Sukses

Kreasi Dessert Terinspirasi STMJ di Restoran Hotel Bintang 5 Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Adalah Honey and Tea, dessert kreasi chef Maxie Millian yang diceritakan terinspirasi dari STMJ, singkatan dari susu, telur, madu, dan jahe. Makanan penutup bercita rasa manis itu merupakan salah satu yang disajikannya dalam Chef Take Over Series di 1928 Restaurant, The Hermitage, a Tribute Portfolio Hotel, Jakarta. 

Event itu dijelaskan bersinergi dengan tema The Hermitage Jakarta: "Reviving The Heritage: Reminiscing The Past, Embracing The Future." Karena itu, acara yang rencananya akan terselenggara hingga September 2022 ini akan berfokus pada kekayaan kuliner Indonesia, sekaligus merayakan sejarah kolonial yang melekat di bangunan hotel bintang 5 tersebut.

Dalam acara ini, 1928 Restaurant akan jadi wadah para koki tamu untuk mempresentasikan resep-resep warisan keluarga mereka. Selain itu juga memberi penghormatan terhadap konsep gedung sejarah yang diusung hotel yang bangunannya merupakan cagar budaya tersebut.

"Ini sekaligus memberi pengalaman baru bagi para tamu," kata Ferdian Tobing, executive chef The Hermitage Jakarta, saat jumpa pers di hotel di bilangan Jakarta Pusat itu, Jumat, 13 Mei 2022.

Chef Maxie dari Apéritif Restaurant & Bar Ubud membuka penyelengaraannya pada 13 dan 14 Mei 2022 dengan meja penuh tereservasi. Tamu yang bergabung dalam acara makan malam ini disuguhi tujuh hidangan tasting menu yang dimasak berdasarkan resep warisan keluarga Maxie yang sudah diwariskan secara turun temurun.

"Ada juga yang terinspirasi tempat saya suka jajan," katanya di kesempatan yang sama. "Saya suka nongkrong di angkringan, makanya buat dessert yang terinspirasi STMJ."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Madu Fermentasi sampai Tomat

Dalam keterangan menu, dessert yang dimaksud: Honey and Tea, terbuat dari cokelat putih, kamomil, dan madu asal Flores yang difermentasi. "Madu yang difermentasi itu bisa berubah secara warna dan tekstur," katanya saat menghidangkan dessert tersebut.

Sejak suapan pertama, saya jelas menghirup aroma kamomil yang cukup kuat. Teksturnya pun lembut, dengan cokelat putih yang rasanya tidak terlalu kuat, pas disajikan bersama madu fermentasi berwarna sedikit kemerahan itu. Rasa madunya tidak banyak berubah, namun lebih harum dan teksturnya lebih cair. 

Sebelum makanan penutup unik tersebut, saya sudah lebih dulu mencicipi beberapa sajian lain. Pertama, ada Heirloom Tomato. Chef Maxie menjelaskan setelah menghidangan makanan tersebut bahwa, sesuai namanya, ini merupakan sajian berbahan dasar tomat yang dimanfaatkan seluruh bagiannya.

"Jadi, tidak ada yang dibuang (dari) tomat," tuturnya.

Rasanya asam menyegarkan. Sesuai janji chef Maxie, tidak banyak bumbu yang ditambahkan, membuat rasa tomat segar yang ringan mendominasi palet rasa penyantapnya.

3 dari 4 halaman

Makanan Utama

Hidangan selanjutnya bernama Otoru Goru. Ini berupa potongan tuna mentah yang sajikan bersama saus kemangi. Perpaduan keduanya serasi, yang mana saus kemangi menambah rasa sekaligus aroma, sementara potongan daging tunanya menghadirkan tekstur menarik di setiap gigitan.

Sebagai hidangan utama, chef Maxie menghadirkan Beef Gulai. Ini merupakan resep rahasia keluarga yang dipelajari Maxie dari ibu mertuanya yang asli Sumatra Utara. Lebih tepatnya, dikatakan chef Maxie, sajian ini dibuat merujuk pada resep kari medan yang biasanya dimasak ibu mertuanya.

Jenis daging yang dipilih adalah wagyu. "(Daging) sebelum sudah dimasak lebih dulu selama 10 jam," tuturnya. Pantas saja potongan daging yang disajikan bertekstur empuk nan lembut.

Selain tekstur daging, aroma khas gulai pun langsung memenuhi ruangan saat hidangan ini disajikan. Tiga potong acar wortel yang dihidangkan pun menyeimbangkan bumbu gulai penuh rempah, memberi sensasi segar di mulut. Pun dengan cracker bayam yang menambah tekstur renyah.

Di samping Beef Gulai, hidangan utama lainnya adalah Octopus Woku yang terinspirasi dari resep keluarga ayah Maxie yang bertahan selama tiga generasi di Manado.

4 dari 4 halaman

Chef Take Over Series

Menyusul chef Maxie Millian, masih dalam Chef Take Over Series, 1928 Restaurant akan menghadirkan koki tamu, Petty Elliott, jagoan kuliner Indonesia yang sekarang menetap di Inggris. Dengan semangat itu, dalam jumpa pers, chef Petty menjanjikan hidangan kaya rempah pada gilirannya, yakni 10 dan 11 Juni 2022.

Ia bercerita, "Sejak 17 tahun lalu, saat memutuskan berkarier di bidang kuliner, saya belajar dari komunitas (di Indonesia) melalui traveling. Dari situ, saya menyadari bahwa resep warisan itu penting sekali. Tanggung jawab kita semua untuk melestarikannya."

Dengan rempah sebagai tema besar, chef Petty menjanjikan hidangan bulan depan dalam Chef Take Over Series akan menghadirkan sedikit nuansa Manado, sedikit Aceh, dan ragam sambal dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Saya pribadi suka sekali dengan makanan Aceh. Menurut saya, mereka unik dan rempahnya banyak banget. Bisa (pakai) 20 rempah hanya dalam satu makanan," katanya.

Tongkat estafet pun diteruskan pada pemilik, serta koki restoran Mil’s Kitchen yang tersohor di Yogyakarta, Mili Hendratno. Chef Mili akan menghidangkan berbagai sajian yang dijanjikan bernuansa Yogykarta pada 22 dan 23 Juli 2022.

Lalu, disambung executive chef Desa Potato Head dan koki asli Bali, Wayan Kresna Yasa, pada Agustus 2022. Saat konferensi pers, chef Wayan berjanji akan menyajikan makanan Bali yang belum umum ditemukan di restoran. "Makanan (dari) Bali Timur," ia mengatakan. "Makanan dari sana yang belum terekspos."

Sementara, chef yang menutup seri ini pada September 2022 masih akan jadi kejutan untuk diumumkan kemudian. Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, tamu bisa menghubungi +6221 3192 6888 atau WhatsApp 0822 8983 6888.