Sukses

Kuliner Malam Jumat: Tergoda Uniknya Rasa Bubur Goreng

Liputan6.com, Jakarta - "Bubur goreng dua porsi," sebut salah satu pegawai Bubur Goreng Bang Juna. Ucapan serupa berulang kali terdengar ketika silih berganti orang masuk ke warung tenda sederhana di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, tersebut.

Mendengar menu bubur goreng, dahi berkerut boleh jadi respons otomatis yang diikuti pertanyaan, 'Bubur kok digoreng? Bagaimana rasanya?'. Nyatanya, tanya itulah yang tepat diingini Diman ketika meracik resep sajian unik satu ini.

"Awalnya coba-coba. Karena kami memang mau jualan bubur, tapi mau yang beda. Karena kalau bubur ayam biasa kan sudah banyak," kata Dayat, adik dari Diman, saat ditemui di kedainya di bilangan Jakarta Selatan, Selasa, 10 September 2019.

Bukan soal mudah awalnya merintis usaha yang sekarang telah berusia lima tahun tersebut. Dayat bercerita, tiga bulan pertama jadi waktu paling sulit menjajakan bubur dengan sajian rasa berbeda itu. "Tapi, setelah orang coba terus balik lagi, usahanya mulai berkembang," tuturnya.

Kakak Dayat, Diman, yang merupakan penemu resep bubur goreng semula bekerja sebagai sopir seorang dokter. Perbincangan yang terjalin antar keduanya kemudian membuat lelaki asal Purwokerto, Jawa Tengah, itu diberi modal oleh si dokter untuk membuka usaha.

Diman yang masih langsung turun tangan meracik bumbu dan berbagai bahan pendukung bubur goreng membuat rasa sajian ini konsisten nikmatnya. Kendati membuka franchise, Bubur Goreng Bang Juna tetap tekun menjaga rasa.

"Karena bumbu, bahan (bubur goreng), semuanya dari kami. Sebelumnya juga bakal diajari sampai bisa. Ada semacam training. Habis itu sudah tinggal jualan saja, kami yang supply semuanya," jelas Dayat.

2 dari 3 halaman

Seporsi Bubur Goreng yang Menggugah Selera

Satu porsi bubur goreng berisi, tentu saja, bubur yang sudah digoreng dan ditambahkan kecap manis, suwiran ayam, potongan, sawi, bawang bombai, daun bawang, juga telur orak-arik, ditambah kerupuk, serta kacang.

Cara memasak dengan cara digoreng membuat semua isian, kecuali kerupuk dan kacang, menyatu sempurna. Jadi, dalam satu gigitan, Anda akan mendapatkan ragam tekstur dari bahan-bahan yang dipakai.

Juga, Anda bisa meminta tingkat kepedasan yang dikehendaki. Bila rasanya masih kurang pas, di meja disedikan sambal dan kecap manis untuk digunakan sebagai pelengkap sajian bubur goreng dengan rasa sesuai selera.

Rasa yang lezat sekaligus unik membuat bubur goreng per harinya terjual lebih dari 300 porsi. Di samping bubur goreng, di sini juga terdapat menu bubur ayam biasa dengan kuah kecap asin.

Belum bisa dipesan secara daring, selain di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Bubur Goreng Bang Juna juga bisa ditemukan di dekat Masjid Kubah Emas, Depok, Jawa Barat. Kedai sederhana ini buka dalam dua waktu setiap hari, yakni pukul 7.00--12.00 dan pukul 18.00--24.00.

Harga yang ditawarkan untuk seporsi bubur goreng cukup terjangkau, yakni Rp15 ribu saja, sementara bubur ayam biasa dijual Rp10 ribu. Jadi, tertarik mencoba?

 

Kami menerima kontribusi konten untuk rubrik Kuliner Malam Jumat, yaitu tempat kuliner yang cukup dikenal, punya ciri khas, dan masih buka pada malam hari. Konten harus berupa tulisan, foto dan video berdurasi sekitar 3 menit.

Tulisan berupa cerita mendalam tentang tempat kuliner malam yang diangkat sekitar 1.000 sampai 1.500 kata, foto minimal lima buah, dan video. Format konten video bisa dilihat dari video Kuliner Malam Jumat yang sudah ditayangkan.

Hasil liputan dikirim ke email: dinny.mutiah@kly.id. Tersedia hadiah menarik bagi yang karya terpilih. Untuk pertanyaan lebih detil tentang konten liputan Kuliner Malam Jumat, bisa ditanyakan melalui alamat e-mail yang sama.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kisah Penjual Nasi Kuning di Tengah Hamparan Penjaja Kue Pasar Subuh Melawai
Artikel Selanjutnya
Kuliner Malam Jumat: Rawon Setan Mbak Endang yang Pedasnya Nendang