Sukses

Sosok Laverne Cox, Transgender Pertama di Dunia yang Dibuatkan Boneka Barbie

Liputan6.com, Jakarta Laverne Cox baru saja membuat sejarah yang cukup unik. Perusahaan Mattel merilis boneka Barbie transgender pertama di dunia. Boneka itu terinspirasi dari aktris transgender Laverne Cox.

"Aku tak sabar menunggu para penggemar mendapatkan bonekaku di etalase toko dan berkesempatan mengoleksi boneka Barbie seorang transgender," kata Laverne dalam pernyataan resminya, seperti dilansir dari Page Six, Kamis, 25 Mei 2022.

Laverne pun merasa senang dan tersanjung bisa berkolaborasi dengan Mattel. Bagi Laverne Cox, hal ini seperti tidak nyata. "Aku rasamya tak percaya. Aku sangat menyukai pakaiannya," ujar sosok kelahiran 29 Mei 1972 ini.

"Aku harap banyak orang bisa berpenampilan seperti Barbie ini, dan bisa punya karier sepertiku," sambungya. Boneka Barbie yang dibuat berdasarkan sosok Laverne itu memakai gaun merah. Bagian atasnya berpotongan korset dengan lengan one-shoulder.

Namun saat pakaian Barbie tersebut dilepas, di bagian dalamnya ada busana lain yang tak kalah menarik. Di bagian dalam gaun Barbie ada catsuit berkilauan mengenakan sepatu bot.

Peluncuran boneka Barbie ini mendapat banyak tanggapan dari sejumlah pihak. Ada yang memuji tapi tak sedikit juga yang mencibir dan mengecam.

Meski menjadi kontroversi, Laverne tetap menyuarakan isu diskriminasi terhadap transgender. Melalui karya boneka Barbie tersebut, dia ingin menunjukkan kepada anak-anak tentang keberagaman. Ia bahkan mengatakn figur dirinya menjadi boneka Barbie sebagai pencapaian membanggakan bagi komunitas LGBTQ+.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Memakai Karya Rinaldy Yunardi

Aktris yang dikenal Orange is The New Black itu memang dikenal dengan gaya fesyen yang eksentrik. Saat hadir di Oscar 2022, Laverne tampil memukau dengan gaun sepanjang 1.000 meter.  Sejumlah penampilan lainnya di karpet merah pun kerap menuai pujian dan mencuri atensi.

Ia juga pernah memakai headpiece karya Rinaldy, mengenakan gaun Christian Siriano, anting-anting dari Anabela Chan, cincin dari Le Vian dan sepatu karya Kenneth Cole serta membawa clutch rancangan Judith Leiber saat tampil di Met Gala 2019.

Rinaldy mengunggah penampilan Laverne di akun Instagramnya pada Selasa, 7 Mei 2019. Unggahan tersebut mendapat banyak pujian dari warganet.

Pada 2015, Cox juga pernah masuk daftar wanita tercantik di dunia tahun 2016 versi Majalah People. Penampilan Cox begitu mengesankan saat berperan sebagai Sophia di drama komedi serial Orange Is the New Black sehingga mendapat banyak pujian.

Laverne Cox juga bekerja sebagai advokat yang mendukung transgender wanita. Menurut sejumlah media di Amerika Serikat, kecantikannya pun tak hanya terpancar secara fisik tetapi juga dari dalam hatinya. Pada Juni 2014, Cox menjadi transgender pertama yang tampil di sampul majalah Time.

3 dari 4 halaman

Mencerminkan Keragaman

Sementara itu, beberapa hari lalu, Mattel mengatakan bulan ini mereka akan merilis boneka Barbie pertama dengan alat bantu dengar di belakang telinga. Pembuat mainan juga memperkenalkan boneka baru dengan kaki palsu.

Dilansir dari Disabilityscoop, penawaran tersebut merupakan bagian dari koleksi Fashionistas, yang mencakup lebih dari 175 penampilan yang bervariasi dalam warna kulit, warna mata, warna dan tekstur rambut, tipe tubuh, disabilitas, dan mode, kata Mattel.

"Barbie dengan sepenuh hati percaya pada kekuatan representasi, dan sebagai lini boneka paling beragam di pasar, kami berkomitmen untuk terus memperkenalkan boneka yang menampilkan berbagai warna kulit, tipe tubuh, dan disabilitas untuk mencerminkan keragaman yang dilihat anak-anak di dunia sekitar mereka," kata Lisa McKnight, wakil presiden eksekutif dan kepala global Barbie dan boneka di Mattel.

4 dari 4 halaman

Paling Banyak Diminta

"Penting bagi anak-anak untuk melihat diri mereka tercermin dalam produk dan mendorong bermain dengan boneka yang tidak menyerupai mereka untuk membantu mereka memahami dan merayakan pentingnya inklusi."

Lini Fashionista telah memasukkan Barbie yang menggunakan kursi roda sejak 2019.  Saat itu, Mattel mengatakan perangkat tersebut merupakan salah satu fitur yang paling banyak diminta konsumen.

Perusahaan menunjukkan bahwa mereka bekerja dengan Dr. Jen Richardson, audiolog pendidikan, untuk memastikan representasi akurat dalam boneka dengan alat bantu dengar di belakang telinga.

Selain memperluas penawaran Barbie penyandang disabilitas, Fashionista baru tahun ini akan menampilkan boneka dengan payudara yang lebih kecil, melengkung dan seperti tipe-tipe tubuh asli.

Merek tersebut juga menambahkan boneka Ken dengan vitiligo, suatu kondisi yang menyebabkan bercak kulit kehilangan warna, serta ada juga Ken versi rambut pendek berakar, bahkan dengan tipe tubuh ramping.