Manfaat Konsumsi Delima untuk Kesehatan, dari Otak hingga Pencernaan

Buah ini kaya akan polifenol, yaitu antioksidan kuat yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, faktor yang berhubungan dengan peradangan, penuaan, dan beberapa jenis kanker.

Diterbitkan 02 Oktober 2025, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya cantik dipandang, buah delima juga kaya akan manfaat kesehatannya. Buah itu tumbuh subur di wilayah kering seperti Iran, India, Turki, dan Mesir.

"Sejak meningkatnya penelitian yang menghubungkan antioksidan delima dengan berbagai potensi manfaat, (buah ini) jelas mengalami peningkatan popularitas yang besar," kata ahli gizi May Zhu, RDN, LDN, dikutip dari Women’s Health, Selasa, 23 September 2025, 

Secara teknis, delima termasuk dalam kelompok beri. Setiap buahnya mengandung sekitar 600 aril atau biji yang bisa dimakan, dengan rasa manis asam yang khas. Delima biasanya hadir saat musim gugur hingga musim dingin, menjadikannya buah musiman yang sering muncul di salad atau hidangan berbasis biji-bijian.

Selain memberikan sentuhan warna merah yang menarik, delima memiliki kandungan gizi yang benar-benar mengesankan dan layak disebut superfood. Buah ini kaya akan polifenol, yaitu antioksidan kuat yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, faktor yang berhubungan dengan peradangan, penuaan, dan beberapa jenis kanker.

Delima dan Kandungan Gizinya

Ahli gizi Patricia Bannan, RDN, penulis Eat Right When The Time Is Right, menjelaskan bahwa delima bahkan mengandung antioksidan lebih tinggi daripada teh hijau. Delima juga mengandung kalium yang penting untuk fungsi otot.

Dalam satu cangkir aril delima, terkandung sekitar 144 kalori, 2 gram lemak, 33 gram karbohidrat, 24 gram gula alami, serta 7 gram serat. Meski kadar gulanya lebih tinggi dibanding buah lain seperti raspberry, kandungan seratnya yang tinggi membantu menjaga kestabilan gula darah.

Kombinasi manis, asam, dan kaya serat membuat buah ini menjadi pilihan yang mengenyangkan sekaligus menyehatkan, baik dikonsumsi langsung maupun dicampurkan ke dalam hidangan lain. Kandungan tersebut membuat delima bisa mendukung kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol LDL, dan meningkatkan aliran darah arteri.

Manfaat Kesehatan dari Delima

Menurut Zhu, "Beberapa penelitian menyebutkan bahwa jus delima setiap hari dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan mengurangi kolesterol LDL dan memperbaiki aliran darah melalui arteri."

Kedua, delima berpotensi meningkatkan fungsi otak. Antioksidan yang terkandung di dalamnya membantu mengurangi kerusakan sel otak akibat radikal bebas. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi delima dapat mendukung kinerja kognitif jangka pendek, khususnya pada orang paruh baya dan lanjut usia.

Selain itu, efek anti-inflamasi delima memberi dukungan bagi penderita nyeri sendi atau radang sendi dengan membantu mengurangi pembengkakan. Bagi kesehatan pencernaan, serat yang tinggi dalam delima membantu melancarkan buang air besar sekaligus menekan peradangan di usus.

Cara Konsumsi dan Tips Penyimpanan

Meskipun manfaatnya melimpah, delima tetap harus dikonsumsi dengan bijak. Buah ini mengandung gula alami sehingga penderita diabetes perlu mengatur porsinya. Zhu juga menekankan agar berhati-hati jika sedang mengonsumsi obat tertentu, karena seperti grapefruit, delima menghambat enzim usus CYP3A4 + CYP2C9, yang dapat memengaruhi penyerapan obat.

Delima juga dapat mendukung program penurunan berat badan. Setengah cangkir aril mengandung kurang dari 100 kalori, rendah lemak, dan kaya serat sehingga membuat kenyang lebih lama. Jus delima tanpa gula tambahan pun bisa menjadi pilihan sehat, meskipun arilnya menawarkan kelebihan berupa serat.

Untuk memilih delima segar, carilah yang terasa berat dengan kulit mulus tanpa memar. Simpan di suhu ruang hingga dua minggu atau di lemari es hingga satu bulan. Aril yang sudah dikeluarkan dapat bertahan hingga seminggu dalam wadah kedap udara. Dengan teknik pemisahan biji yang tepat, delima siap dinikmati sebagai camilan sehat maupun pelengkap hidangan.