Sukses

Waktu yang Tepat untuk Mengganti Smartphone Baru

Liputan6.com, Jakarta - Pola perilaku konsumen handphone atau telepon selular (ponsel) di Indonesia sangat konsumtif dalam beberapa tahun belakangan. Masyarakat Indonesia cenderung mengganti ponsel mereka dalam kurun waktu satu sampai dengan dua tahun.

Perkembangan teknologi yang pesat di smartphone atau gawai, di mana hampir setiap tahun beragam merek besar seperti Apple dan Samsung mengeluarkan handphone flagship terbaru mereka dengan teknologi yang paling mutakhir. Fitur-fitur seperti besarnya ruang penyimpanan memori, canggihnya kamera, desain layar yang lebih lebar sampai prestise membeli ponsel baru, menjadi pertimbangan konsumen Indonesia sebelum membeli ponsel.

Dimanjakannya konsumen dalam melakukan transaksi pembelian juga ikut mendorong mereka untuk mengganti ponsel pintar lama mereka ke yang baru. Program tukar tambah hp yang dilakukan oleh marketplace seperti Blibli dan Tokopedia serta jenama Samsung dalam beberapa tahun terakhir, mampu menjaring keantusiasan masyarakat untuk mengganti ponsel lama mereka ke seri yang paling terbaru.

Bagi Anda yang bingung kapan harus mengganti ponsel lama Anda ke yang baru, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk mengganti ponsel Anda.

Rentang Waktu Usia Ponsel

Setiap handphone terutama ponsel pintar mempunyai rentang waktu yang cukup beragam. Namun dibandingkan ponsel-ponsel dulu yang terbilang jadul, masa rentang waktu usia smarthphone terbilang cukup pendek.

Sebuah studi penelitian yang dilakukan oleh Consumer Technology Association (CTA) melaporkan bahwa rentang usia umur ponsel pintar rata-rata ada di kisaran umur 4,7 tahun. Jauh lebih rendah dibanding rentang usia barang elektronik lainnya, seperti laptop, kamera digital dan tv layar datar yang mempunyai rentang usia 4 – 7 tahun.

Atas dasar ini pula kebanyakan merek ponsel memberi garansi 12 – 18 bulan, karena setelah rentang waktu tersebut, seiring bertambahnya waktu, gawai akan mengalami “penuaan” yang membuat hp lemot, baterai lowbat dan lain- lain.

Ponsel pintar yang performanya cukup baik sekarang ini, bisa saja dalam waktu 2 – 3 tahun ke depan akan kepayahan saat membuka beberapa aplikasi tertentu.

Ponsel yang Digunakan Mulai Lemot

Saat ponsel mulai mengalami pelambatan atau lemot ketika Anda membuka aplikasi yang biasa dibuka, itu adalah kode kalau Anda harus mulai menabung untuk mengganti ponsel lama anda ke ponsel yang baru. Aplikasi handphone dibuat dan diperbaharui untuk mengikuti perkembangan perangkat keras dan lunak handphone keluaran terbaru. Sementara handphone lama dibuat dengan teknologi yang telah usang. Hal ini lah yang mengakibatkan performa ponsel lama menjadi tidak maksimal. Apalagi dibandingkan dengan sistem operasi iOS, salah satu kelemahan android adalah kinerjanya yang cukup lambat.

Kalau Anda menemukan gejala ini pada ponsel lama Anda, tidak ada salahnya untuk mulai menabung dari sekarang untuk membeli smarthphone keluaran terbaru tahun depan.

Baterai Mulai Melemah

Baterai merupakan salah satu permasalahan yang paling sering ditemukan di smartphone manapun. Apalagi di ponsel yang sudah berumur, sudah tentu baterai akan melemah dan terasa boros. Mengganti baterai smartphone lama bisa saja menjadi salah satu solusi, namun masalah ini tidak akan hilang begitu saja.

Dalam beberapa kemudian masalah baterai lowbat akan kembali muncul. Saat baterai handphone Anda mulai sering kehabisan daya tanpa bisa dikontrol lagi, itu lah saat yang tepat bagi Anda untuk mengganti smartphone lama Anda ke smartphone keluaran terbaru.

