Sukses

6 Fakta Menarik tentang Kabupaten Paser yang Miliki Gua Tengkorak

Liputan6.com, Jakarta - Paser merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kotanya berada di Tana Pasar. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat dan Kutai Kartanegara di sebelah utara, Kabupaten Mamuju dan Selat Makasar di sebelah timur, Kabupaten Kotabaru di sebelah selatan, dan Kabupaten Tabalong di sebelah barat.

Luas wilayah kabupaten ini 11.603,94 kilometer persegi yang meliputi wilayah daratan dan lautan. Paser terbagi ke dalam sepuluh kecamatan yaitu Kecamatan Batu Sopang, Muara Samu, Batu Engau, Tanjung Harapan, Pasir Belengkong, Tanah Grogot, Kuaro, Long Ikis, Muara Komam, dan Long Kali.

Kecamatan Long Kali merupakan kecamatan dengan luas wilayah paling besar yaitu sekitar 29,56 persen dari luas wilayah Kabupaten Paser. Pada 2020, jumlah penduduk kabupaten ini sebanyak 275.452 jiwa. Penduduk perempuan di Kabupaten Paser sebanyak 131.805 jiwa dan penduduk laki-laki sebanyak 143.647 jiwa.

Tentunya masih banyak fakta menarik lainnya dari Kabupaten Paser. Berikut enam fakta menarik Kabupaten Paser yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber.

1. Asal Mula Nama Paser

Semula,Kabupaten Paser bernama Pasir hingga 2006. Sejak terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2007, Kabupaten Pasir berubah nama menjadi Kabupaten Paser dengan ibu kota di Tanah Grogot sejak 1959.

Seiring dengan perkembangan waktu, masyarakat setempat menginginkan perubahan nama dari Tanah Grogot menjadi Tana Paser. Tana Paser diambil dari kata Tanah dan Paser. Tanah dapat diartikan sebagai tempat kehidupan, sementara Paser terdiri dari dua suku kata yaitu Pa yang berarti terang benderang dan kemilau serta Ser yang berarti kemauan dan keinginan dari hati yang terdalam.

Filosofi dari Tana Paser adalah suatu keinginan yang semakin berpegang pada kebenaran, maka akan membuahkan kehidupan yang terang benderang dan kemilau menuju warga yang agamis dan sejahtera.

2. Gua Tengkorak

Gua Tengkorak terletak di Desa Kasungai, Kecamatan Batu Sopang, yang merupakan cagar budaya. Gua yang berada di tebing kapur ini berjarak sekitar empat kilometer dari tepi jalan trans Kalimantan KM 130 Balikpapan-Banjarmasin. Gua Tengkorak memiliki tinggi kurang lebih sekitar 50 meter.

Gua ini merupakan tempat penyimpanan tengkorak dan tulang Suku Pasir. Terdapat kurang lebih terdapat 35 tengkorak dan ratusan tulang belulang manusia yang merupakan sisa jenazah nenek moyang masyarakat setempat. Konon, gua ini merupakan tempat mengubur masyarakat yang menganut kepercayaan animisme sebelum masuknya kepercayaan Hindu dan Islam di Kerajaan Paser.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

3. Museum Sadurengas

Museum Sadurengas terletak di Kecamatan Paser Belengkong yang merupakan bekas banungan rumah salah satu Sultan Paser, yaitu Aji Tenggara, yang memerintah pada 1844-1873. Pada awal abad ke-19, tempat ini digunakan sebagai Istana Sultan Ibrahim Khaliludin.

Bentuk bangunan menyerupai rumah panggung yang dalam Bahasa Paser disebut sebagai Kuta Imam Duyu Kina Lenja atau Rumah Kediaman Pemimpin yang bertingkat. Rumah ini dibuat dari kayu kawi dan kayu ulin dengan ornamen ukiran yang dipengaruhi oleh budaya Eropa, Jawa, dan Timur Tengah.

Museum ini menyimpan berbagai jenis koleksi, di antaranya koleksi seni rupa, koleksi arkeologi, dan koleksi keramologika atau barang-barang yang terbuat dari tanah liat. Koleksi unggulan yang berada di museum ini yaitu mahkota sultan, lukisan Sultan Ibrahim Khaliludin, lukisan Dayang Waru, dan baju sultan.

4. Tari Ronggeng Paser

Tari Ronggeng Paser biasanya dipentaskan dalam acara pesta pernikahan, penyambutan tamu, dan hiburan rakyat. Fungsinya sebagai penghibur dan menjalin keakraban antar-suku. Tarian ini diiringi alat musik gambus, gendang paser, gong, dan gerincai. Alat musik gerincai dapat pula diganti dengan tamborin.

Kostum yang dikenakan oleh penari berupa baju kebaya polos yang digunakan oleh para wanita Paser zaman kesultanan. Aksesori pelengkapnya adalah sapu tangan dan selendang yang digunakan untuk ngibing, menarik atau mengajak penonton untuk turut serta menari.  

3 dari 4 halaman

5. Telaga Air Panas Danum Layong

Telaga Air Panas Danum Layong berada di Desa Sungai Imam, Kecamatan Long Kali, sekitar 80 kilometer dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Masyarakat setempat percaya bahwa telaga ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit atau gatal.

Air panas yang berada di telaga ini keluar langsung dari bawah bebatuan. Di sekitar telaga ini terdapat batu kapur, batu gunung, dan gua sebagai sumber air.

6. Air Terjun Doyam Seriam

Air Terjun Doyam Seriam merupakan air terjun bertingkat yang memiliki tinggi sekitar 650 meter. Terdapat tujuh tingkatan air yang dapat dilihat dengan memanjat bebatuan cadas yang besar dan licin. Sungai pada air terjun ini dapat digunakan sebagai tempat arung jeram.

Air terjun ini berada di kawasan hutan lindung tepatnya berada di Desa Modang, Kecamatan Kuaro. Untuk menuju area air terjun harus menggunakan kendaraan offroad atau kendaraan roda empat. (Gabriella Ajeng Larasati)

4 dari 4 halaman

Menanti Dimulainya Pembangunan Ibu Kota Baru