Sukses

Kuliner Malam Jumat: Menikmati Hidangan Seafood di Pinggir Jalan

Liputan6.com, Jakarta Efendi asyik memanggang ikan gurame. Ia membolak-balik ikan dalam panggangannya itu kemudian melumurinya dengan kecap manis. Lelaki itu pemilik rumah makan Sari Laut Gelagah Wangi, yang menyediakan makanan laut (seafood), yang terletak di Jalan Cipto Mangunkusumo, Paninggilan, Tangerang.

Belum lagi ikan selesai dipanggang, beberapa ojek online (ojol) datang. Dari balik saku celananya, para lelaki itu menyodorkan pesanannya. 

"Gelagah Wangi ini awalnya bapak saya yang merintis sejak 1990-an di Petukangan, Jakarta Selatan," ujar Efendi kepada Liputan6.com, baru-baru ini.

Usaha tersebut berkembang pesat. Makin banyak orang yang menyukai hidangan laut, termasuk pecel lele dan ayam. Beberapa menu yang disajikan di tempat ini di antaranya, cumi saus Padang, kerang ijo, cumi tepung, kerang dara, bawal bumbu saus tiram, bawal asam manis, dan lain-lain.

"Di sini yang paling laris kepiting dan ikan bakar, kemudian cumi dan udang. Pemesannya daerah sekitar Paninggilan dan lewat online. Biasanya orang-orang kompleks yang memesan lewat online," tutur Efendi. "Pokoknya, macam-macam hidangan lain yang bisa dipesan di sini," sambungnya.

2 dari 3 halaman

Harga Standar

Mengenai harga, lanjut Efendi, tak ada masalah. Buktinya, banyak orang yang membeli menu yang ia tawarkan. Ia mencontohkan, satu porsi pecel lele dan nasi harganya Rp 16 ribu, sedangkan ayam bakar Rp 19 ribu.

"Kalau ikan bakar itu harganya Rp 50 ribu, seperti bawal, gurame, ikan kue. Masakannya ada yang pakai saus Padang, saus tiram, ada yang mentega, lada hitam, tepung. Macam-macam, tergantung permintaan pelanggan," kata Efendi.

Para pelanggan Sari Laut Gelagah Wangi, tak hanya datang dari kawasan Ciledug, tapi juga datang dari Kembangan di Jakarta Barat, Bintaro, Serpong, Cipondoh.

Buka mulai pukul 16.00 hingga tengah malam, Efendi mengatakan bisa menghabiskan 10 kilogram ikan. Dari 10 kilogram tersebut, pelanggan paling banyak memesan gurame saus tiram dan ikan kue bakar.

"Kata orang, sih, keistimewaan di sini karena sambalnya. Kami buat sambalnya diulek khas Lamongan," kata Efendi. "Biasa aja bahannya. Gula dicampur asam sama bawang putih," katanya tertawa. 

 Sementara itu, Diana mengatakan hidangan yang disajikan sangat enak. Selain pedas, juga bumbunya pun sangat terasa. "Harganya standar, nggak mahal-mahal banget. Lokasinya juga strategis, karena tak jauh dari rumah saya," tegas Diana.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Viral, Bakso Aduhai Isi Lobster dan Kepiting Terjual Ratusan Mangkuk di Surabaya
Artikel Selanjutnya
Kuliner Malam Jumat: Daging Empuk dan Bumbu Khas Jadi Andalan Sate Padang Takana Juo