Layar Mulai Tidak Responsif

Masalah ini sebenarnya terbilang lumayan serius, ketika layar mulai kurang responsif dengan gerak jempol kita berarti itu menandakan bahwa handphone lama tersebut sudah kehilangan performanya.

Permasalahannya bisa terjadi di hardware yang sudah uzur dan aplikasi yang terus update mengakibatkan spefisikasi handphone sudah tidak mampu lagi membuka aplikasi- aplikasi tertentu karena teknologi yang digunakan telah ketinggalan zaman.

Tidak Mendapat Pembaruan Sistem Operasi

Kalau gawai Anda tidak mendapat update sistem operasi terbaru, berarti gawai Anda sudah uzur dan sudah saatnya untuk berganti ke ponsel keluaran terbaru.

Tidak adanya perbaruan sistem operasi bisa berakibat fatal pada data yang ada di handphone Anda, selain dapat terkena malware karena sudah tidak terlindungi lagi, beberapa aplikasi yang sudah diunduh dan terpasang di smartphone Anda menjadi tidak berfungsi.

Ruang Penyimpanan Data Sering Penuh

Kapasitas penyimpanan data menjadi salah satu fitur smartphone yang paling banyak dilirik selain kamera. Sering bongkar pasang aplikasi atau backup data ke laptop karena memori penuh. Atau memori tempat menyimpan data kalian sering penuh padahal aplikasi, foto, musik atau video sudah lama tidak diperbaharui, itu tandanya baru Anda harus siap-siap mulai menabung untuk membeli ponsel baru.

Membiarkan kapasitas memori penuh terlalu lama bisa mengakibatkan ponsel menjadi lemot karena kelebihan beban. Ponsel juga bisa sewaktu-waktu mati total karena memori yang rusak tetapi terus dipaksa bekerja melebihi kapasitasnya.

Rentan Rusak

Benda elektronik yang sudah berumur memang sangat rentan mengalami kerusakan. Hal tersebut sangat wajar karena kinerja hardware dan software sudah tidak lagi semaksimal seperti pertama kali dibeli. Handphone pun dipaksa bekerja di luar kapasitanya yang berakibat rentan mengalami kerusakan.

Kalau ponsel Anda sudah bolak- balik ke tempat service, hal itu menandakan bahwa sudah saatnya membeli handphone dengan spesifikasi dan teknologi yang paling baru.

Layar Retak

Retaknya layar handphone bisa menjadi masalah yang cukup serius, bukan tidak mungkin suatu saat akan berimbas pada kerusakan layar sentuh. Di beberapa merek, mengganti layar sentuh berarti harus membeli satu paket dengan LCD yang harganya tidak lah murah.

Satu LCD tidaklah murah, bisa mencapai harga Rp 1,5 juta. Kalau biaya mengganti LCD hampir sama dengan mengganti handphone baru, tidak ada salahnya untuk mengganti handphone layar yang retak kalian ke yang baru.

Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Menjual Ponsel Lama

Jika sedikitnya dua dari indikasi di atas dialami ponsel Anda sekarang, maka sudah saatnya bagi Anda menabung untuk membeli ponsel dengan teknologi dan spesifikasi keluaran terbaru yang dapat menunjang produktifitas serta kreatifitas kalian.

Namun sebelum membeli handphone terbaru, ada baiknya untuk melakukan hal- hal di bawah ini:

Back up Data

Anda pasti tidak ingin kehilangan data kalian, terutama foto- foto karena momen-momen tersebut akan sulit untuk diulang. Ada baiknya sebelum mengganti ponsel lama ke yang baru, Anda melakukan back up data. Anda bisa memindahkan beragam foto, notes serta dokumen- dokumen penting yang ada di handphone ke laptop atau komputer kalian.

Kalian juga bisa mem-back up data ke beberapa palikasi seperti iCloud untuk iPhone dan Google Photos, Google Drive atau Dropbox yang juga tersedia bagi handphone untuk sistem operasi iOS dan Android.

Factory Reset

Jika Anda berniat menjual atau melakukan tukar tambah ponsel lama dengan yang baru, pastikan untuk melakukan factory reset sebelum melakukan transaksi. Factory reset adalah mengembalikan setingan ponsel ke setingan pabrik sama seperti saat pertama kali memakai atau membeli handphone tersebut.

Melakukan factory reset sebelum menjual handphone lama kalian sangat dianjurkan agar data serta akun- akun email dan sosial media yang terdapat di handphone benar- benar terhapus.

Untuk melakukan factory reset Anda tinggal masuk ke setting lalu pilih reset. Sebelum handphone melakukan factory reset biasanya akan meminta PIN yang dipakai untuk mengunci handphone untuk memastikan bahwa perintah tersebut dilakukan atas toritas penggunanya. Jangan lupa, untuk pastikan semua data di ponsel sudah di-back up.

Keluarkan SIM dan Micro SD

Kalau Anda berniat untuk menjual atau melakukan tukar tambah handphone lama ke handphone baru, pastikan kartu SIM dan micro SD telah dikeluarkan sebelum menjual barang tersebut ke pembeli.

Micro SD dan kartu SIM biasanya menyimpan data seperti nomor kontak kerabat dan keluarga yang bisa dihubungi.

Kesimpulan

Sebenarnya tidak ada patokan yang wajib kapan harus mengganti ponsel lama ke yang baru, karena selain perkembangan teknologi yang tak dapat diantisipasi, hal ini juga tergantung dengan kondisi keuangan pengguna. Jika kantong dan isi saldo tabungan memungkinkan, tak ada salahnya untuk mengganti handphone setiap seri terbaru keluar jika memang mampu.

Namun jika kondisi keuangan tidak memungkinkan, jarak 2- 3 tahun pemakain adalah waktu yang tepat untuk mengganti handphone lama ke handphone keluaran terbaru.

Selain boros, mengganti ponsel setiap tahun juga hanya memberi sedikit manfaat bagi pengguna. Alasannya, perkembangan teknologi baik hardware maupun software tidak berubah terlalu signifikan dalam rentang waktu satu tahun.

Sebagai contoh, secara spesifikasi dan teknologi Samsung Galaxy Note 9 dengan Samsung Galaxy Note 10 tidak terlalu jauh. Dari segi perangkat keras, Samsung Galaxy Note 10 menggunakan System-on-Chip Exynos 9825 atau Snapdragon 855.

Kalau ditelaah lebih lanjut, perangkat keras Samsung Galaxy Note 9 yang menggunakan Exynos 9810 atau Snapdragon 845 di beberapa seri tertentu, secara kemampuan tidak berbeda jauh dengan Samsung Galaxy Note 10 keluaran terbaru.

Sebaliknya, kalau Anda pengguna Galaxy Note 8 atau Galaxy Note Fan Edition. Spesifikasi dan teknologi di kedua handphone tersebut sangat berbeda jika dibandingkan dengan Galaxy Note 10 atau Galaxy Note 10 Plus. Beberapa aplikasi mungkin akan tidak kompatibel atau lemot saat dijalankan di Samsung Galaxy Fan Edition.

Sebaliknya, aplikasi atau game tersebut akan sangat nyaman dimainkan atau dibuka di Samsung Galaxy Note 10 atau Samsung Galaxy Note 10 Plus.  Bukan hanya merek Samsung saja, hal ini juga berlaku di handphone flagship lain seperti iPhone dan Google Pixel.

Tidak hanya handphone seri flagship, dari segi hardware dan software, handphone kelas menengah ke bawah seperti Samsung J atau A juga tidak mempunyai kelebihan signifikan dari seri satu ke seri satu setiap tahunnya. Dengan metode pembayaran yang makin bervariasi, dari cash, cicilan kartu kredit hingga yang paling terbaru tukar tambah.

Pastikan kalian membeli handphone sesuai dengan kondisi keuangan dan kebutuhan kalian. Jadi, jarak 2- 3 tahun adalah jarak atau alasan yang paling logis untuk mengganti ponsel lama Anda dengan ponsel canggih keluaran terbaru, selain ponsel Anda mengalami kerusakan tentunya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Oppo Reno Ace Bakal Punya Fast Charging 65W
Artikel Selanjutnya
Realme XT Resmi Meluncur dengan Kamera 64MP