Liputan6.com, Jakarta - Dunia kecantikan Korea Selatan kembali diwarnai tren baru yang memicu rasa penasaran sekaligus perdebatan. Prosedur ini dikenal sebagai filler bahu, sebuah metode untuk membentuk garis lurus atau sudut nyaris 90 derajat pada bahu.
Bentuk tersebut populer di kalangan penggemar K-Pop karena dianggap memberi kesan tubuh lebih seimbang dan wajah tampak kecil. Popularitasnya meningkat pesat di Gangnam, pusat industri kecantikan Korea, yang dikenal sebagai salah satu sumber inovasi prosedur estetik di negara tersebut.
Melansir dari Koreaboo, Selasa, 5 Agustus 2025, tren ini terinspirasi penampilan idol K-pop papan atas, seperti G-Dragon, Jennie BLACKPINK, dan Ningning aespa yang dikenal memiliki garis bahu tegas dan proporsional. Di media sosial, filler bahu ramai dibicarakan karena mampu memberikan perubahan visual instan.
Advertisement
Meski begitu, tidak semua orang menyambutnya positif. Ada yang menganggapnya cara praktis memperbaiki penampilan, sementara lainnya menilai hasil serupa dapat dicapai melalui perbaikan postur tubuh dan latihan fisik teratur.
Bagaimana Proses Filler Bahu Dilakukan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306556/original/087950600_1754404449-marc-pell-WNjUX3d9aBU-unsplash.jpg)
Tren filler bahu diminati oleh pria maupun wanita, termasuk mereka yang ingin percaya diri memakai gaun tanpa lengan atau mempersiapkan pernikahan. Melansir Girin, di kawasan Gangnam terdapat klinik kecantikan yang menawarkan filler bahu sebagai prosedur non-bedah yang cepat, aman, dan minim masa pemulihan.
Posedurnya menggunakan asam hialuronat untuk memperbaiki bahu miring atau asimetris. Ada dua area utama yang menjadi fokus pada prosedur non-bedah ini. Pertama, puncak bahu luar untuk menambah volume. Kedua, zona kemiringan bahu untuk meratakan sudut sehingga terlihat lebih horizontal yang cantik.
Proses diawali dengan konsultasi personal yang menyesuaikan bentuk wajah, rasio leher hingga bahu, postur, dan tipe tubuh. Setelah itu, anestesi lokal diberikan untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Penyuntikan dilakukan memakai kanula halus, lalu dokter memeriksa keseimbangan bahu kiri dan kanan.
Seluruh prosedur berlangsung sekitar 20–30 menit. Keunggulannya dari prosedur ini adalah pasien dapat langsung beraktivitas tanpa masa pemulihan yang biasanya memerlukan waktu cukup lama.
Advertisement
Risiko Filler Bahu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306557/original/080237800_1754404451-rapha-wilde-lVaySsrRcqE-unsplash.jpg)
Hasil filler dapat bertahan antara 6--12 bulan, tergantung jenis filler dan metabolisme tubuh. Banyak pasien memilih prosedur ini menjelang pernikahan, liburan, atau acara formal lainnya, terutama saat ingin menonjolkan penampilan bahu di foto dan acara penting.
Walau disebut relatif aman, risiko bagi yang menjalani prosedur ini tetap ada, seperti pergeseran filler, reaksi alergi, atau penyumbatan pembuluh darah yang jarang terjadi. Tren kecantikan itu menuai reaksi beragam dari publik. Melansir dari Koreaboo, Selasa (5/8/2025), beberapa warganet menganggap tren ini berlebihan.
"Ya ampun… aku lebih memilih menggunakan uang itu untuk berolahraga dan membentuknya sendiri," tulis seorang pengguna.
"Kalau kamu benar-benar serius berlatih bahu di gym, kamu bisa membentuknya."
"Lama-lama semua bagian tubuh diisi filler."
Ada juga yang terkejut banyaknya orang mencoba prosedur ini, mengingat area bahu memerlukan volume cukup besar. Beberapa mengaku tidak menyangka prosedur ini sudah populer sejak beberapa bulan lalu. Sebagian komentar menunjukkan rasa khawatir akan tren yang terus berkembang, bahkan memprediksi akan ada lebih banyak bagian tubuh yang diubah lewat filler.
Hasil Survei Filler Bibir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306558/original/086780500_1754404453-gabriel-lucindo-g9oNUHMpzY0-unsplash.jpg)
Beda lagi cerita tentang filler bibir. Banyak yang melakukannya dengan memiliki tampilan bibir lebih penuh dan bervolume. Dilansir dari The Korea Times, Minggu (27/7/2025), sebuah studi terbaru dari American University of Beirut menunjukkan temuan menarik yang mungkin mengubah perspektif ini.
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa proporsi bibir alami, bukan bibir yang besar berlebihan, justru dianggap paling menarik oleh sebagian besar responden. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal internasional Plastic and Reconstructive Surgery – Global Open ini, tim peneliti menggelar riset ini dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan gambar wajah perempuan kulit putih dengan berbagai rasio bibir atas dan bawah serta tingkat penuhnya bibir yang berbeda.
Survei kemudian digelar terhadap 200 orang dewasa sebagai responden. Ke-200 orang yang disurvei ini kemudian diminta memberi peringkat pada gambar-gambar ini berdasarkan daya tarik yang mereka rasakan.Â
Bentuk bibir yang dianggap paling estetis adalah yang memiliki rasio atas/bawah antara 0,618:1 dan 1:1. Artinya, bibir bawah sedikit lebih penuh, atau bibir atas dan bawah yang seimbang. Bibir atas yang lebarnya 25 persen dari lebar setengah bibir (hemi-lip width) mendapat nilai tertinggi.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-square-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4752177/original/040184500_1708793391-WhatsApp_Image_2024-02-24_at_20.26.00.jpeg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824702/original/068442400_1715075136-1__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782564/original/078010800_1782891228-WhatsApp_Image_2026-07-01_at_14.17.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2926417/original/019759800_1569896232-New_Project__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8648213/original/089479800_1782659469-LJS_x_Ocean_Star_200_Event_Photo_Franz_Linder.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369206/original/047420200_1759458941-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046087/original/088905900_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4947987/original/074651000_1726736254-fotor-ai-20240919153528.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)