Sukses

Pameran Bentang Bontang, Ketika Industri Dimanusiakan Melalui Ragam Karya Seni

Liputan6.com, Jakarta - "Ketika manusia humaniora bergabung dengan (sektor) industri, ini luar biasa dan bersejarah," kata Butet Kartaredjasa dalam acara pembukaan pameran Bentang Bontang: Memanusiakan Industri berlangsung di Galeri Mojisa, Sarinah, Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Pria yang mengklaim dirinya sekarang lebih tepat disebut sebagai "tukang gendang" ini mengatakan, pameran Bentang Bontang membuktikan bahwa seni mampu bersahabat dan bisa memanusiakan industri. Ia pun bercerita dari mana asal mula ide "memanusiakan industri" ini muncul.

"Sebenarnya ini menjawab persepsi yang disalahpahami," seniman, sekaligus aktor itu mengatakan. "Industri dipandang sebagai binatang ekonomi, lekat dengan citra keserakahan dan mengumpulkan keuntungan sebanyak-banyaknya."

"Sementara, seniman dianggap orang baik-baik terus, padahal ya tidak semuanya humanis. Melalui kerja sama ini, kami saling belajar, saling menengok, memahami dua kutub yang sering disalahpahami itu," imbuh pria berusia 61 tahun tersebut.

Dari empat hari perjalanan ke Bontang, lokasi operasi PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) sejak 1977, para seniman, sastrawan, dan budayawan, kata Butet, mengartikulasikan pikiran tentang industri dalam bahasa seni mereka. "Saya bilang, 'Jangan mendikte para seniman. Jangan menitipkan pesan apapun!" tegasnya.

Setelah melihat hasil akhirnya, anak dari Bagong Kussudiardjo ini mengaku terkaget-kaget mendapati "diksi Bontang" para pelukis dan penyair yang ikut serta. "Saya bisa berkata, ini proses yang sangat menarik," tuturnya. "Hasilnya pun dipresentasi dengan begitu cantik di Sarinah,"

Menurutnya, pameran seni yang masih akan berlangsung sampai 10 Desember 2022 ini merupakan muara dari pergaulan dan pertemanan yang muncul tanpa prasangka. Ia berbagi, "Kami dipertemukan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Seni berkemampuan untuk memanusiakan industri. Seni bisa menjinakkan industri,"

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Buka Galeri Seni

Dalam sambutannya, Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim, Qomaruzzaman, mengatakan bahwa perjalanan ke Bontang, Kalimantan Timur telah berlangsung pada Juni 2022. "Kami mengajak para seniman, sastrawan, dan budayawan untuk mengamati setiap sisi kota Bontang, menggambarkan budaya unik di Bontang," katanya.

"Bagaimana kami-kami yang terbiasa di area industri ini dimanusiakan," imbuhnya. Selain pameran di Jakarta, pihaknya juga membuka galeri seni di Bontang untuk mengembangkan seni budaya lokal. "Bagi siapa pun yang tertarik membeli lukisan-lukisan (di pameran Bentang Bontang), kami persilakan," ucapnya lagi.

Sementara, Direktur SDM, Tata Kelola, dan Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Tina T. Kemala Intan, memaknai pameran Bentang Bontang sebagai ekspresi jiwa para perupa. "Perwujudan ide dan gagasan dari proses yang bisa dimaknai dan dinikmati," tuturnya.

Akhirnya, pameran ini diharapkannya dapat menginspirasi, memicu, dan sebagai sarana refreshing. Selain, disebutkan pula bahwa pameran Bentang Bontang ini merupakan bagian perayaan ulang tahun PKT yang akan genap berusia 45 tahun pada 7 Desember mendatang.

 

3 dari 4 halaman

Tidak Hanya Bertema Bontang

Terkait itu, dalam keterangannya, Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansury, mengatakan, "Selamat Ulang Tahun PKT. 45 Tahun PKT berkarya, berupaya mendukung ketahanan pangan, menyuburkan negeri. Semoga PKT semakin jaya dan terus berkontribusi terbaik untuk Indonesia dalam semangat kebersamaan. Stronger together for our future."

Di acara pembukaan, kurator lukisan di pameran Bentang Bontang, Suwarno Wisetrotomo, menyebut bahwa tidak semua karya di pameran tersebut tentang Bontang. "Dari perjalanan empat hari di Bontang, setiap pelukis membuat 2--3 lukisan," tuturnya. "Sebagai bentuk apresiasi, kami juga menyertakan karya keseharian mereka di luar tema Bontang,".

Sementara itu, kurator puisi, Joko Pinurbo, mengatakan bahwa pameran ini menandai bahwa penyair tidak hanya membutuhkan daya kreatif, tapi juga disiplin. "Melibatkan teman-teman penyair salah satu pertimbangannya ingin (mereka) berdisiplin," tuturnya.

"(Karya) bisa selesai seminggu sebelum acara, itu karena disiplin, kesetiaan pada rencana," ia menyambung. "Saya kira, di era sekarang, penyair tidak lagi bisa mengandalkan intuisi, tapi harus mendisiplinkan diri. Juga, kalau diberi fasilitas tidak bertanggung jawab, itu juga akan sia-sia."

4 dari 4 halaman

Peluncuran Buku

Melalui keterangan resmi, Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi, mengungkap bahwa pemberdayaan kebudayaan Bontang tidak sebatas nilai budaya, tapi juga diharapkan dapat jadi daya tarik pariwisata kota tersebut. 

Potret pemberdayaan masyarakat lokal dalam mengelola kekayaan alam dan melestarikan kebudayaan terekam dalam karya seni rupa, sastra, dan tayangan video tari di pameran Bentang Bontang. Pameran ini diharapkan menggugah publik untuk menyambangi Bontang dan turut berdampak pada perekonomian masyarakat lokal.

Bersamaan dengan itu, Bentang Bontang pun jadi momentum peluncuran Buku Antologi Puisi: Entropi: Bontang. Para penyair yang terlibat, yakni Andria Septy, Hasan Aspahani, Inggit Putria Marga, Joko Pinurbo, Ni Made Purnama Sari, Putu Fajar Arcana, Sophie Razak, Sunaryo Broto, dan Triyanto Triwikromo.

Sementara, pameran Bentang Bontang akan menampilkan 108 lukisan. Pelukis-pelukis yang turut berkontribusi, yakni Bambang Herras, Butet Kartaredjasa, Cadio Tarompo, Erica Hestu Wahyuni, Hari Budiono, Iqi Qoror, Iwan Yusuf, Jumaldi Alfi, Lucia Hartini, Makian'y Wahid, Nasirun, Ong Hari Wahyu, Putu Sutawijaya, dan Sigit Santoso.

Di sisi lain, Butet tidak ingin bentuk kerja sama ini hanya berlangsung sekali. "Ini harus jadi inspirasi bagi instrumen-instrumen negara lainnya untuk melakukan kegiatan serupa secara sustainable," tutupnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS