Sukses

Terpikat Pesona Dhuha Fatih, Tentara Ganteng Anggota Kontingen Garuda

Liputan6.com, Jakarta - Selalu ada saja sosok yang berhasil menjadi sorotan di dunia maya dan seketika populer dengan banyak followers. Satu di antaranya adalah Dhuha Yuu Al Fatih, seorang anggota TNI Angkatan Udara tampan yang berasal dari Kota Sabang, Aceh.

Dhuha juga diketahui tergabung dalam pasukan Garuda Contingent XXXV-D. Sebagai TNI AU, pria bertubuh kekar dan tegap memiliki kewajiban dengan bertugas di berbagai belahan dunia.

Momen-momen saat menjalankan tugas tersebut juga tak jarang Dhuha Fatih bagikan melalui akun Instagram pribadi, @dhu_yuand. Saat berita ini diturunkan, Dhuha telah memiliki lebih dari 393 ribu followers di Instagram.

Salah satu potret yang dibagikan ketika Dhuha Fatih dalam balutan seragam TNI AU bernuansa biru. Ternyata, potret tersebut diabadikan ketika bertepatan dengan ulang tahun TNI AU.

"Dirgahayu TNI Angkatan Udara. "the first class Air Force" #HUT73TNIAU #HUTTNIAU73," tulis Dhuha Fatih di kolom keterangan potret pada 8 April 2019 lalu.

2 dari 5 halaman

Foto Bareng Menteri Pertahanan

Dhuha Fatih juga membagikan momen kebersamaannya dengan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. Berdasarkan keterangan lokasi yang disertakan Dhuha, potret itu diambil di Cibubur, Jawa Barat.

Foto itu menampilkan tubuh Dhuha yang kekar dibalut kemeja biru. Gayanya juga dipadu dengan celana panjang abu-abu. Dhuha lantas tengah bersalaman dengan Ryamizard Ryacudu yang mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam.

Tak banyak keterangan yang Dhuha sampaikan di kolom keterangan. "thank you, the Minister of Defense (Terima kasih, Menteri Pertahanan)" tulis Dhuha singkat dalam unggahan 22 April 2019.

3 dari 5 halaman

Penampilan Gagah Dhuha

Penampilan gagah tampak dalam potret ketika ia dalam balutan seragam lengkap. Potret yang diunggah pada 1 April 2019 tersebut mengabadikan ketika Dhuha menjalankan tugas di Sudan African Mission. Melalui kolom keterangan, ia menyampaikan untaian kata menyentuh.

"Hakikatnya menjadi seorang tentara adalah disiapkan untuk perang, kontrak mati. otak perang, fisik perang, taktik perang, disiplin, cepat, tegas, keras kadang kaku seperti kanebo kering. dimanapun di tempatkan sebagai apapun tugasnya bertujuan untuk memenangkan perang." tulis Dhuha.

"Namun dibalik itu tentara punya hati yg mencita citakan kemerdekaan dan perdamaian. jika pilihan itu ada, kami tentu memilih menjadi pembuat damai sesuai amanah negara "ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial." lanjutnya.

 

4 dari 5 halaman

Seragam Lengkap dan Menggendong Anak Sudan

Ada pula potret gagah Dhuha Fatih dalam balutan seragam TNI lengkap, backpack, serta senapan laras panjang berada di sisi kirinya. Rambut pendeknya tampak rapi dengan kacamata dan buff warna hitam.

Tak sendiri, dalam potret ia sembari menggendong salah seorang anak di Sudan. Kala itu, Dhuha tengah bertugas di Mournei, Darfur, Sudan.

"stop your tears and look at that, the sun will come on your land #peacefordarfur (hentikan air matamu dan lihat ity, matahari akan datang di tanahmu #peacefordarfur)" tulisnya di kolom potret.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading