Sukses

Berburu Cendera Mata dan #BeliKreatifLokal Khas Bali di Desa Wisata

Liputan6.com, Jakarta Sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia dan masuk jajaran top dunia, Pulau Dewata Bali bukan hanya menawarkan pesona alam dan budaya yang sensasional. Namun Bali juga memiliki beragam cendera mata dan produk ekraf (ekonomi kreatif) yang menarik untuk dibawa pulang dan dijadikan oleh-oleh untuk diri sendiri, kerabat, maupun teman-teman tersayang.

Buat kamu yang mencari destinasi menarik dan terbaru di Bali maupun wisata lain #DiIndonesiaAja ayo follow akun Instagram @pesona.indonesia dan TikTok @pesonaindonesia. Ada beragam rekomendasi wisata yang seru dan memorable. Selain itu, kamu juga bisa ikutan dan dapat merchandise hingga uang jutaan rupiah dari Pesona Punya Kuis (PUKIS) yang hadir dua minggu sekali di setiap bulannya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Bali memiliki banyak seniman dan perajin hebat sehingga bisa menciptakan beragam kerajinan yang unik, cantik, dan bernilai. Mulai dari kerajinan kayu, rotan, bambu, batok kelapa, patung, lukisan, kain tenun, hingga aksesori, semua ada di sana. Begitu kerennya, tak jarang pula wisatawan lokal dan mancanegara membeli dalam jumlah besar. 

Untuk menyempurnakan liburan kamu di Pulau Dewata, pastinya cendera mata dan produk ekraf khas Bali gak boleh dilewatkan bukan? Ada sejumlah destinasi yang bisa kamu kunjungi untuk #BeliKreatifLokal khas Bali. Mulai dari Krisna, Pasar Seni Kuta, Pasar Seni Kumbasari, Pasar Seni Badung, Pasar Seni Sukawati, Pasar Seni Guwang, Pasar Seni Ubud, hingga Pasar Tegallalang dan Jenggala. 

Namun jangan berhenti di destinasi itu saja, akan sangat menarik bila mendatangi desa wisata yang menjadi tempat asal kerajinan khas Bali dibuat. Selain bisa mendapatkan produk yang lebih autentik, kamu juga bisa merasakan atraksi menarik yang ditawarkan desa wisata tersebut, dari pesona alam, seni budaya, hingga kulinernya.

1. Desa Celuk - Kerajinan Perak dan Emas

Desa Celuk di Kecamatan Sukawati, Gianyar ini merupakan sentra produksi kerajinan perak dan emas di Bali. Segala yang berbau perak dan emas tersaji dalam berbagai macam bentuk dan desain.

Hasil kerajinan emas dan perak ini dapat dilihat di berbagai galeri dan art shop yang memajang berbagai macam bentuk seperti cincin, gelang, anting, kalung, liontin, hingga bros dalam berbagai bentuk yang unik. Wisatawan yang bertandang tak hanya bisa membeli, tapi juga bisa terlibat langsung dalam pembuatan perhiasan cantik tersebut.

Apabila kamu penasaran dengan keindahan kerajinan perhiasan khas Desa Celuk, ada baiknya berkunjung ke desa ini saat berlibur di Bali.

2. Desa Belega - Kerajinan Bambu

Lewat tangan dingin para perajin, bambu bisa dikreasikan menjadi berbagai kerajinan bernilai. Desa Belega di Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, terkenal akan kerajinan bambunya, salah satunya adalah bambu tutul.

Seiring berjalannya waktu, kerajinan bambu desa ini berkembang menjadi lebih berwarna dan dibuat untuk menjadi kerajinan lain seperti lampu, rak, kitchen set, dan berbagai perlengkapan rumah tangga serta aksesori bahkan rumah bambu mungil. Bambu-bambu itu tak hanya cantik dipandang tapi juga menjadi kerajinan yang anti rayap dan ramah lingkungan.

3. Desa Bona - Kerajinan Daun Lontar

Masih di Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, kamu juga bisa mengunjungi Desa Bona yang terkenal akan kerajinan dan anyaman daun lontar. Daun tersebut bisa dibentuk menjadi berbagai hal seperti tas, topi, wedding gift dan bisa order sesuai keinginan.

Begitu uniknya, hasil kerajinan daun lontar desa Bona berhasil menembus pasar Spanyol dan Italia. Selain daun lontar, Desa ini juga memiliki para perajin kain tenun dengan motif sulit seperti Ramayana atau pewayangan lainnya.

4. Desa Sebatu - Kerajinan Kayu

Desa Sebatu banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun nusantara dengan tujuan untuk melihat serta membeli hasil kerajinan kayu berbentuk buah-buahan, bunga, patung antik, patung Garuda, dan lain-lainnya. Selain kerajinan kayu, Sebatu juga memproduksi barang untuk sembahyang umat Hindu Bali atau keperluan menghias pura.

5. Desa Batubulan - Kerajinan dari Batu

Kawasan kerajinan di Bali yang tak kalah terkenal adalah Desa Batubulan. Desa di Kabupaten Gianyar ini memiliki perajin yang pandai memproduksi kerajinan dari batu.

Ukiran dan patung-patung yang kerap kamu lihat di rumah tradisional Bali merupakan hasil karya lokal, salah satunya dari Desa Batubulan. Selain ukiran dan patung besar, kamu juga bisa menemukan beragam barang-barang kecil untuk suvenir yang juga terbuat dari batu.

6. Desa Mas - Kerajinan Patung dan Ukiran

Desa Mas yang terletak di Ubud, Gianyar terkenal sebagai penghasil kerajinan berupa patung dan ukiran dari bahan kayu. Mudah menemukan toko-toko seni yang menjual hasil kerajinan seniman lokal, dari bahan kayu, batu, pasir, tanah, kaca, aluminium, tembaga, hingga kulit.

Tak cuma patung, di sana juga ada perajin batik, topeng, dan wayang Bali. Untuk kerajinan patung kayu, dimensinya luas dan beragam. Kamu bisa menemukan kerajinan berukuran kecil hingga sangat besar. Pengunjung pun bisa menyaksikan langsung para seniman yang sedang mengerjakan pahatan, ukiran, atau membuat patung.

7. Desa Gelgel - Kerajinan Tenun dan Songket

Desa satu ini bisa jadi favorit kaum hawa, pasalnya Desa Gelgel merupakan salah satu penghasil kerajinan tenun dan songket tersohor di Bali. Bukan hanya menawarkan pilihan kain beragam motif dan warna, di Desa Mas wisatawan juga bisa melihat langsung dan belajar singkat cara memproduksi kain tenun dan songket.

Kamu bisa mengunjungi Usaha Dagang (UD) Dians untuk melihat sejumlah koleksi kain tenun dan songket dari para perajin. Bila beruntung, kamu bisa menemukan kain yang juga dipakai oleh Presiden Jokowi.

8. Desa Tenganan Pegringsingan - Kerajinan Tenun Gringsing

Desa yang terletak di Kabupaten Karangasem ini merupakan salah satu penghasil kain tenun paling unik di dunia. Namanya Tenun Gringsing, cara menenunnya menggunakan teknik ikat ganda dengan alat tenun tangan yang hanya digunakan di tiga tempat di dunia.

Dua lainnya ada di India dan Jepang. Namun di Tenganan, teknik ini diperumit lagi oleh proses pewarnaan alami yang panjang dan bahan baku yang sulit. Sehingga kain gringsing terkenal sebagai salah satu kain tenun termahal di Indonesia. Di samping kain tenun, sebagian besar masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan menekuni usaha kerajinan anyaman ate, daun lontar, dan berbagai jenis cendera mata.

2 dari 2 halaman

#BeliKreatifLokal Dukung UMKM

Dengan #BeliKreatifLokal, kita tidak hanya memiliki kenang-kenangan dari setiap liburan dan perjalanan, tetapi juga turut mendukung perekonomian UMKM untuk bangkit di tengah masa pandemi ini.  

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan dan menggali potensi kreativitas masyarakat desa sehingga menjadi kekuatan dalam upaya pemulihan ekonomi termasuk membuka lebih luas lapangan kerja. Salah satunya mendukung  penetapan 12 desa kreatif di Jembrana Bali.

Desa Kreatif merupakan sebuah kawasan yang terletak di wilayah administratif desa/kelurahan yang masyarakatnya telah mengembangkan produk unggulan di satu atau lebih dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi desa.

Diungkapkan oleh Sandiaga, Desa Candikusuma di Jembrana memiliki potensi ekonomi kreatif subsektor penerbitan.

"Sektor penerbitan ini bisa kita kembangkan dan kami akan kembangkan. Selain destinasi, juga infrastruktur ekonomi kreatif. Kita juga punya program yang bisa kita kerja samakan untuk membangkitkan ekonomi dan membuka peluang usaha dengan terciptanya lapangan kerja," ujar Sandiaga. 

Dalam berbagai kunjungan ke daerah, Menparekraf Sandiaga Uno menegaskan Kementeriannya akan siap memberikan dukungan terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif dalam kerangka penciptaan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. 

Selain desa wisata kerajinan tersebut, jangan lewatkan pula keragaman budaya dan pesona alam khas Bali di Desa Penglipuran, Desa Pelaga, Desa Ubud, Desa Pinggan, dan Desa Jatiluwih Tabanan yang disebut Kemenparekraf sebagai representasi dari pengembangan berbasis wisata berkelanjutan di Indonesia.

 

(*)