Sukses

Pengunjung Keluhkan Hotel Kontainer Piala Dunia 2022 Qatar, Sempit dan Banyak Sampah

Liputan6.com, Jakarta - Para penggemar tim tamu mulai menumpahkan rasa kecewanya dengan berbagai fasilitas di Piala Dunia 2022 Qatar. Salah satunya mengenai akomodasi atau tempat penginapan yang telah dipersiapkan dan dipusatkan di wilayah Rawdat Al Jahhaniya.

Di tempat berupa hotel kontainer atau disebut juga fan village tersebut, para penggemar harus merogoh dana hingga 185 poundsterling atau sekitar Rp3,4 juta per malam untuk menginap di wilayah tersebut. Namun, harga yang tergolong mahal tidak sebanding dengan fasilitas yang didapat para penggemar.

Dengan uang sebesar itu, para pengunjung hanya menginap di kamar hasil sulapan dari kontainer yang berdinding besi. Rasa kurang nyaman kian dirasakan ketika keluar kamar yang tergolong sempit, yaitu masih berserakan sejumlah puing dan sampah.

Hal itu diyakini bisa terjadi lantaran pekerjaan masih berlangsung di kamp penggemar di Rawdat Al Jahhaniya dengan tumpukan sampah yang disimpan di sekitar kontainer untuk diubah menjadi kamp para penggemar. Seorang penggemar Milad Mahmooditar, 32, dari Teheran berkata, "Sangat konyol bahwa saya harus membayar begitu banyak uang untuk tetap berada di 'kamar kaleng' ini," katanya dikutip dari Daily Mail, Minggu, 20 November 2022.

"Tinggi saya 6 kaki dan tempat tidur saya terlalu kecil. Tidak ada ruang untuk bergerak dan unit AC mengeluarkan begitu banyak kebisingan sehingga Anda tidak bisa tidur. Kamar mandi tidak seperti kamar mandi. Seharusnya dengan harga seperti itu, saya bisa mendapatkan hotel bintang 5 dengan fasilitas, lengkap," sambung Milad

Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola maupun pemerintah Qatar mengenai hotel kontainer tersebut. Yang jelas, Fan Village sengaja dibangun untuk menampung para pendatang yang hendak menyaksikan pergelaran Piala Dunia 2022 secara langsung di Qatar. Jumlah penonton Piala Dunia 2022 yang datang ke Qatar diperkirakan lebih dari 1,2 juta orang. Qatar dengan jumlah penduduk yang tidak mencapai 3 juta orang belum memiliki cukup banyak hotel untuk menampung gelombang suporter tersebut.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Tipe Kamar

Situasi itu membuat pemerintah Qatar membangun Fan Village dengan beragam jenis penginapan di dalamnya. Tidak sembarang akomodasi, karena terdapat hotel unik berbentuk menyerupai kontainer.

Dilansir dari laman Warrington Guardian, Selasa (22/11/2022), Qatar telah menyiapkan enam ribu kabin fan village yang mirip hotel kontainer. Penginapan ini bisa menampung hingga 12 ribu orang. Kabin ini kemudian jadi tempat menginap para penggemar tim Piala Dunia Qatar 2022 selama turnamen berlangsung.

Mengutip laman resminya, kabin fan village berada tidak jauh dari kota Doha dan dapat diakses dengan transportasi umum. Beberapa tipe kamar yang tersedia di antaranya Fan Village Cabins Free Zone, Fan Village Al Khor, dan Fan Village Cabins Rawdat Al Jahhaniya.

Setiap tipe penginapan memiliki kapasitas dan fasilitas berbeda-beda, tapi semua bisa dibilang super lengkap. Fan Village Cabin Free Zone dilengkapi tempat tidur twin yang bisa diisi dua orang. Setiap kamarnya pun sudah dilengkapi AC, shower, mesin pembuat teh atau kopi, kulkas, serta layanan kamar. Fasilitas lain yang didapat dari kamar ini di antaranya layar besar untuk menonton film, pusat kebugaran, dan lapangan tenis. 

3 dari 4 halaman

Harga Sewa

Keunggulan Fan Village Cabin Free Zone adalah lokasinya berada tidak jauh dari Lusail Stadium dan bandara. Fan Village Rawdat Al Jahhaniya punya fasilitas yang tak berbeda jauh dengan Fan Village Cabin Free Zone. Hanya saja, Fan Village Al Khor lebih eksklusif, karena harganya yang cukup mahal.

Tiap kamar di Fan Village Al Khor sudah dilengkapi AC, mesin pembuat kopi dan teh, TV layar datar dengan gratis saluran Qatar, mesin pengering rambut, kulkas, boks deposit, dan masih banyak lagi. Seorang pejabat Qatar mengungkap, selain dihiasi rumput hijau artifisial yang cantik, cabin fan village ini dilengkapi stasiun metro, halte bus, dan restoran yang sifatnya sementara. Tersedia pula toserba di dekat lokasi penginapan.

"Sebagian besar penggemar, mereka lebih suka jika bukan hotel, mereka lebih suka apartemen dan vila," ungkap kepala akomodasi di Komite Tertinggi Qatar, Omar al-Jaber. Jika tertarik menonton langsung pertandingan ke stadion, pengunjung juga bisa melakukan perjalanan dengan waktu tempuh hanya sekitar 40 menit.

Bagi para penggemar yang tertarik menginap di sini, harga per malamnya dibanderol mulai 740 riyal Qatar atau sekitar Rp3,1 juta. Sedangkan yang tertingginya dibanderol 1.512 riyal Qatar atau sekitar Rp6,5 jutaan.

4 dari 4 halaman

Peraturan di Qatar

Sebelum menginap dan menonton Piala Dunia 2022, Anda sebaiknya lebih dulu mencari tahu berbagai peraturan di Qatar. Ada sejumlah aturan yang berbeda dengan penyelenggara Piala Dunia pada umumnya. Salah satunya adalah melarang penjualan bir beralkohol di stadion. Meski begitu, bir non-alkohol masih akan dijual untuk para penggemar di 64 pertandingan.

Pengunjung di Qatar diminta untuk berpakaian sopan. Situs pariwisata Qatar mengatakan pria dan wanita harus 'menunjukkan rasa hormat terhadap budaya lokal dengan menghindari pakaian yang terlalu terbuka di depan umum'. Pengunjung diminta untuk menutupi bahu dan lutut mereka, dengan mereka yang kedapatan mengenakan celana pendek atau atasan tanpa lengan berpotensi diusir dari gedung-gedung pemerintah, pasar, dan kompleks perbelanjaan utama.

Ketika berada di depan umum, wanita Qatar diharapkan mengenakan abaya, yang merupakan jubah panjang berwarna gelap yang menutupi seluruh tubuh. Namun, pengunjung asing tidak perlu mengenakan ini atau menutupi rambut mereka. Tetapi mereka diharapkan untuk menutupi bahu mereka dan mengenakan rok atau gaun yang jatuh di bawah lutut.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.