475300_1734633621-photo__1_.jpg)
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
- Bahan Utama:
- 2 bungkus mie instan goreng rasa original
- 2 butir telur ayam segar (1 untuk campuran masakan, 1 untuk topping)
- Sawi hijau secukupnya, potong-potong
- 600 ml air bersih
- Bumbu Halus (Base Rempah Aceh):
- 5 siung bawang merah, kupas
- 3 siung bawang putih, kupas
- 5 buah cabai merah keriting besar
- 3 buah cabai kering (rebus terlebih dahulu hingga lunak)
- 2 butir kemiri yang sudah disangrai
- 1 sendok makan kacang tanah goreng
- 1 sendok makan ebi atau udang rebon kering (disangrai)
- 1 sendok teh bubuk kari siap pakai
- 1/2 ruas jahe segar
- Pelengkap Penyajian:
- Bawang merah goreng
- Cabai rawit segar, iris tipis
- Jeruk nipis, potong menjadi beberapa bagian
- Minyak goreng secukupnya
Langkah-Langkah Pembuatan
- Persiapan Bumbu Base: Haluskan semua bahan bumbu halus menggunakan blender atau ulekan hingga benar-benar halus dan tercampur rata. Bumbu ini dapat dibuat dalam jumlah banyak dan disimpan dalam kulkas untuk pemakaian beberapa kali. Pastikan konsistensi bumbu tidak terlalu kasar agar dapat meresap sempurna ke dalam mie.
- Proses Menumis Bumbu: Panaskan 2-3 sendok makan minyak goreng dalam wajan atau panci. Masukkan 2-3 sendok makan bumbu halus yang telah disiapkan. Tumis dengan api sedang hingga bumbu benar-benar matang dan mengeluarkan aroma yang harum. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 3-5 menit hingga warna bumbu berubah menjadi cokelat gelap dan minyak mulai memisah.
- Penambahan Air dan Perebusan: Tuangkan air ke dalam tumisan bumbu dan aduk rata. Tunggu hingga air mendidih dengan sempurna. Pada tahap ini, aroma rempah yang kuat akan mulai tercium dan kuah akan berwarna cokelat kemerahan yang khas.
- Memasukkan Mie dan Sayuran: Masukkan kedua bungkus mie instan beserta seluruh bumbu bawaan yang ada di dalam kemasan. Tambahkan potongan sawi hijau dan aduk rata. Masak dengan api sedang hingga mie mulai mengembang dan setengah matang.
- Teknik Creamy dengan Telur: Ketika mie sudah setengah matang, pecahkan satu butir telur langsung ke dalam kuah. Aduk dengan cepat dan terus menerus agar telur tercampur rata dengan kuah dan menciptakan tekstur yang kental dan creamy. Teknik ini adalah kunci utama untuk mendapatkan karakteristik Mie Bangladesh yang autentik.
- Proses Penyusutan Kuah (Nyemek): Lanjutkan memasak sambil terus diaduk hingga air mulai menyusut dan hanya tersisa sedikit kuah kental yang melapisi mie. Proses ini membutuhkan kesabaran karena harus dipastikan mie matang sempurna tetapi tidak kering. Tekstur akhir yang diinginkan adalah “nyemek”, yaitu tidak terlalu basah tetapi juga tidak kering.
- Penyajian yang Menggugah Selera: Angkat mie dan tuang ke dalam piring saji. Buat lubang kecil di tengah-tengah mie, lalu pecahkan telur kedua di atasnya sebagai topping. Pastikan telur hanya setengah matang agar kuning telurnya masih cair. Taburi dengan bawang merah goreng, irisan cabai rawit, dan sajikan dengan potongan jeruk nipis di samping piring.
Tips dan Trik Memasak
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, gunakan api yang tidak terlalu besar agar bumbu tidak gosong dan mie tidak hancur. Proses menumis bumbu harus dilakukan dengan sabar hingga benar-benar matang agar tidak ada rasa langu. Ketika mengaduk telur ke dalam kuah, lakukan dengan gerakan yang cepat dan merata agar telur tidak menggumpal dan tercampur sempurna dengan kuah.
