Sukses

Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi Saat Ledakan di Beirut Lebanon

Liputan6.com, Jakarta -  Ledakan hebat yang terjadi ibu kota Lebanon, Beirut, menyisakan duka yang sangat mendalam.  Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 4 Agustus 2020 itu kabarnya menewaskan sedikitnya 135 orang dan 5.000 orang mengalami luka-luka.

Ada banyak kejadian mengharukan usai tragedi tersebut.  Salah satunya adalah cerita seorang perawat yang berhasil menyelamatkan tiga bayi di rumah sakit saat terjadi ledakan di Beirut. Cerita tersebut mengundang banyak rasa simpati.

Rumah sakit yang sudah berjuang dengan pandemi corona, sekarang benar-benar kewalahan dengan ribuan orang terluka dalam ledakan besar itu. Di antara semua itu, fotografer Bilal Marie Jawish berhasil menangkap momen seorang perawat 'dikelilingi oleh puluhan mayat' di Rumah Sakit Al Roum atau Al Roum Hospital di Distrik Ashrafieh, Beirut.

Dengan mengenakan scrub biru dan masker wajah, ia terlihat menerima panggilan telepon sambil menggendong tiga bayi dengan keadaan yang kacau. Fotografer itu mengatakan dia telah mendokumentasikan 'banyak perang' selama 16 tahun namun tidak pernah menemukan pemandangan seperti itu.

"Saya bisa mengatakan, saya tidak melihat apa yang saya lihat hari ini di daerah Ashrafia, terutama di depan rumah sakit dan saya melihat ada 'pahlawan wanita' ini. Dia seorang perawat dan tetap bertugas dengan sigap meski sambil menahan tiga bayi yang baru lahir, dan dikelilingi oleh puluhan mayat dan orang terluka," ucap Bilal, seperti dilansir dari Metro UK, Rabu, 5 Agustus 2020.

Saat ledakan terjadi, perawat tersebut sedang berada di bangsal bersalin. Namun, saat ledakan mulai mengguncang bangunan, perawat tersebut sempat pingsan.  Ketika sadar, ia mulai menyelamatkan tiga bayi yang ia lihat. Sejak itulah, ia terus memeluk erat ketiga bayi tersebut.

Kesaksian hampir serupa juga dialami oleh fotografer pernikahan, Mahmoud Nakib. Sesaat sebelum ledakan terjadi, Nakib sedang melakukan pemotretan prewedding.

2 dari 3 halaman

Mencari Tempat Berlindung

Saat terjadi ledakan, ia dan pasangan calon pengantin yang sedang diarahkannya langsung bergegas mencari tempat berlindung bersama orang-orang yang melakukan pemotretan lainnya.

Setelah ledakan, Nakib terus merekam lokasi di mana pepohonan dan benda-benda lainnya terlihat berserakan di mana-mana. Nakib kemudian mengarahkan kamera ke dirinya sendiri untuk mendeskripsikan pemandangan tersebut. Ia berkata dalam bahasa setempat, "Lihat aku, aku gemetaran." 

"Ada ledakan yang sangat, sangat besar. Semua etalase hancur. Beberapa orang terluka, tapi alhamdulillah kami baik-baik saja. Semuanya rusak," sambungnya.

Nakib mengatakan dia dan pasangan calon pengantin itu tidak terluka oleh ledakan dan mengatakan bahwa mereka semua berlindung di rumah terdekat. Area tempat pemotretan berlangsung dikatakan berjarak sekitar satu kilometer dari ledakan di pelabuhan Beirut di Lebanon.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini :