Sukses

Hebat, Indonesia Masuk Nominasi PATA Award 2019 di Perancis

Liputan6.com, Jakarta PATA France akan memberikan penghargaan pertamanya tahun ini. Penghargaan itu untuk promosi terbaik wilayah Asia-Pasifik. Indonesia masuk dalam finalis nominasi kategori destinasi bersama Australia dan Jepang.

PATA Awards Perancis akan diadakan pada 12 September 2019 nanti. Ada 30 kandidat bersaing dalam enam kategori berbeda. Yakni destination (tourist office), tour operator, distribution network, hotel group, airlines, dan cruise line.

Asosiasi yang diketuai oleh Sandrine Ledru (Article Onze Tourisme) dan Guillaume Linton (Asia VOYAGES) ini telah mengumpulkan para juri pada hari Selasa, 9 Juli 2019. Juri terdiri dari Céline Eymery (TourMaG.com), Marie Allantaz (ESCAET), Christine Giraud (Femmes du Tourisme), Jean-Pierre Mas (Les Entreprises du Voyage), Jean-Pierre Sauvage (BAR France), dan Hervé Tilmont (SETO - Syndicat des entreprises du tour-operating).

"Para kandidat memainkan peranannya. Kami tidak membatasi diri hanya kepada anggota PATA saja. Penghargaan ini akan menjadi sorotan destinasi-destinasi Asia Pasifik. Di saat yang sama juga menjadi dinamika dan potensi pasar Prancis.” jelas Guillaume Linton.

Tiga finalis dari masing-masing kategori antara lain, kategori Destinations (Australia, Indonesia dan Jepang), kategori Hotel Groups (Four Seasons, Jumeirah Hotels & Resorts, dan Shangri-La Resorts), kategori Tour Operators (Asia, FTI Voyages, dan Kuoni).

Sementara, kategori Airlines (Air Astana, Emirates, dan Finnair), Kategori Cruise Line (MSC, Ponant, dan Star Clippers), dan kategori Distribution Network (Leclerc Voyages, Havas Voyages, dan Selectour)

VITO Perancis merasa Indonesia bisa masuk finalis dalam 3 besar yang diseleksi di antara 18 negara di Perancis. Ini menunjukkan semua kerja keras Indonesia dalam mempromosikan Indonesia di Perancis membawah hasil dan dihargai oleh tourism partners di Perancis.

"Finalis PATA Awards harus memberikan presentasi selama 5 menit di depan 10 juri tanggal 12 September 2019, dan pemenang akan diumumkan setelah penjurian. Kita harapkan Indonesia bisa menjadi pemenang, untuk membuat nama Indonesia semakin harum di Perancis," ujar Kepala VITO France, Eka Moncarre.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya, menilai nominasi dari PATA Award France akan menaikkan gengsi Wonderful Indonesia di Eropa.

“Kita sedang serius menggarap pasar Eropa. Termasuk juga Perancis. Menjadi nominasi di PATA Award menjadi sinyal positif atas eksistensi Wonderful Indonesia di Eropa, khususnya Prancis. Kita tentu berharap bisa membawa pulang penghargaan, karena akan menjadi nilai lebih buat kita,” tutur Nia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, nominasi tersebut menunjukkan daya saing pariwisata Indonesia semakin diperhitungkan di level global.

"Kemenangan ini akan menjadi momentum yang sangat baik untuk memacu kinerja kita mencapai target 20 juta wisman pada tahun 2019," ujar Menpar Arief Yahya.

Mengapa award menjadi penting? Menurut Menpar Arief Yahya, award begitu penting karena tiga alasan yang biasa dia sebut 3C. Yakni Confidence, Credibility, dan Calibration.

"Confidence. Award akan menaikkan tingkat kepercayaan (confidence level) kita. Penghargaan pada dasarnya adalah sebuah legitimasi atau pengakuan. Bila kita mendapatkan penghargaan, maka self confidence kita akan naik," jelas Menpar Arief Yahya.

Menteri asal Banyuwangi ini juga memaparkan terkait Credibility. Dikatakannya, jika dikomunikasikan dengan baik, award yang diperoleh dapat menjadi cara marketing yang paling efektif untuk image.

"Kita tidak perlu bersusah payah menyampaikan keunggulan yang kita miliki. Orang lainlah yang menyatakannya. Nigel Botterill – pemenang BT Entrepreneur Award – menyatakan “It provides instant credibility! People will remember long after the award is presented,” ungkapnya.

Pria peraih Marketer of The Years 2016 ini menambahkan, membentuk persepsi melalui positive referal seperti ini sangat efektif. Dan tentunya harus diikuti dengan kinerja yang baik pula.

"Sementara Calibration penjelasannya begini. Sebuah penghargaan juga bermanfaat untuk menera apakah yang kita lakukan sudah benar sekaligus mengetahui posisi kita dibandingkan dengan yang lain," papar Menpar Arief Yahya.

"Menera berarti melakukan pengukuran apakah yang kita lakukan sudah ada dalam track yang benar atau tidak. Dan pengukuran ini menjadi penting, karena bila tak bisa mengukur, maka kita tidak bisa mengelola. If you cannot measure, you cannot manage," sambungnya.

 

(*)

Loading
Artikel Selanjutnya
Jadi Tuan Rumah WFC 2019, Bali Jadi 'Rumah Kelas Dunia'
Artikel Selanjutnya
Keunikan Malang Fashion Concerto Sukses Curi Perhatian Pecinta Fashion