Sukses

Cloud Kitchen Makin Menjanjikan untuk UMKM Kuliner di Masa Depan

Liputan6.com, Jakarta - Istilah cloud kitchen makin kerap terdengar. Konsep ini memungkinkan sejumlah UMKM kuliner mengoperasikan bisnis mereka dengan lebih efisien karena tersedia beragam fitur pendukung.

Hal itu disadari pula olah Go-Food, platform layanan pesan antar makanan dan minuman. Meski situasi awal pandemi sempat menghentikan laju ekspansi dapur bersama, sebutan bagi cloud kitchen mereka, kini mereka bersiap mengembangkan lebih banyak lagi.

"Setahun pandemi kemarin, kita stop (ekspansi) karena semua stay di rumah. Kita jaga prokesnya karena open kitchen itu very heavy interaction," ujar Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo dalam diskusi virtual '2 Tahun Perjalanan Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) dan Fokus GoFood untuk UMKM di 2022', Jumat, 15 Oktober 2021.

Tahun lalu, jumlah dapur bersama yang didirikan baru sekitar 28 buah. Semua terkonsentrasi di Jakarta. Tetapi kini, dapur bersama sudah mencapai 45 buah yang tersebar di tiga kota, yakni Jakarta, Bandung, dan Medan. 

"Target sampai akhir tahun ini 60 kitchen," sebutnya.

Ia menilai salah satu pendorong berkembangnya cloud kitchen adalah keterbatasan operasional mal. Selama pandemi, khususnya saat pemberlakuan PPKM Level 4 dan Level 3, restoran yang membuka tenant di pusat perbelanjaan nyaris tak berkutik. Meski tetap diperbolehkan beroperasi, mereka tak bisa maksimal menjual produk mereka lantaran selama ini bergantung pada kunjungan orang ke mal.

"Mereka (pengelola restoran) langsung nanya, 'can you give us solution bisa jualan tanpa lewat mal?'," kutip Catherine.

Dapur bersama ditawarkan sebagai solusi strategis. Banyak kelebihan yang bisa didapat merchant dibandingkan beroperasi di pusat perbelanjaan di masa pandemi. "Masih ada di mana orang itu khawatir keluar masuk mal," sahutnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Fitur Cloud Kitchen

Catherine menyebut salah satunya kelebihannya adalah biaya sewa yang lebih murah. Sementara, infrastruktur yang dibangun di dapur bersama fokus untuk efisiensi.

"Kita pasti ada di level bawah. Kita nego gimana caranya agar ada free parkir untuk driver. Lalu, ada lokasi ngecas telepon driver," sambung dia.

Pemilihan lokasi juga diperhitungkan dengan detail. Pihak GoFood merancang bagaimana caranya agar terbangun hyper locality mengingat konsumen saat ini ingin serba cepat.

"Jadi di lokasi itu supply and deman benar-benar didesain," sambung dia.

 

 

 

 

 

 

 

3 dari 4 halaman

Pentingnya Komunitas

Selain infrastruktr, hal penting lain yang jadi perhatian adalah komunitas. Menurut Catherine, komunitas terbukti jadi medium yang terbaik untuk mendukung UMKM kuliner bangkit bersama di masa pandemi. Bahkan, mampu menggerakkan pengusaha UMKM kuliner yang selama ini hanya berani melayani offline, mencoba ranah digital untuk mempertahankan laju usahanya di masa pandemi.

"Justru dengan komunitas itu, ada pelajaran yang didapat antar UMKM," kata Catherine. 

Go-Food memfasilitasinya dengan pendirian KOMPAG sejak Oktober 2019. Total sekitar 107 ribu merchant Go-Food bergabung di dalamnya. Mereka tak hanya saling berbagi tips mengembangkan bisnis, tetapi juga membangun rasa guyub antar-UMKM.

"Misalnya, merchant akhirnya ada yang buat corner untuk driver buat bisa nungguin. Kadang ngasih ide satu sama lain. Seperti ada yang bilang, drivernya dikasih air putih karena merchant and driver saling membantu," dia mencontohkan.

Ke depan, Go-Food berencana mengintensifkan lagi edukasi dengan lebih tersegmentasi. Pasalnya, sambung Catherine, masing-masing level usaha memiliki dilema yang berbeda.

4 dari 4 halaman

Cara Aman Pesan Makanan via Online