Kolaborasi Spesial Chatime Atealier dan Javara, Angkat Umbi Bit dan Madu Odeng Hutan Bambu

Umbi bit dan madu odeng hutan bambu dipanen secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Hal itu menambah spesial minuman kolaborasi dua brand berbeda.

Diterbitkan 17 November 2025, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pertama setelah 2023, Chatime Atelier kembali berkolaborasi dengan Javara, produsen yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati pangan lokal, dalam kampanye Kreasi Kaya Rasa. Menu Royal Milk Tea Chatime Atealier dibikin spesial dengan memanfaatkan pudding umbi bit dan madu odeng hutan bambu dari Garut.

Dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Rabu, 12 November 2025, madu odeng hutan bambu yang digunakan di menu spesial itu berasal dari lebah liar Apis dorsata di hutan bambu di Garut, Jawa Barat. Madunya dipanen secara lestari dan dikemas tanpa pemanasan untuk memastikan enzim dan nutrisinya tetap terjaga.

Penambahan madu hutan pada menu minuman spesial itu disebut menciptakan dimensi alami yang menambah kompleksitas rasa tetapi tetap seimbang. Pasalnya, madu itu memiliki profil rasa manis yang lembut serta aroma smokey dan toffee.

Sementara, pudding umbi bit dibuat dari beetroot chai powder yang memadukan manis alami umbi bit dengan jahe, mint, dan kapulaga yang aromatik. Umbi bit diolah menjadi bubuk tanpa pewarna sintetis maupun pengawet agar kemurnian rasanya tetap terjaga.

"Kreasi Kaya Rasa Chatime Atealier bersama Javara ini merupakan kolaborasi yang merayakan bahan berkualitas dari petani lokal. Melalui Kreasi Kaya Rasa, kami ingin mempertemukan semua kisah tersebut dalam satu pengalaman menikmati teh yang utuh, yaitu kaya rasa, sarat makna, dan lahir dari kekayaan alam Indonesia yang perlu kita jaga bersama," Sarah Merci, Marketing General Manager F&B ID.

 

Manfaat Kesehatan Madu Odeng

 

Sebutan madu odeng disematkan untuk setiap madu yang dihasilkan lebah liar Apis dorsata. Lebah madu ini merupakan asli Asia, khususnya Indonesia dan Malaysia. Dengan panjang sekitar 3 cm, ukuran mereka lebih besar, hampir dua kali lipat dari ukuran lebah madu Eropa. Sarang mereka biasanya berupa sisir-sisir besar yang menggantung seperti di bawah batang pohon.

Mengutip studi yang diterbitkan di Journal of Global Sustainable Agriculture pada Desember 2022, keberlangsungan kehidupan lebah madu hutan berpengaruh besar terhadap ketersediaan madu hutan. Lebah madu berperan penting dalam penyerbukan bunga di banyak sistem pertanian. Lebah madu liar juga mengandalkan ketersediaan serbuk sari dan nektar untuk kelangsungan hidup dan produktivitas mereka.

Madu hutan bisa dikatakan sebagai food supplement. Madu juga dipercaya masyarakat dapat menjadi obat dari beberapa penyakit, seperti misalnya untuk menurunkan demam, dan juga untuk menjaga stamina tubuh. Manfaat kesehatannya begitu kaya, di antaranya sebagai antibakteri, antioksidan, dan mengandung banyak vitamin, bahkan dapat digunakan untuk melancarkan gangguan sistem tubuh seperti konstipasi, dan obesitas.

Manfaat Umbi Bit

Sementara, umbi bit mudah dikenali lewat warna ungunya. Mengutip laman Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, sejak lama, bit dimanfaatkan sebagai pengobatan alami karena mengandung beragam nutrisi yang meliputi karbohidrat, protein, serat, serta vitamin dan mineral, seperti vitamin C, folat, kalium, magnesium, natrium, dan zat besi.

Selain itu, bit juga rendah lemak dan kalori, tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol, serta kaya akan antioksidan. Dengan nutrisi demikian, bit bisa memberi beragam manfaat kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah. Kandungan nitrat dalam umbi bit diubah menjadi nitrit oksida di dalam tubuh yang berperan menurunkan dan menjaga kestabilan tekanan darah.

Kandungan nitrit dalam bit diyakini mampu meningkatkan aliran darah dan oksigen ke berbagai bagian tubuh, termasuk otak. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa bit baik dikonsumsi untuk lansia.

Bit juga baik dikonsumsi enderita diabetes, sebab mengandung senyawa kimia yang dapat mengendalikan kadar glukosa dan insulin dalam tubuh. Selain itu, bit mengandung antioksidan asam alpha-lipoic yang dapat mencegah kerusakan sel dan memperbaiki saraf yang rusak pada penderita diabetes.

Rencana Pemberlakuan Sugar Tax

Sementara itu, untuk mengendalikan konsumsi minuman tinggi gula, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkap rencana pemerintah untuk memberlakukan pajak gula atau sugar tax.

"Kita sedang melakukan regulasi untuk melakukan sugar tax pada makanan. Ini akan memberlakukan pajak kepada sejumlah tertentu gula, tapi masih dalam pembahasan masih dalam proses. Nanti akan kita luncurkan kalau memang sudah siap," kata Dante dalam ASEAN Car Free Day (ACFD 2025) di Jakarta, Minggu, 14 September 2025, dikutip dari kanal Health Liputan6.com.

Dante menegaskan bahwa Indonesia kini menghadapi masalah gizi ganda atau double burden. "Di satu sisi kita menghadapi kekurangan gizi yang menyebabkan stunting, di sisi lain angka obesitas anak juga meningkat," tambahnya.

Data menunjukkan kasus obesitas anak lebih banyak ditemukan di kota-kota besar. "Satu dari 10 anak obesitas, bahkan di kota besar jumlahnya lebih tinggi. Survei di Jakarta menunjukkan 30 persen anak sekolah mengalami obesitas," katanya.