Sukses

Profil Adinda Cresheilla, Finalis Puteri Indonesia 2022 dari Jawa Timur

Liputan6.com, Jakarta - Jawa Timur jadi salah satu provinsi yang wakilnya akan berkompetisi dalam malam final Puteri Indonesia 2022, Jumat (27/5/2022). Ia adalah Adinda Chresheilla.

Dilansir dari laman Puteri Indonesia, Jumat (27/5/2022), perempuan itu akrab disapa sebagai Dinda. Selain sebagai model, Dinda juga merupakan pengusaha.

Ia terpilih menjadi Puteri Indonesia Jawa Timur pada 1 Oktober 2021. Saat itu, Dinda berhasil mengalahkan 11 pesaingnya di ajang Grand Final Puteri Indonesia Jawa Timur.

Perempuan asal Kota Malang ini berhasil merebut hati juri setelah fasih berbahasa Inggris dalam babak advokasi saat menyampaikan program kerja yang akan diusungnya di babak lima besar. Saat itu, ia mengusung kesetaraan perempuan yang diungkapkan melalui advokasi selama kurang lebih satu menit.

Di posisi tiga besar, ia maju bersama kedua finalis lain, yakni Melati Tedja dari Surabaya dan Adhellia Ayu dari Gresik. Namun, hanya Dinda yang dinilai berhasil menjawab dengan baik pertanyaan dari Arumi Bachsin Dardak selaku dewan juri. Itu kemudian mengantarkannya jadi wakil Jawa Timur di ajang Puteri Indonesia 2022.

Untuk 2022, tema ajang Puteri Indonesia adalah Borobudur. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan Yayasan Puteri Indonesia dalam membangkitkan pariwisata yang jadi lokomotif ekonomi kreatif dan ekonomi berbasis budaya.

Rangkaian kegiatan kontes ini akan menggunakan visual warna yang menyoroti keagungan Borobudur, salah satu aspeknya termasuk pemilihan mode sampai visual secara keseluruhan. Sementara, pemilihan finalis Puteri Indonesia tetap merujuk pada prinsip 3B, yakni beauty, brain, dan behavior.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Memiliki Banyak Hobi

Adinda Cresheilla merupakan anak ketiga dari empat bersaudara yang tumbuh besar dalam budaya keluarga yang sangat maskulin. Sebagian besar dari keluarga Dinda adalah pembalap mobil.

“Jadi masa kecil saya dihabiskan untuk menemani dan menonton ayah dan kakak saya di sirkuit,” ia bercerita.

Sebelum aktif di dunia modeling, Dinda memiliki banyak hobi yang pernah ia gemari. Beberapa di antaranya seperti bermain basket, tenis, badminton, dan menyanyi.

Tidak heran jika banyak prestasi yang ia raih di masa remajanya. Beberapa penghargaannya adalah Pertunjukan Teater Terbaik, FISIP UI (2015), Presentasi Terbaik untuk Kampanye Google Allo (2017), serta Juara 1 UI Basketball CUP (2016&2017) Universitas Indonesia.

"Bola basket menjadi salah satu memori terindah sepanjang saya menempuh jenjang pendidikan, sehingga bagi saya, bola basket bukan sekedar kegiatan ekstrakurikuler, justru satu hal yang selalu mengajarkan saya mengenai kedisiplinan, kreatifitas, dan kekeluargaan," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Pendidikan Tinggi

Selain aktif di masa remaja, Dinda juga melanjutkan pendidikan tingginya. Ia meraih gelar Sarjana Sosial dalam bidang Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia.

Tidak sampai situ, ia juga meraih gelar double degree dari Universitas Indonesia dan Deakin University, Melbourne, Australia. Ia mengambil jurusan Digital Media dan tercatat lulus dengan predikat cum laude dengan IPK tertinggi di angkatannya.

Dinda juga sempat menerima Beasiswa Fakultas di Deakin University pada 2017. Selain itu, ia menerima Beasiswa Wakil Rektor, Valedictorian Jurusan, Universitas Indonesia, pada 2019. 

4 dari 4 halaman

Kesetaraan Gender

Di ajang Puteri Indonesia 2022, Dinda mengusung proyek sosial Better Equal sebagai advokasinya. Ia mengampanyekan kesetaraan gender dalam sektor pendidikan dan ekonomi.

Ia membangun kepedulian akan isu tersebut melalui media sosial, workshop, dan seminar. Ia dan tim akan memberikan pelatihan pada para wanita untuk meningkatkan hard skill dan soft skill yang berguna bagi masa depan.

Dinda memiliki keinginan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemberdayaan perempuan dan penghapusan stigma yang didasari gender. Tujuannya agar bisa mengimplementasikan goal SDG yang kelima yakni, Gender Equality.

“Bersama Better Equal, kami yakin dan optimis bahwa masa depan negara yang maju adalah sebuah sistem yang bisa mendukung dan memberi jalan bagi seluruh penduduknya untuk berkarya dan berdaya tanpa terkecuali gender,” jelasnya.

Salah satu motivasi mengikuti PPI 2022 adalah untuk membawa dan memperkenalkan urgensi dari Better Equal pada khalayak umum yang lebih luas lagi. Juga, menggunakan potensi dan pengalaman dirinya untuk jadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang. (Natalia Adinda)