Sukses

Wanda Ponika Siap Mengunjungi Sekolah yang Dibangunnya di Labuan Bajo

Liputan6.com, Jakarta Pada akhir tahun lalu, Wanda House of Jewels mendonasikan 20 buah kalung berlian yang seluruh hasilnya disumbangkan untuk membangun sebuah sekolah di Labuan Bajo melalui Happy Hearts Foundation.

Wanda Ponika, sang pendiri sekaligus Creative Director yang mengomandani team desain di Wanda House of Jewels, mengatakan kalau pembangunan sekolahnya sudah selesai.

Pada akhir Maret ini Wanda akan datang ke Labuan Bajo untuk melihat langsung ke sekolah itu, sekaligus membawa berbagai buku dan perlengkapan sekolah untuk anak-anak disana.

"Happy Hearts Foundation ini yayasan yang sudah membangun banyak sekolah di daerah terpencil di Indonesia, dan donatur nya banyak dari luar negri. Sebagai anak bangsa sudah saatnya kita ikut mengulurkan tangan untuk saudara kita yang membutuhkan," jelas Wanda dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Wanda berencana untuk menemui Ibu-ibu orang tua murid di sekolahnya di Labuan Bajo untuk sharing session. Selain itu putra sulungnya, Brandon Tanu, yang selama ini aktif menjadi coach di program “Dream Achiever” yang digagas oleh motivator James Gwee, akan ikut hadir untuk memberikan pelatihan bagi para siswa disana.

Wanda juga akan membagikan buku berjudul “Bully Aja, I Don’t Care” sebuah buku tentang pengalaman Brandon menghadapi bully sekaligus cerita dan tips dari Wanda saat mendampingi putranya dalam menghadapi masa masa-masa sulit.

2 dari 2 halaman

Aktif di Kegiatan Sosial

Wanda memang sudah tak asing lagi dengan berbagai kegiatan sosial. Ia sudah bertahun-tahun memberikan operasi jantung gratis bagi anak-anak melalui Yayasan Jantung Indonesia, mamografi gratis untuk ribuan wanita prasejahtera melalui Yayasan Kanker Payudara Indonesia dan mengkampanyekan pentingnya pencegahan dini untuk kanker payudara.

Tahun lalu, bersama sutradara Putrama Tuta, dia juga menggagas sebuah video yang melibatkan sejumlah tokoh masyarakat dan selebriti bertema “I’m Change” untuk mendukung pembangunan sekolah di NTT.

"Saya percaya , di dalam rejeki kita ada rejeki orang lain. Dan menolong itu tidak boleh memandang suku, agama dan ras. Prinsip saya, tangan kanan harus selalu ada di atas. Memberi dan membantu, sedikit atau banyak tak masalah yang penting ikhlas. Membantu juga bisa dengan mendedikasikan tenaga dan waktu," tutur Wanda.

Saksikan video pilihan di bawah ini: