10 Jajanan Kaki Lima Legendaris di Jakarta yang Nggak Pernah Sepi, Enggak Bikin Kantong jebol

Jakarta tak pernah kehabisan pesona kuliner malamnya. Temukan 10 jajanan kaki lima legendaris di Jakarta yang nggak pernah sepi, menawarkan cita rasa otentik dan harga terjangkau yang selalu diburu pecinta kuliner.

Diterbitkan 13 Oktober 2025, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mencari makanan di Jakarta tidak pernah sulit. Hampir di setiap sudut kota, selalu ada aroma menggoda yang datang dari pedagang kaki lima. Dari pagi hingga dini hari, jalanan ibu kota seolah tak pernah berhenti menyajikan aneka kuliner lezat. Mulai dari nasi goreng, sate, ketoprak, hingga bubur hangat, semuanya bisa ditemukan dengan mudah di bawah tenda sederhana.

Dalam rangka merayakan kekayaan cita rasa Jakarta, mari menelusuri jajanan kaki lima legendaris di Jakarta yang nggak pernah sepi. Banyak di antaranya sudah berdiri puluhan tahun, diwariskan dari generasi ke generasi, dan tetap setia melayani pelanggan setianya. Meski tempatnya sederhana, soal rasa tak perlu diragukan, kuliner kaki lima ini bahkan sering jadi rujukan para foodies maupun wisatawan.

Suasana riuh pedagang yang sibuk melayani pembeli, suara wajan beradu dengan spatula, hingga aroma bumbu yang mengepul di udara, semuanya jadi bagian tak terpisahkan dari pesona kuliner jalanan Jakarta. Yuk, kita jelajahi satu per satu tempat makan legendaris yang sampai kini tetap ramai didatangi pengunjung dari berbagai kalangan. Berikut ulasan Liputan6.com, Senin (13/10/2025).

1. Gulai Tikungan (Gultik) Blok M

Bicara soal jajanan kaki lima legendaris di Jakarta yang nggak pernah sepi, nama Gulai Tikungan atau Gultik pasti masuk daftar teratas. Terletak di antara perempatan Jalan Mahakam dan Jalan Bulungan, kawasan Blok M ini setiap malam berubah jadi pusat kuliner yang ramai.

Gultik terkenal dengan kuah santannya yang kental dan kaya rempah. Potongan daging sapi, urat, tetelan, dan lemaknya dimasak bersama daun salam, lengkuas, cengkeh, jahe, hingga jintan yang menghasilkan cita rasa gurih dan aromatik. Biasanya disajikan bersama nasi hangat, bawang goreng, dan sambal, gultik jadi pilihan favorit warga Jakarta Selatan yang ingin makan malam dengan harga bersahabat—mulai dari Rp10.000 per porsi.

Meski ada banyak penjual Gultik di tikungan ini, rasa mereka hampir seragam dan sama-sama nikmat. Sudah berjualan sejak 1980-an, kuliner ini menjadi ikon kuliner malam Jakarta yang tak pernah kehilangan pelanggan.

2. Sate RSPP Kebayoran Baru

Sate RSPP adalah legenda lainnya yang sudah eksis sejak tahun 1960-an. Berlokasi di depan Rumah Sakit Pusat Pertamina, Kebayoran Baru, warung sate ini dikenal karena potongan daging dan kulit ayam atau kambing dalam setiap tusuknya.

Cita rasa gurihnya berasal dari bumbu kacang yang halus dan sedikit manis, serta cara pembakarannya yang pas hingga daging terasa empuk. Meski hanya berupa warung tenda sederhana, antrean pembeli bisa mengular setiap malam. Tak heran bila Sate RSPP disebut sebagai salah satu kuliner kaki lima terenak di Jakarta.

3. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Sudah berdiri sejak tahun 1958, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih milik Haji Nein adalah ikon kuliner legendaris di Jakarta Pusat. Ciri khasnya terletak pada aroma rempah yang kuat dan penggunaan minyak samin yang memberikan rasa khas seperti nasi kebuli.

Dimasak dalam kuali besar hingga nasi tampak “menggunung”, penjualnya cekatan mengaduk nasi goreng dengan potongan daging kambing yang empuk tanpa aroma prengus. Harga seporsinya berkisar Rp55.000, dan meski terbilang agak mahal untuk ukuran kaki lima, rasanya sebanding dengan reputasinya. Lokasi di dekat Sarinah dan Jalan Sabang membuat tempat ini selalu ramai, terutama di malam hari.

4. Ketoprak Ciragil

Ketoprak sudah menjadi makanan khas jalanan Jakarta, namun Ketoprak Ciragil yang berlokasi di Jalan Ciragil, Kebayoran Baru, punya keistimewaan tersendiri. Warung ini sudah berdiri sejak tahun 1961 dan terkenal dengan bumbu kacangnya yang menggunakan kacang mede—bukan kacang tanah seperti kebanyakan ketoprak lainnya.

Paduan ketupat, bihun, tahu goreng, taoge, mentimun, dan telur, berpadu dengan bumbu kacang kental yang gurih manis. Tambahkan kerupuk dan bawang goreng di atasnya, maka sempurnalah seporsi ketoprak legendaris yang selalu diburu pelanggan sejak pagi hingga malam.

5. Bubur Barito, Gandaria

Jika Anda mencari menu sarapan di malam hari dengan tekstur lembut di lidah, Bubur Barito di kawasan Gandaria Tengah wajib dicoba. Berdiri sejak 1992, bubur ini dikenal karena teksturnya yang kental, gurih, dan diberi topping suwiran ayam kampung serta stik keju garing sebagai pengganti kerupuk.

Yang unik, pembeli bisa memilih menambahkan telur mentah di atas bubur panas sehingga menciptakan sensasi creamy saat disantap. Warung ini buka dari pukul 3 sore hingga 11 malam dan nyaris tak pernah sepi. Lokasinya strategis di Jakarta Selatan, membuat Bubur Barito jadi destinasi kuliner malam favorit warga kota.

6. Sate Padang Ajo Ramon, Pasar Santa

Sate Padang memang banyak dijumpai di Jakarta, tapi Sate Padang Ajo Ramon di depan Pasar Santa, Kebayoran Baru, adalah yang paling legendaris. Berdiri sejak 1980-an, tempat ini terkenal dengan kuah kentalnya yang kaya bumbu dan potongan daging, lidah, serta usus sapi yang lembut.

Harganya sekitar Rp33.000 per porsi (10 tusuk sate dan ketupat). Selain di Pasar Santa, cabangnya sudah tersebar di berbagai wilayah seperti Pejaten, Blok S, hingga Bekasi. Tak heran bila tempat ini sering disebut sebagai “sate Padang paling ramai di Jakarta.”

7. Mie Ayam Gondangdia

Didirikan sejak tahun 1968, Mie Ayam Gondangdia atau yang dikenal dengan “Mie Godila” sudah menjadi bagian dari sejarah kuliner Jakarta. Berlokasi di daerah Cikini, kedai ini menyajikan mie ayam dengan kuah gurih, topping ayam melimpah, dan mie kenyal yang dibuat sendiri.

Selain mie ayam, tersedia menu klasik seperti nasi goreng, nasi tim, dan ayam goreng mentega. Warga sekitar hingga pekerja kantoran sering datang ke sini, terutama di jam makan siang. Cita rasanya yang konsisten selama puluhan tahun membuat Mie Gondangdia tetap bertahan di tengah banyaknya restoran modern.

8. Nasi Goreng Kebuli Apjay

Satu lagi jajanan kaki lima legendaris di Jakarta yang nggak pernah sepi adalah Nasi Goreng Kebuli Apjay di Jalan Panglima Polim IX. Hidangan ini menawarkan sensasi nasi goreng berbumbu kebuli dengan aroma rempah Arab yang tajam.

Dimasak dengan minyak samin dan potongan daging kambing, seporsi nasi goreng kebuli ini dibanderol sekitar Rp40.000. Teksturnya lembut, gurih, dan sedikit manis—cocok disantap malam hari sambil menikmati suasana jalanan Jakarta Selatan.

9. Bubur Cikini H.R. Suleman

Dikenal dengan sebutan “Burcik”, warung Bubur Cikini H.R. Suleman ini sudah eksis sejak 1987. Letaknya tak jauh dari Stasiun Cikini. Tekstur buburnya lembut, disajikan dengan ayam suwir, kacang, bawang goreng, dan sate telur ayam atau jeroan.

Harga seporsinya di bawah Rp20.000 dan buka dari pagi hingga pukul 11 malam. Meski sederhana, rasanya otentik dan mengingatkan pada kehangatan bubur rumahan.

10. Mie Ayam Bakso Yunus, Tebet

Terakhir, jangan lewatkan Mie Ayam Bakso Yunus di Tebet. Kedai yang sudah beroperasi lebih dari tiga dekade ini jadi langganan banyak artis Indonesia seperti Yuni Shara dan Krisdayanti.

Mie ayamnya kenyal, disajikan dengan potongan ayam gurih dan bakso lembut yang terbuat dari daging sapi pilihan. Harga seporsi mulai dari Rp25.000, dan suasananya selalu ramai terutama saat jam makan siang.

FAQ Seputar Kuliner Kaki Lima Jakarta

1. Mengapa jajanan kaki lima di Jakarta begitu populer? 

Karena rasanya autentik, harganya terjangkau, dan mudah ditemukan di hampir setiap sudut kota. Banyak juga yang sudah melegenda karena eksis puluhan tahun.

2. Apa waktu terbaik untuk berburu kuliner kaki lima di Jakarta?

Sebagian besar buka sore hingga malam hari. Namun, ada juga yang buka pagi seperti Bubur Cikini dan Ketoprak Ciragil.

3. Apakah jajanan kaki lima di Jakarta aman dan higienis?

Sebagian besar aman karena banyak pelanggan tetap dan sudah beroperasi lama. Meski begitu, selalu pilih tempat yang terlihat bersih dan ramai.

4. Apakah ada jajanan kaki lima yang buka 24 jam di Jakarta?

Ada beberapa, terutama nasi goreng dan bubur di kawasan strategis seperti Blok M, Cikini, dan Tebet.

5. Berapa kisaran harga jajanan kaki lima legendaris di Jakarta?

Mulai dari Rp10.000 hingga Rp55.000 per porsi, tergantung jenis makanan dan lokasi. Tetap terjangkau dibanding restoran besar dengan cita rasa yang tak kalah lezat.