Sukses

Tips Aman dan Sehat Naik KRL dari Kemenhub dan Reisa Broto Asmoro

Liputan6.com, Jakarta -  Di masa pandemi ini, KRL (Kereta Rel Listrik) atau commuterline menjadi salah satu transportasi yang banyak digunakan masyarakat. Kini saat PSBB tramsisi di Jakarta berganti menjadi PSBB ketat, transportasi umum pun ikut terpengaruh.

Di tengah PSBB ketat, KRL maupun Transjakarta tetap beroperasi untul melayani penumpang. Hal itu dilakukan karena masyarakat, terutama pekerja membutuhkan kendaraan publik.

Buat pekerja yang sering berangkat dan pulang kerja naik KRL, Anda harus mematuhi protokol kesehatan guna menekan penularan corona Covid-19.

Ada tujuh tips aman dan sehat saat naik KRL di saat PSBB ketat yang dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Perhubungan @Kemenhub151.

1. Wajib pakai masker

2. Tidak berbicara secara langsung atau melalui telepon

3. Kenakan baju lengan panjang

4. Membawa hand sanitizer

5. Cuci tangan

6. Menjaga jarak sesuai dengan tanda tempat duduk dan berdiri yang ada di stasiun atau dalam kereta.

7. Kalau Anda membawa tisu untuk melapisi tangan saat memegang handle kereta, jangan lupa tisu yang Anda pakai buanglah di tempat sampah. Jangan Anda tinggalkan di kereta atau KRL begitu saja dan jadi ajang menyebarkan virus corona.

2 dari 3 halaman

Agar Tak Jenuh di KRL

Tak hanya dari Kemenhub, Juru Bicara Pemerintah Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro juga punya tips bagi para pengguna KRL. Dalam unggahan di akun Youtube BNPB, 8 September 2020, ia menyebut upaya pertama yang harus dilakukan oleh semua pengguna adalah memakai masker dengan benar. Hal ini untuk meminimalisir penularan virus Covid-19 dalam ruang yang terbatas.

Semua penumpang juga diminta untuk tidak bertatap muka dan berbicara, baik di dalam angkutan KRL ataupun di area stasiun yang padat. Hal itu dilakukan karena berbagai temuan menyimpulkan bahwa air liur sebagai media yang baik bagi penularan virus Corona jenis baru tersebut.

"Kita harus basic menentukan penularan virus Covid-19, yaitu melalui percikan air liur. Maka, yang harus pertama disadari setelah memakai masker, yaitu tidak boleh berbicara untuk mengurangi risiko penularan," terangnya.

"Jadi ketika di ruangan kecil atau di eskalator stasiun yang sempit. Kita tidak boleh juga bertatap muka secara langsung dengan mengobrol untuk mengurangi penularan lewat air liur," tambahnya.

Dokter Reisa pun memberikan tips menarik yang bisa dilakukan pengguna KRL agar tidak jenuh saat menghabiskan waktu di sepanjang perjalanan ataupun di ruang tunggu stasiun. Anda bisa membaca buku favorit Anda ataupun mendengarkan musik melalui earphone.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: