Sukses

Wisata Gua Batu Berkapur dan Batu Berkamar yang Menantang

Liputan6.com, Jakarta - Dari banyak objek wisata, wisata gua termasuk yang paling jarak dilakukan para wisatawan. Padahal, wisata gua mempunyai daya tarik tersendiri dan menantang.

Alasannya, untuk wisata gua, orang harus memiliki pengetahuan tentang gua yang akan dijelajahi. Karena gua memiliki berbagai macam jenis berdasarkan karakternya.

"Nah, dengan mempelajari itu kita akan mendapatkan informasi dan peralatan apa saja yang dibutuhkan dalam penjelajahan," tulis akun @ayoketamannasional_official, Jumat, 5 Maret 2021.

Taman Nasional Boganinani Wartabone yang terletak di antara Gorontalo dan Sulawesi Utara ini memiliki Gua Batu Berkapur. Gua ini secara alami terbentuk dari gugusan batu kapur.

Di pintu masuk bagian atas gua ini membentuk stalaktit dan stalakmit menghiasi gua yang mengalirkan air panas dari sungai. Beberapa hal yang dapat dilakukan di wilayah Hungayono adalah menikmati keindahan hutan hujan tropis.

Selain itu, pengunjung juga bisa menjelajahi gua batu kapur dengan stalaktit dan stalakmit, pengamatan satwa di seluruh wilayah, termasuk burung khususnya Maleo, rock climbing, fotografi, berenang, dan berkemah.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

Gua Batu Berkamar

Selain Gua Batu Berkapur, tujuan wisata potensial lain di Taman Nasional Boganinani Wartabone adalah Gua Batu Berkamar. Gua ini tersebar di lima lokasi di sekitar Taman Nasional Boganinani Wartabone. Semua gua tersebut terletak di Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Doloduo, Kecamatan Dumago Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut legenda, gua ini adalah buatan manusia yang dijadikan untuk pemakaman. Namun, tidak pernah ada fosil yang ditemukan. Ini adalah misteri di Gua Batu Berkamar dan menjadi warisan budaya.

"Gua Batu Berkamar terdiri dari beberapa lubang persegi Panjang dan di satu lokasi bisa terdiri dari 12-21 lubang. Selanjutnya, ada Gua Batu Berkapur. Gua ini memiliki keindahan stalaktit dan stalakmit. Membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk mencapai gua tersebut karena terletak kurang lebih 30 km dari ibukota kabupaten atau kurang lebih 10 km dari Taman Nasional Boganinai Wartabone," papar akun @ayoketamannasional_official.

Gua Batu Berkapur bukan termasuk gua yang sering dikunjungi karena kurangnya akomodasi yang menjadi hambatan pengunjung yang ingin melihat keindahannya. "Juli hingga Oktober adalah bulan atau musim terbaik untuk menjelajah gua-gua tersebut 😍😎," kata akun tersebut.

3 dari 4 halaman

Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: