Sukses

Pakaian Seperti Apa yang Dibutuhkan oleh Korban Bencana Alam?

Liputan6.com, Jakarta - Bencana alam kembali menerjang Indonesia menjelang akhir 2018. Setelah tsunami memporakporandakan kawasan pesisir Banten dan Lampung selatan, bencana longsor menerjang warga di Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat sehari sebelum tahun baru.

Berbagai lembaga di Indonesia membuka penyaluran donasi untuk korban bencana alam di beberapa daerah di Indonesia. Salah satu barang yang sering didonasikan ialah pakaian layak pakai. Namun, tak semua pakaian ternyata cocok diberikan kepada korban bencana. Maka itu, beberapa lembaga sengaja menentukan jenis pakaian yang bisa diterima. 

"Saat ini, ACT hanya menerima donasi berupa pakaian baru," ujar tim ACT saat dihubungi oleh Liputan6.comRabu, 2 Januari 2018.

Tak hanya pakaian, tim ACT juga menerima donasi berupa kebutuhan sandang lainnya. Kebutuhan itu berupa selimut, handuk, pembalut, popok dan lain-lain.

Selain ACT, ada juga lembaga seperti Clothes for Charity (CFC), bagian dari lembaga kemanusiaan Gemilang Indonesia. "Kita menerima segala jenis pakaian, kecuali seragam sekolah dan jas kantor," kata tim CFC. Selain itu, mereka juga menerima donasi berupa sepatu dan tas yang masih memiliki nilai jual untuk segala usia.

Laman howstuffworks.com juga mencatat bahwa pakaian yang hendak disumbangkan haruslah disusun dahulu berdasarkan jenis dan ukurannya. Pakaian tersebut harus dalam keadaan bersih.

Apabila masih ada pakaian yang kotor tapi masih bisa dipakai, pakaian tersebut haruslah dicuci terlebih dahulu. Setelahnya, pakaian-pakaian tersebut harus dikemas berdasarkan pengelompokannya. (Esther Novita Inochi)

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

Wanita Ini Berwajah Barbie dengan Tubuh Kekar

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Minimnya Edukasi Bencana bagi Warga di Zona Merah
Artikel Selanjutnya
2.500 Bencana Alam Ancam Indonesia Tahun 2019