Sukses

Telan Biaya Rp2,8 Triliun, Miliarder Prancis Ubah Gedung Bekas Bursa Saham Jadi Museum Seni Kontemporer

Liputan6.com, Jakarta - Seni dan Paris merupakan harmonisme yang tidak bisa dipisahkan. Memperkuat anggapan itu, Bourse de Commerce, gedung bekas bursa saham di Paris, telah mengalami transformasi jadi museum seni kontemporer setelah menelan biaya 195 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp2,8 triliun.

Tiga tahun renovasi, desain ulang bangunan dipimpin arsitek Jepang, Tadao Ando, dan didukung tim arsitek Paris, termasuk NeM Architects Agency. Ruang yang luas, membentang lebih dari 10 ribu meter persegi akan menampung koleksi seni kontemporer miliarder Prancis, François Pinault, dikutip dari CNN, Selasa (18/5/2021).

Pinault merupakan pendiri Kering, perusahaan induk dari rumah mode Gucci dan Saint Laurent. Ia telah bekerja selama 20 tahun untuk membuka museum seni yang siap memamerkan koleksi pribadinya. "Bermula dari mimpi, mimpi yang sepertinya di luar jangkauan. Kemudian mimpi ini jadi ambisi," ujarnya dalam keterangan pers.

"Hari ini, ambisi itu menjadi kenyataan. Selama bertahun-tahun, saya ingin sekali bisa memamerkan koleksi saya di Paris, kota yang saya cinta," imbuhnya.

Pameran perdana museum bertajuk "Ouverture," mengacu pada karya simfoni pengantar yang dinyanyikan di awal sebuah opera, akan menampilkan karya-karya sejumlah seniman internasional, termasuk Kerry James Marshall, Marlene Dumas, Luc Tuymans, dan Cindy Sherman.

2 dari 4 halaman

Dialog Masa Lalu dan Masa Kini

Pinault menggambarkan debutnya sebagai "manifesto dari nilai-nilai" yang telah lama ia perjuangkan, yaitu haus akan kebebasan, sanggahan ketidakadilan, dan penerimaan keberagaman.

Mereka yang ingin berkunjung ke sini tinggal berjalan kaki dari Louvre. Bangunan yang dilindungi ini berasal dari abad ke-18 dan telah mengalami sejumlah renovasi selama bertahun-tahun. Bentuk aslinya yang melingkar didirikan pada 1767, ketika jadi tempat penukaran biji-bijian, pusat penyimpanan, dan penjualan gandum.

Ando menambahkan silinder beton pusat ke bagian dalam museum, di bawah kubah khas bangunan, sebagai "tanda hubung masa lalu dan masa kini, untuk menghasilkan visi masa depan.".

"Keseluruhan proyek telah dibangun di atas gagasan untuk mengatur dialog antara masa kini dan masa lalu," kata Martin Bethenod, wakil kepala eksekutif Pinault Collection.

Harmoni antara warisan dan modernitas dibangun di setiap inci desain ulang Bourse de Commerce, sampai ke kafe museum. Bahkan menu restoran, disebut Halle aux Grains, akan memberi penghormatan pada kehidupan masa lalu bangunan tersebut, yang menampilkan bahan-bahan sederhana, seperti sereal, biji-bijian, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

3 dari 4 halaman

Hari Museum Internasional

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: