Sukses

18.000 Anak di Asia Tenggara Akan Disurvei Gaya Hidup Sehatnya

Liputan6.com, Jakarta Gaya hidup sehat sebanyak 18.000 anak usia 6 sampai 12 tahun akan dipelajari lewat studi Southeast Asia Nutrition Survey II (SEANUTS II). Studi yang digelar perusahaan susu global Royal FrieslandCampina ini akan mempelajari status gizi anak-anak di Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Studi ini menggandeng berbagai lembaga penelitian dan universitas terkemuka sebagai mitra pelaksana. Di Indonesia, studi akan dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Informasi yang akan dikumpulkan antara lain data-data pertumbuhan, asupan makanan, aktivitas fisik, dan parameter biokimia. Studi ini juga akan menitikberatkan pada asupan protein dan status gizi karena tingkat dan besarnya kasus malnutrisi (kelebihan atau kekurangan gizi).

 

2 dari 2 halaman

Program gaya hidup sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi

“Kami menyambut baik kerja sama dengan FrieslandCampina dalam studi besar yang mendalam untuk mendapatkan temuan-temuan soal tren pertumbuhan, kebiasaan diet, pola aktivitas fisik, pola tidur, dan status gizi anak-anak di negara kita," ujar Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Ketua Tim Riset SEANUTS II Indonesia.

SEANUTS pertama mengungkapkan banyak anak di Indonesia menderita masalah gizi ganda (kekurangan dan kelebihan gizi). Dan pada SEANUTS II, hasil yang didapat diharapkan bisa digunakan untuk mengembangkan program-program intervensi nasional, memperkaya pengetahuan ilmiah dan mendukung kebijakan pemerintah.

"Studi ini akan memberi kita informasi menyeluruh mengenai kesenjangan status gizi anak, sebagai dasar pengembangan inovasi produk susu serta program gaya hidup sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang mereka," ucap President of Consumer Dairy Royal FrieslandCampina Roel van Neerbos.