Tasya Farasya Tenteng Tas Hermes Birkin Langka Rp 7,5 Miliar Saat Tuntut Nafkah Rp 100 ke Ahmad Assegaf

Tas Hermes Birkin langka yang ditenteng Tasya Farasya ke sidang perdana perceraiannya merupakan item dambaan kolektor barang mewah.

Diperbarui 25 September 2025, 10:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tasya Farasya menghadiri langsung sidang perdana perceraiannya dengan Ahmad Assegaf di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu, 24 September 2025. Di kesempatan itu, bos jenama makeup Mother of Pearl ini tampil cerah dengan setelan kuning lembut, sementara tas yang dibawanya tidak mungkin lewat dari pandangan mata.

Bagaimana tidak, beauty influencer berusia 33 tahun tersebut menenteng tas Hermes Birkin Himalayan yang langka, yang harganya mencapai Rp 7,5 miliar. Melansir Voila, Kamis (25/9/2025), seri ini masuk jajaran tas termahal rumah mode Prancis tersebut dan paling diburu para kolektor luxury bag.

Daya tahan kulit yang tinggi, proses pembuatan yang sangat rahasia dan rumit, serta hanya tersebar dalam jumlah yang terbatas merupakan beberapa alasan seri tas mewah ini jadi dambaan para kolektor. Tidak hanya itu, corak dan gradasi warna tas Hermes Birkin Himalayan yang bisa berbeda-beda antartas juga jadi pesona lainnya.

Tas Hermes Birkin Himalayan size 30 pertama kali diluncurkan pada 2008, dan langsung digandrungi para pecintanya. Bahkan, tas Hermes Birkin Himalayan jenis Matte Himalayan Birkin 30 hanya dijual ke kolektor-kolektor VIP. 

Bahan Tidak Biasa

Setahun kemudian, Hermes mengeluarkan tas Birkin Himalayan 35 dan barulah di tahun 2012, rumah mode ini memperkenalkan tas Birkin Himalayan 25. Seri Diamond merupakan salah satu varian tas Hermes Birkin Himalayan termahal dengan gradasi warna putih keabuan dan dilengkapi 18-karat white gold hardware berhias berlian putih.

Tas ini dibuat menggunakan kulit buaya Crocodylus niloticus yang sudah diproses. Kata "Himalayan" pada tas ini diduga berasal dari desain tas yang mirip dengan puncak gunung bersalju yang gelap khas Pegunungan Himalaya.

Sebelum kemunculan tas Hermes Birkin Himalayan, merek mewah itu meluncurkan tas Hermes Kelly dengan corak buaya dan warna Vert Celadon Natura di tahun 1990-an. Warna Vert Celadon Natura kemudian jadi dasar pembuatan warna tas Hermes Himalayan Birkin.

Sentuhan Buatan Tangan

Berbeda dengan warna tas Hermes Birkin Himalayan yang memiliki gradasi warna putih kecokelatan, warna Vert Celadon Natura menonjolkan gradasi warna hijau kecokelatan yang berasal dari warna alami kulit buaya. Untuk bisa membuat gradasi warna putih kecokelatan, para pengrajin Hermes harus memakai kulit buaya yang memang sedari awal memiliki warna lebih terang.

Kulit tersebut dikeringkan dengan garam, dibersihkan, dan diawetkan sebelum dilepas sisiknya. Setelahnya, kulit buaya akan menjalani proses chrome tanned untuk meningkatkan daya tahannya.

Tas itu dilengkapi dua pegangan dengan rolled leather style handles, serta dua straps di bagian depan yang dikencangkan dengan turn lock. Selain badan tas, bagian handle tas Hermes ini juga bisa memiliki gradasi dan corak yang kontras maupun tidak simetris, menunjukkan sentuhan buatan tangan yang canggih.

Tuntutan Tasya Farasya

Tas tangan prestisius itu dibawa Tasya saat meminta nafkah Rp 100 pada mantan suaminya. Kuasa hukum Tasya, Sangun Raghado, mengatakan bahwa kliennya telah cerai secara agama sejak 10 September 2025.

Ia melanjutkan, kliennya merasa tidak mendapat nafkah lahir batin secara layak. Kekecewaan itu ia tunjukan dengan gugatan nafkah anak yang hanya senilai Rp 100.

"Pada gugatan, kami mengajukan nafkah senilai Rp 100 karena mengingat selama ini Ibu Tasya juga merasa tidak ada nafkah selama menikah, sehingga lebih baik kami ajukan sebagai bentuk tanggung jawab mantan suami terhadap anak-anaknya saja senilai Rp 100," ungkap Riphat di Jakarta, Rabu, menurut kanal Showbiz Liputan6.com.

Sidang lanjutan perceraian keduanya akan kembali digelar pada 8 Oktober 2025. "Ke depannya, (kami) akan fokus masalah pembuktian dari dalil-dalil gugatan yang kami sampaikan," pungkasnya.