Sukses

Taman Nasional Gunung Tambora Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah taman nasional di Indonesia mengumumkan tutup sementara menyambut libur Lebaran. Namun, lain halnya dengan Taman Nasional Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengumumkan tetap buka.

"Bahwa OWA (Obyek Wisata Alam) Oi Marai di wilayah kawasan TN Tambora masih tetap buka selama libur lebaran. Termasuk 4 OWA jalur pendakian yaitu, Jalur Pendakian Pancasila, Jalur Pendakian Doro ncanga, Jalur Pendakian Piong, Jalur Pendakian Kawinda Toi," tulis akun Instagram @btn_tambora, 11 Mei 2021.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTB, menyebutkan bahwa zona wilayah Kabupaten Dompu dalam status Zona Kuning (Zona Risiko Rendah dan wilayah Kabupaten Bima dalam status Zona Orange (Zona Risiko Sedang).

"Kami tetap melaksanakan secara ketat penerapan protokol kesehatan pada semua kegiatan termasuk operasional wisata alam dan pembatasan kuota kunjungan sebanyak 30% pada OWA dan jalur pendakian, sesuai arahan Bpk. Dirjen KSDAE melalui surat nomor S.390/ KSDAE/ PJLHK/ KSA.3/ 5/ 2021 tanggal 7 Mei 2021 tentang Penerapan secara Ketat Protokol Kesehatan pada Libur Panjang," sambung akun Instagram tersebut.

Berbeda dengan yang lain, para pendaki yang ingin ke Tambora tak perlu pesan tiket secara online. "langsung di pintu pendakian kak," jawab akun Instagram tersebut.

2 dari 4 halaman

Potensi Wisata Gunung Tambora

Kawasan Tambora sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan Pulau Sumbawa – Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, seperti melansir dari bksdantb.org, Jumat (14/5/2021). Potensi wisata yang dapat dikembangkan antara lain, wisata alam yaitu berupa wisata pendakian ke kaldera dan jelajah hutan (jungle tracking) kegiatan ini dapat dilaksanakan melalui tiga pintu pendakian yaitu Piong/Sanggar, Kawindato’i, Pancasila dan Doro Ncanga.

Untuk menuju puncak Tambora melalui Jalur Pendakian Piong, Kawindato’i dan Pancasila memerlukan waktu tempuh tiga hari dua malam dengan berjalan kaki. Sementara itu, jalur pendakian Doroncanga bisa ditempuh dengan kendaraan off road sampai pos tiga, kemudian dari pos tiga menuju Puncak Tambora hanya memerlukan waktu dua jam dengan berjalan kaki.

Selain itu, pada kawasan Gunung Tambora terdapat beberapa sungai yang airnya mengalir sepanjang tahun sehingga sangat potensial untuk pengembangan wisata tirta seperti jelajah sungai, canoing, foto hunting serta menjadi spot untuk kegiatan bird wacthing.

Kawasan konservasi Gunung Tambora juga dapat dikembangkan wisata minat khusus seperti paralayang, panjat tebing, off road, berkuda, wisata ilmiah dan lain-lain. Kawah Gunung Tambora merupakan daya tarik tersendiri bagi kawasan ini, letusan gunung Tambora dua abad yang lalu pada medio April 1815 menjadi sejarah yang sangat penting, karena konon abu vulkanik letusan Gunung Tambora sampai di benua Eropa.

3 dari 4 halaman

Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: