Sukses

Mengenal Pasar Hewan di Wuhan, Tempat Berkembangnya Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Wuhan menjelma jadi kota mati setelah virus Corona menyebar. Sekitar 11 juta orang, yakni mereka yang terlambat mengevakuasi diri ke luar kota dan memutuskan berdiam diri di rumah. terisolasi di Ibu Kota Provinsi Hubei tersebut. 

Wuhan sebenarnya adalah salah satu kota terpadat di Tiongkok dan termasuk kota besar seperti Shanghai dan Beijing. Seukuran dengan London membuatnya jadi kota terbesar ke-42 di dunia dan terbesar ke-7 di RRT.

Virus Corona yang telah menyebabkan puluhan kematian dan ratusan orang jatuh sakit di seluruh dunia diyakini bermula dari sebuah pasar di Wuhan. Pasar itu menjual berbagai jenis hewan, termasuk hewan liar, menurut pihak berwenang setempat.

Sebuah studi mengisyaratkan seekor ular mungkin telah membawa virus tersebut ke pasar. Pihak berwenang percaya bahwa virus corona berasal dari hewan liar yang dijual Pasar Seafood (Makanan Laut) Huanan, Wuhan.

Dilansir dari South China Morning Post, 27 Januari 2020, papan iklan di pasar tersebut mencantumkan gambar rubah, buaya, anak anjing, serigala, salamander, ular, tikus, burung merak, landak, bahkan koala. Tercatat, Pasar Huanan menjual lebih dari 112 jenis hewan hidup.

Hewan-hewan tersebut ada yang dijual dalam kondisi hidup, namun tersedia pula jasa pemotongan hewan dan pengiriman. Pasar Seafood Huanan sendiri menjual kepiting, udang, dan aneka ikan. Namun, terdapat banyak hewan tak lazim dikonsumsi diperjualbelikan di sudut pasar di Wuhan tersebut.

2 dari 3 halaman

Pedagang Nakal Menjual Hewan Liar

Kebanyakan warga Wuhan menyayangkan pemerintah yang terkesan lamban dalam mengatasi situasi, termasuk soal menutup Pasar Seafood Huanan.

Menurut Gao Fu selaku direktur utama pengendalian dan pencegahan virus di Tiongkok, virus corona yang menyebar dipercaya berasal dari hewan liar di Pasar Huanan. Meski hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut mengapa virus ini bisa berada di sana.

Padahal, pemerintah Tiongkok sudah melarang dan mengawasi para penjual daging untuk tidak memasukkan atau menjual daging hewan liar di sana. Namun, masih banyak pedagang nakal dan tetap menjual daging hewan-hewan liar itu.

Hal ini juga semakin didukung setelah salah satu korban virus corona menyatakan, kebanyakan orang yang terjangkit virus ini merupakan pedagang daging atau orang yang bekerja di Pasar Huanan.

Yang jelas, Pasar Huanan di Wuhan saat ini sedang ditutup, setelah dilabeli sebagai 'ground zero', atau titik pertama penyebaran virus corona. Pemerintah juga menutup semua perdagangan daging hewan liar dan penjualan hewan masih hidup di pasar-pasar di Wuhan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Merapi Erupsi Lagi, Warga Tetap Cuek Beraktivitas
Loading