Sukses

Staycation Melonjak Selama Pandemi Covid-19 di Eropa, dari Rumah Pedesaan hingga Tinggal di Perahu

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kekhawatiran larangan perjalanan ke luar negeri dan karantina ketat akibat corona Covid-19, masyarakat di Eropa mencari cara untuk mengisi libur musim panas. Mereka memilih staycation sebagai opsi berlibur mereka.

Mereka memilih penginapan Connemara hingga rumah perahu di Berlin, lereng ski Swedia, hingga taman aktivitas di Inggris. "Orang-orang masih ingin berlibur dan mereka terpaksa tinggal di Irlandia," ujar Direktur Pengelola Love Connemara Cottages Irlandia, Terry O'Toole, dilansir dari laman Arab News, Selasa, 16 Februari 2021.

O’Toole mengharapkan 80 persen hingga 90 persen dari 100 rumah liburan Love Connemara dipesan penuh untuk Juli dan Agustus 2021 dalam satu bulan. Ketika pembatasan COVID-19 dicabut pada periode yang sama tahun lalu, dia bisa menyewakan setiap properti tiga kali lipat.

Pemilik rumah liburan di seluruh Irlandia melaporkan permintaan yang sama kuatnya berkat perubahan besar dalam ekspektasi orang. "Mereka hanya ingin pemandangan yang berubah," kata Irish Self Catering Federation, Jacinta Doolan.

Hal yang sama juga terjadi di Inggris. Center Parcs, operator taman liburan yang lokasinya menawarkan aktivitas mulai dari menunggang kuda hingga melukis, mengatakan pemesanan untuk Mei 2021 dan seterusnya sangat kuat seiring peningkatan minat baru-baru ini.

Dengan akomodasi mandiri yang dianggap oleh beberapa orang sebagai cara yang lebih aman untuk berlibur, kantor Airbnb di Inggris mengatakan bahwa pada minggu terakhir Januari 2021, penelusuran untuk staycation musim panas di situs webnya lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu. Pencarian domestik di Irlandia empat kali lipat minggu lalu dibandingkan dengan beberapa minggu pertama Januari, kata Airbnb.

2 dari 4 halaman

Lonjakan Permintaan

Semenanjung terpencil Cornwall di ujung barat daya Inggris mengantisipasi lonjakan permintaan pada 2021.Terkenal karena pantai berpasir dan desa nelayan kuno, pemesanan akomodasi musim panas 50 persen hingga 100 persen naik di tempat biasanya pada saat ini, kata Malcolm Bell, Kepala Eksekutif Visit Cornwall.

"Rumah Anda, yang merupakan tempat perlindungan Anda, sekarang menjadi tempat kerja Anda, ruang kelas Anda dan penjara terbuka Anda," kata Bell.

Seperti O'Toole, dia memperhatikan beberapa turis domestik yang memesan masa inap lebih lama daripada sebelum pandemi. Tren staycation menandai musim panas kedua yang hilang untuk maskapai penerbangan Eropa yang terpukul paling parah.

Tetapi, perusahaan lain mendapat manfaat dari perubahan rencana liburan. XXL Swedia, misalnya, pengecer barang olahraga terbesar di wilayah Nordik, lonjakan perjalanan ke pedesaan setempat telah menyebabkan pemulihan yang cepat setelah musim dingin setahun yang lalu memaksanya untuk menjual stok.

Sementara di Jerman, situasi pandemi corona Covid-19 yang tidak terprediksi memunculkan gagasan berlibur dengan perahu rumahan begitu menarik. Hal itu membuat perusahaan persewaan perahu terbesar di Eropa, Le Boat, sibuk membangun lebih banyak perahu kanal untuk memenuhi permintaan.

Dengan pemesanan naik 60 persen bulan lalu, Le Boat meningkatkan armada Jermannya hampir 20 persen, sebagian dengan memindahkan kapal dari Prancis ke Jerman.

3 dari 4 halaman

Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: