Sukses

Pesan Melawan Rasisme dalam Pilihan Fesyen Beyonce di Album Visual Terbaru

Liputan6.com, Jakarta - Di penghujung Juli, bintang pop Beyonce secara resmi merilis album visual bertajuk "Black Is King" di Disney+. Klipnya kemudian menghantarkan pemandangan mewah dan pelajaran sejarah yang disampaikan lewat fesyen, juga kecantikan.

Merupakan ekstensi karyanya di The Lion King, serial video musik yang saling berhubungan ini juga menghadirkan pengisi suara Chiwetel Ejiofor dan Seth Rogan, plus cuplikan soundtrack album The Gift.

Di tahun sejak dirilis, lagu-lagu tersebut jadi sangat familiar, namun visual ini menambah elemen lain. Black Is King dijelaskan menunjukkan pembawaan paling berwibawa dari pelantun Hello tersebut.

Melansir laman Vogue, Sabtu, 1 Agustus 2020, tak ada bingkai dalam film tersebut yang tak menyertakan pernyataan lewat fesyen. Jewel-toned blue Balmain gown karya Olivier Rousteing yang dikenakan bersama bangle emas di segmen pembuka merepresentasi karakter Beyonce.

Di waktu bersamaan, cow-print Burberry corset rancangan Riccardo Tisci menambah nuansa menggoda saat Beyonce menari di Already. Pemandangan Beyonce memegang bunga tak akan sebegitu powerful tanpa ledakan pink tulle ruffle karya Molly Goddard.

Aksesori juga memainkan peran krusial lewat seluruh kreasi dengan sentuhan bersinar karya Laurel Dewitt. Crystal-covered turban dan mahkota mutiara karyanya merupakan salah dua bukti visual tersebut.

Bersama beberapa label kenamaan, ada pula nama-nama desainer yang ikut terlibat. Salah satunya perancang busana asal Tel Aviv, Alon Livné, yang bertanggung jawab akan beberapa gaun putih yang dikenakan Beyonce.

 

2 dari 3 halaman

Representasi Ragam Kultur

Kombinasi busana dan aksesori tersebut dikatakan bermaksud merepresentasi ragam kultur dan tradisi. Sebagai contoh, tatanan rambut kepang oleh Neal Farinah mewakili banyaknya opsi styling untuk rambut orang kulit hitam.

Ragam elemen sengaja dikombinasikan untuk membuat visual menawan sekaligus merepresentasi pesan yang hendak disampaikan Beyonce. Dalam sebuah unggahan Instagram pekan lalu, penyanyi 38 tahun ini membagikan proses berpikir di balik narasi dan pentingnya seniman kulit hitam mengklaim kembali cerita mereka.

"Black Is King adalah usaha penuh cinta. Ini adalah pekerjaan kesukaan saya yang sudah saya rekam, teliti, dan sunting siang-malam selama beberapa tahun ke belakang. Saya telah mengerahkan semua kemampuan, dan sekarang itu juga jadi milik kalian," tulisnya.

Kendati direkam tahun lalu, pergerakan tentang melawan rasisme yang belakangan digagas membuat perilisan video ini dianggap penting. "Saya berdoa bahwa semua orang bisa melihat kecantikan orang-orang kita. Ini adalah sebuah cerita tentang bagaimana orang ditinggal dalam kondisi paling sengsara, namun punya bakat luar biasa," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: