Sukses

Dubai Siap Bangun Tempat Tinggal Tertinggi di Dunia, Punya 100 Lantai dan Lebih Tinggi dari Awan

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki satu gedung tertinggi di dunia sepertinya belum cukup bagi Dubai di Uni Emirat Arab (UEA). Mereka akan segera meresmikan gedung tempat tinggal tertinggi di dunia yang diberi nama Burj Binghatti Jacob & Co. Residences atau Burj Binghatti.

Saat ini, Dubai memiliki menara Burj Khalifa yang masih memegang rekor sebagai gedung tertinggi di dunia dengan 163 lantai. Kalau Burj Khalifa berfungsi sebagai kantor, tempat usaha dan tempat tinggal, maka Burj Binghatti akan menjadi tempat tinggal.saja.

Melansir New York Post, 22 November 2022, gedung tersebut kabarnya akan terdiri dari 100 lantai dan lebih tinggi dari awan. Tapi belum ada informasi resmi berapa tepatnya jumlah lantai di gedung itu.

Yang jelas, pembangunan gedung itu adalah untuk menecahkan rekor gedung tempat tinggal atau residensial tertinggi di dunia yang saat ini masih dipegang Central Park Tower di New York, Amerika Serikat.  Central Park Tower memiliki ketinggian mencapai 472,4 meter, mengalahkan bangunan tertinggi sebelumnya yakni 432 Park Avenue dengan tinggi 426 meter.

Sementara, pembangunan gedung ini merupakan kerja sama pihak Emirat di Binghatti dengan perusahaan jam tangan mewah dan perhiasan terkemuka, Jacob & Co.  Perusahaan asal Amerika Serikat ini mengambil langkah berkiprah di bidang properti untuk menegaskan eksistensinya sebagai brand gaya hidup mewah terbaik di dunia. Mereka ingin memperkenalkan era baru kehidupan ultra-mewah, lewat hunian Burj Binghatti Jacob & Co. untuk mencetak rekor baru di jantung distrik keuangan paling makmur di Dubai.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Terinspirasi Berlian

Menurut CEO Binghatti, Muhammad Binghatti yang merupakan pengusaha properti terkemuka di Dubai, mereka antusias berkolaborasi dengan Jacob & Co yang dianggap punya visi yang sama dengan mereka. "Kami dari bidang yang berbeda, properti dan perhiasan, tapi sama-sama berkeinginan meraih pencapaian tertinggi dan mematahkan segala batasan dan halangan," ujarnya.

Tempat tinggal di gedung ini kemungkinan akan terdiri dari dua dan tiga tempat tidur serta sejumlah penthouse paling mewah dan eksklusif di Dubai.  Fasilitas yang melengkapi desain gedung yang terinspirasi berlian ini antara lain, infinity pool yang menghadap ke seluruh cakrawala Dubai, spa mewah, dan gimnasium.

Hypertower ini juga memiliki tim pramutamu khusus, yang menawarkan layanan la carte seperti penitipan anak, pengawal, supir, koki dan layanan pribadi lainnya.  Jacob & Co juga akan menawarkan arloji dan perhiasan yang dikuratori secara eksklusif, yang sebagian besar merupakan edisi terbatas atau perhiasan unik, yang dapat dibeli klien bersama dengan tempat tinggal mereka. Gedung yang masih dalam proses pengerjaan ini masih menutup rapat informasi tentang kapan akan selesai dan diresmikan.

3 dari 4 halaman

Gedung Pencakar Langit Terbanyak

Hampir semua negara memiliki gedung-gedung pencakar langit. kita ketahui gedung tertinggi di dunia saat ini masih dipegang oleh Dubai, Uni Emirat Arab yakni gedung Burj Khalifa yang tingginya mencapai 828 meter.Meskipun Dubai memiliki gedung tertinggi di dunia, namun UEA bukan merupakan negara yang memiliki gedung-gedung pencakar langit terbanyak.

Saat ini, negara yang memiliki gedung pencakar langit terbanyak dimiliki oleh China.  Dikutip dari laman skyscrapercenter.com, Minggu (11/9/2022), Negeri Tirai Bambu memiliki 2.971 gedung pencakar langit pada 2022. Jumlah itu terpaut jauh dengan yang dimiliki Amerika Serikat yang hanya 858 gedung.

Gedung tertinggi di China terletak di Hongkong, terdapat 10 gedung pencakar langit yang tingginya mulai dari 269,9 meter hingga 484 meter. Sedangkan, gedung tertinggi di Amerika Serikat terletak di New York City.

Selanjutnya, posisi ketiga di isi oleh Uni Emirat Arab dengan 314 gedung pencakar langit. Setelahnya ada Korea Selatan sebanyak 276 gedung. Posisi kelima, ada Jepang yang memiliki 271 gedung pencakar langit.

4 dari 4 halaman

Rencana Rusia

Keenam, ada Malaysia dengan 266 gedung. Ketujuh, ada Australia dengan 140 gedung. Kemudian disusul oleh Indonesia yang memiliki 129 gedung. Gedung tertinggi di Indonesia terletak di kota Jakarta.

Gedung tertinggi di Jakarta ada 10 gedung, diantaranya Autograph Tower tingginya 382.9 meter, Luminary Tower 301.2 meter, Gama Tower 285.5 meter, Treasury Tower 279.5 meter.  Kemudian Mori Building 266 meter, Trinity Building 263 meter, Wisma 46 261.9 meter, Menara Astra 261.5 meter, Revenue Tower 260 meter, dan Sahid Sudirman Center 258 meter.  Posisi kesembilan ada Kanada, jumlah gedungnya 125 saja, terakhir ada Thailand dengan 124 gedung pencakar langit.

Tak hanya UEA, Rusia juga berencana membangun gedung tertinggi di dunia yang terletak di St. Petersburg.  Dilansir dari CNN, Senin (14/6/2021), sebuah firma arsitektur Skotlandia baru-baru ini merilis rencana pembangunan gedung pencakar langit di Rusia. Menara yang bernama Lakhta Center II ini akan memiliki ketinggian 2.306 kaki atau 703 meter.

Kalau terwujud, menara tersebut akan jadi bangunan tertinggi kedua di dunia menggeser posisi Menara Shanghai. Gedung pencakar langit ini akan menampung galeri tampilan tertinggi di dunia dengan ketinggian 590 meter.  Gedung ini juga akan menjadi galeri tontonan tertinggi di dunia yang terletak di lantai lima teratas, tepatnya pada ketinggian 1.936 kaki.

Ukuran gedung baru di Rusia itu diprediksi dua kali lipat dari Empire State Building di New York.Lakhta Center II akan berdiri di pinggiran St. Petersburg, Rusia, di sebelah Lakhta Center pertama yang merupakan gedung tertinggi di Eropa dengan tinggi 462 meter. Gedung ini akan menjadi markas perusahaan energi Gazprom.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.