Sukses

Mengunjungi Danau Terbesar dan Belajar Buat Kue Karah di Desa Wisata Aneuk Laot

Liputan6.com, Jakarta - Ada sederet desa wisata di Nusantara yang sayang untuk dilewatkan keindahannya. Salah satunya adalah Desa Wisata Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Aceh.

Desa Wisata Aneuk Laot memiliki danau terbesar di Kota Sabang, membuat suasana makin sejuk dan asri karena dikelilingi oleh hutan lindung. Danau Aneuk Laot merupakan wisata alam yang masih asri.

Dikutip dari disbudpar.acehprov.go.id, Rabu (11/5/2022), Danau Aneuk Laot tidak seluas Danau Laut Tawar. Namun, danau seluas sekitar 37,5 hektare ini mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin bersantai dan menikmati kuliner khas setempat.

Danau ini memberikan pemandangan alam yang sangat menawan dan dapat memanjakan mata. Daya tariknya semakin bertambah dengan air danau yang sangat jernih dan kebiruan. Selain bersantai, para pengunjung dapat menikmati kesegaran air danau dengan berenang dan bermain air.

Air yang jernih ditambah udara sejuk nan segar bebas polusi menjadikan tempat ini selalu padat pengunjung. Suasana yang menyenangkan ini menjadikan para wisatawan betah untuk berlama-lama.

Bukan hanya wisatawan domestik yang berkunjung, tak sedikit pula wisatawan dari mancanegara yang berlibur. Saat terbaik menikmati alam dan keindahan di danau ini pada saat sore hari, para wisatawan dapat menyaksikan indahanya matahari terbenam.

Suasana semakin sendu dengan hadirnya burung-burung menuju ke sarangnya pertanda hari mulai malam di Danau Aneuk Laot. Saat menjelang malam, lampu yang berada di atas danau menyala.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Atraksi Wisata

Pemandangan malam hari memberikan nuansa tersendiri. Suasana ini semakin menambah lengkap. Untuk mengunjungi Danau Aneuk Laot, Anda dapat menaiki kendaraan pribadi atau umum yang biasanya lewat Kelurahan Aneuk Laot.

Anda dapat melewati rute dari Jalan Untung Surapati menuju Jalan Cut Meutia. Setelah itu, pilih jalan menuju ke Jalan Diponegoro dan Jalan Abdul Majid Ibrahim. Danau Aneuk Laot ini terletak di Jalan Cut Nyak Dien.

Dikutip dari Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kemenparekraf, Desa Wisata Aneuk Laot adalah desa wisata berbasis budaya. Desa Wisata Aneuk Laot memiliki beraneka ragam budaya yang masih terpelihara saat ini.

Salah satunya membuat kue tradisional, kue karah, yakni kue sebagai isi talam saat mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan yang saat ini masih dijumpai di desa. Kegiatan ini dijadikan atraksi bagi wisatawan yang berkunjung ke Aneuk Laot.

Ada pula atraksi belajar menabuh rapaii dengan ketukan yang menghasilkan irama serta goyangan badan penabuh membuat tradisi ini menjadi menarik. Ini diajarkan di desa untuk wisatawan yang ingin menpunyai pengalaman menarik.

3 dari 4 halaman

Ikut Belajar

Keu Karah merupakan kue tradisional yang sangat gurih yang berasal dari Desa Wisata Aneuk Laot. Biasanya kue karah dibuat untuk acara khusus, yakni untuk isi talam pengantin dan juga untuk persiapan hari raya.

Cara membuat kue ini masih tradisional, yaitu dengan catakan batok kelapa yang dibolongi bagian bawahnya. Dengan ketukan yang beraturan, membuat adonan turun dan akan menjadi gumpulan seperti sarang burung. 

Wisatawan akan langsung diajarin oleh warga setempat untuk membuat kue karah. Tarif untuk mengikuti atraksi wisata ini mulai dari Rp50 ribu.

Selain membuat kue karah, wisatawan juga bisa ikut atraksi membuat anyaman daun kelapa. Untuk mengikuti aktivitas ini, wisatawan dikenakan biaya mulai dari Rp200 ribu.

Dikutip dari Regional Liputan6.com, tahun ini diadakan festival Tet Apam di anjungan pemerintah Kota Banda Aceh kompleks Taman Pekan Kebudayaan Aceh (PKA). Festival ini ditujukan untuk mengangkat minat generasi muda terhadap tradisi kuliner tua tersebut.

 

4 dari 4 halaman

Tout Apam

Festival yang diadakan selama setengah hari ini ramai dikunjungi karena warga bisa mencicipi secara gratis apam yang dibuat oleh para peserta yang mewakili sejumlah kecamatan. Pertarungan diadakan di halaman terbuka serta di bawah tenda, yang diisi oleh 11 grup dari sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh, plus dua kecamatan dari kabupaten tetangga, yaitu Aceh Besar.

Pantauan Liputan6.com, tampak sejumlah tungku api sedang menahan belanga tanah tempat adonan apam akan dituangkan. Namun, banyak peserta yang lebih memilih menggunakan kompor gas sebagai pengganti tungku sebagai pembuat apam bakar.

Selain atraksi wisata, Desa Wisata Aneuk Laot juga menyediakan homestay. Setidaknya ada tiga buah homestay menurut Jadesta, yakni Bu Mesra Homestay yang memiliki tempat tidur yang nyaman dan bisa diisi oleh 3--4 orang per kamar dengan harga Rp100 ribu per malam. Ada pula Bu Cut Homestay dengan harga Rp100 ribu per malam dan Bu Hanum Homestay dengan harga yang sama untuk per malamnya.