Kunci kelezatan Mie Bangladesh terletak pada keseimbangan antara rasa pedas, gurih, dan creamy. Jika ingin rasa lebih pedas, tambahkan cabai rawit yang dihaluskan bersama bumbu dasar. Untuk variasi, bisa ditambahkan irisan daging ayam, bakso, atau seafood sesuai selera. Penyajian yang tepat dengan telur setengah matang akan memberikan pengalaman kuliner yang autentik seperti di warung kopi Medan aslinya.
Advertisement
Mengenal Sejarah dan Asal Usul Mie Bangladesh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5058132/original/017226300_1734633891-photo__2_.jpg)
Mie Bangladesh bukanlah hidangan yang berasal dari negara Bangladesh, melainkan merupakan hasil kreativitas kuliner lokal di Medan. Warung kopi Agam Senyum di Medan dikenal sebagai tempat yang mempopulerkan hidangan ini pada dekade 1980-an hingga 1990-an, di mana pengunjung mulai menikmati mie instan yang diolah dengan cara yang berbeda.
Penamaan “Bangladesh” sendiri masih menjadi misteri dengan beberapa versi cerita yang beredar. Salah satu versi menyebutkan bahwa nama tersebut terinspirasi dari warna kuah yang pekat dan gelap, menyerupai karakteristik masakan dari Asia Selatan. Versi lain menyatakan bahwa pembuat pertama hidangan ini memiliki kemiripan fisik dengan orang Bangladesh, sehingga hidangan ciptaannya diberi nama sesuai julukan tersebut.
Ada juga yang menyebutkan bahwa nama "Banglades" berasal dari akronim "Banglah Delima Sigli", julukan untuk pemilik warung mie di Lhokseumawe, Aceh, bernama Abdullah Arsyad. Terlepas dari asal usul namanya, cita rasa khas yang dihasilkan dari perpaduan bumbu rempah Aceh dengan mie instan telah menjadi daya tarik tersendiri.
Filosofi di balik pembuatan Mie Bangladesh adalah mengubah mie instan yang sederhana menjadi hidangan yang kaya rasa dan berkarakter. Penggunaan bumbu rempah yang melimpah, teknik memasak yang menghasilkan tekstur “nyemek”, dan penyajian dengan telur setengah matang mencerminkan kearifan kuliner lokal yang mampu mengadaptasi bahan-bahan modern dengan cita rasa tradisional.
Pertanyaan dan Jawaban
Q: Mengapa dinamakan Mie Bangladesh padahal bukan berasal dari Bangladesh?
A: Mie Bangladesh adalah kuliner asli Medan yang dipopulerkan Warkop Agam Senyum. Nama "Bangladesh" kemungkinan berasal dari warna kuah yang gelap pekat atau julukan untuk pencipta resep ini, bukan karena berasal dari negara Bangladesh.
Q: Apa yang membuat tekstur Mie Bangladesh berbeda dari mie instan biasa?
A: Kunci tekstur khas Mie Bangladesh terletak pada teknik "nyemek" yaitu mengurangi air hingga tersisa kuah kental, ditambah teknik mencampur telur langsung ke kuah panas yang menciptakan tekstur creamy dan gurih.
Q: Bisakah menggunakan mie instan merk lain selain yang disebutkan dalam resep?
A: Bisa, namun sebaiknya gunakan mie instan goreng karena bumbu bawaannya akan menambah kompleksitas rasa. Mie instan kuah juga bisa digunakan dengan menyesuaikan jumlah air dan bumbu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473937/original/001811900_1768461723-Screenshot_2026-01-15_141757.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487685/original/090471700_1769672856-Cara_Mengolah_Genjer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426205/original/005514200_1764295808-keripik_sukun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487661/original/059039700_1769672059-Untitled_design__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483920/original/019753700_1769406905-ChatGPT_Image_26_Jan_2026__12.54.28.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5011743/original/058200900_1731999276-IMG-20241119-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487673/original/024778100_1769672298-Gemini_Generated_Image_nipwhmnipwhmnipw.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465380/original/081858700_1767766630-buryam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4690036/original/087373000_1702884817-ilustrasi_daun_singkong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487605/original/064412200_1769669925-Cover___Lead__3_.png)