Sukses

Apa Manfaat Niacinamide dalam Produk Skincare bagi Kulit?

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan produk skincare saat ini telah masuk dalam beauty routine banyak orang. Di antara sekian banyak, niacinamide jadi salah satu kandungan yang tentunya tidak asing lagi.

Bukan tanpa alasan hingga niacinamide akhirnya dipilih dan ada dalam produk skincare. VP of Research and Development, PT Paragon Technology and Innovation dr. Sari Chairunnisa, Sp. KK, menyebut niacinamide adalah salah satu active ingredient yang pembuktiannya termasuk tertinggi dibanding active-active lainnya.

"Niacinamide well tolerated karena active mau efikasinya bagus, tapi kalau kita enggak bisa tolerated itu susah untuk dipakai rutin," kata dr. Sari dalam peluncuran virtual Wardah Lightening Serum Ampoule, Senin, 21 Juni 2021.

dr. Sari menambahkan, niacinamide aman untuk ibu hamil dan menyusui hinggaa remaja. Mengingat, niacinamide adalah salah satu active ingredient yang sudah terbukti penetrasinya ke epidermis atau lapisan kulit yang paling atas.

Lantas, apa saja manfaat dari niacinamide? dr. Sari menjelaskan, active ini dapat sebagai antioksidan, photoprotective, anti peradangan, dan memperbaiki barrier kulit. Niacinamide juga dapat meregulasi sebum atau minyak sehingga membantu pengguna dengan acne.

"Mencegah hiperpigmentasi, jadi kulit orang Indonesia lebih mudah terjadi masalah pigmentasi misalnya jerawat bekas kehitaman, ada flek," tambahnya.

Selain itu, cara kerja niacinamide juga dapat mengurangi kemerahan, fine lines atau garis halus, dan keriput. "Niacinamide suitable untuk yang kulitnya normal, acne, flek, atau eksema, kemerahan jadi niacinamide salah satu active untuk dipakai sehari-hari," jelasnya.

2 dari 5 halaman

Serum Ampoule

Label kecantikan lokal Wardah, kembali menghadirkan inovasi terbaru dari lightning series bernama Wardah lightening Serum Ampoule. Produk ini adalah memiliki kandungan advanced niacinamide dari DSM.

"Niacinamide yang kita pakai juga data risetnya ada proteksi terhadap blue light atau visible light (cahaya tampak)" jelas dr. Sari.

Ia menjelaskan, biru menjadi salah satu cahaya tampak dengan energi terbesar. Menurut penelitian, cahaya biru ini dapat memengaruhi kondisi kulit.

"Dalam penelitian lima tahun terakhir, energi blue light mungkin tak sebesar UV, tapi sumbernya ada dalam kehidupan sehari-hari, dari laptop, handphone, lampu," tambahnya.

3 dari 5 halaman

Atasi Blue Light

Dikatakan dr. Sari, beberapa penelitian blue light berefek pada kulit, meski tak sehebat sinar UV. Walau begitu, blue light dapat mengakibatkan beragam permasalahan pada kulit.

"(Blue light) bisa mencetuskan reaksi radikal bebas, bisa mengganggu ketahanan kulit, bisa membuat hiperpigmentasi, mempercepat aging juga," ungkapnya.

dr. Sari menyebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi blue light. Pertama, penggunaan skincare yang mengandung niacinamide dan kedua, penggunaan sunscreen.

"Ketiga, untuk sunscreen lebih spesifik kalau penelitian terkini adalah sunscreen yang ada warnanya agak kecokelatan digunakan di SPF 30 seperti anjuran di Asia Tenggara," tambahnya.

 
4 dari 5 halaman

3 Area Wajah Sering Disentuh Tangan Rentan Covid-19

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: