Sukses

Fiji Sambut Turis di Tengah Merebaknya Covid-19 Varian Omicron

Liputan6.com, Jakarta - Fiji membuka pintu bagi turis asing pada pekan lalu. Penyambutan ini dilakukan Fiji ketika sebagian besar negara di dunia menerapkan pembatasan perjalanan yang lebih ketat karena munculnya Covid-19 varian Omicron.

Dilansir dari Travel and Leisure, Minggu, 5 Desember 2021, Fiji mulai menyambut turis yang sudah vaksinasi Covid-19 lengkap dari "negara Travel Partner" pada hari Rabu, 1 Desember 2021. Menurut Tourism Fiji, negara kepulauan ini mengizinkan negara-negara tersebut masuk tanpa karantina.

Turis harus divaksinasi dengan vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna, atau Johnson & Johnson. Semua turis berusia 12 tahun ke atas harus menunjukkan bukti tes PCR negatif Covid-19 yang diambil dalam waktu tiga hari setelah keberangkatan mereka dari rumah sakit, dokter, atau lab.

Turis juga harus memesan masa inap minimal tiga malam di properti bersertifikat Care Fiji Commitment. Mereka juga harus mengikuti tes rapid Covid-19 48 jam setelah kedatangan mereka, dan memiliki bukti asuransi yang menanggung Covid-19.

Selama 48 jam pertama, turis diizinkan untuk menjelajah. Mereka diminta untuk menggunakan operator Care Fiji Commitment dan pengalaman wisata serta check-in menggunakan kode QR.

Wisatawan dapat tiba dengan anak-anak yang tidak divaksinasi. "#FijisOpen," cuit Tourism Fiji pada Rabu.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 
2 dari 4 halaman

Sambut Turis

"Hari ini adalah sambutan yang berbeda dari yang lain. Kami menyambut turis di penerbangan pertama dengan @FijiAirways, penuh dengan teman, keluarga dan orang-orang terkasih yang merupakan yang pertama dari banyak yang memanfaatkan perjalanan gratis q'tine, sinar matahari, senyum dan sambutan kami dan menyambut Bula Spirit. #OpenForHappiness," lanjut cuitan itu.

Pembukaan perbatasan terjadi ketika Fiji telah memvaksinasi 90 persen dari populasi orang dewasanya. Tetapi itu juga terjadi karena negara-negara di seluruh dunia yang telah menutup pariwisata atau memberlakukan pembatasan yang lebih ketat karena varian Omicron baru mulai merebak di seluruh dunia.

Pada Kamis, 2 Desember 2021, Presiden AS Joe Biden mengumumkan semua turis internasional, termasuk warga negara AS, akan diminta untuk menunjukkan bukti tes negatif Covid-19 yang diambil dalam satu hari penerbangan mereka, terlepas dari status vaksinasi mereka. Biden juga memperpanjang aturan pemakaian masker di transportasi federal hingga setidaknya 18 Maret 2022.

3 dari 4 halaman

Pembatasan Perjalanan

Demikian pula dengan negara-negara lain telah memberlakukan persyaratan masuk yang lebih ketat. Sebut saja Prancis yang mewajibkan semua turis dari luar Uni Eropa memberikan bukti PCR negatif atau tes antigen yang diambil dalam waktu 48 jam dari kedatangan yang direncanakan selain menunjukkan bukti bahwa mereka telah divaksinasi.

Jerman menerapkan lockdown untuk warga yang tidak divaksinasi pada Kamis. Sementara Israel menutup perbatasannya untuk orang asing sepenuhnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mendesak kelompok berisiko untuk tidak bepergian ke daerah dengan penularan komunitas. Hal ini termasuk orang-orang yang tidak sepenuhnya divaksinasi dan berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah atau meninggal, termasuk orang berusia 60 tahun atau lebih.

4 dari 4 halaman

Infografis Jurus Indonesia Tangkal Varian Omicron