Ikutan Ajang Sejenis, Gelar 3 Puteri Indonesia Dicopot

3 Finalis Puteri Indonesia 2017 dicopot gelarnya karena melanggar ketentuan kontrak

Diterbitkan 18 Juli 2018, 21:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Yayasan Puteri Indonesia mengumumkan pihaknya mencabut gelar Puteri Indonesia bagi tiga wanita yang mewakili tiga provinsi dalam ajang Puteri Indonesia pada 2017. Mereka adalah Sri Maya Dian, Puteri Indonesia NTB 2017, Karina Nandia Saputri, Puteri Indonesia DKI Jakarta I 2017 sekaligus Puteri Intelegensi 2017, dan Ratu Vasthi Annisa, Puteri Indonesia Banten 2017.

Pencopotan gelar Puteri Indonesia ini disampaikan Yayasan Puteri Indonesia melalui unggahan di akun instagram @officialputeriindonesia. Pihaknya menilai ketiga puteri ini telah melakukan pelanggaran atas kontrak yang telah disepakati sebelumnya.

 

Mengikuti ajang sejenis

 

Memang berbeda gairah yang muncul disaat kita melakukan hal yang kita suka dengan hal yang kita lakukan hanya semata ingin melebihi orang lain. Terimakasih banyak ko @alfonslee83 Owner dari @terasindonesiaofficial atas supportnya untuk saya dengan outfit yang kece dan lucu 🙏😘

A post shared by Dian Maya (@dianmy) on

Senior Corporate Communication Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu Mega menyampaikan alasannya saat dihubungi Liputan6.com melalui sambungan telepon. Ketiganya melakukan pelanggaran atau kontrak kerja yang telah ditandatangani bersama, yaitu tidak boleh mengikuti ajang beauty pageant sejenis atau internasional selama masa kontrak dua tahun tersebut.

"Mereka bertiga melanggar ketentuan. Sudah dipanggil dan diajak bicara, dan mereka sudah menandatangani keputusan kami. Dan seperti yang kami sampaikan bahwa sebagai badan hukum Yayasan Puteri Indonesia atau Mustika Ratu harus mengumumkan keputusan ini di publik melalui social media," tutur Mega.

Diketahui Sri Maya Dian, Puteri Indonesia NTB 2017 sedang mengikuti ajang Miss Grand Indonesia 2018. Sementara Ratu Vasthi Annisa, Puteri Indonesia Banten 2017 mengikuti ajang Miss Earth Indonesia 2018. Dan Karina Nandia Saputri, Puteri Indonesia DKI Jakarta I 2017 mengikuti ajang Miss Global Tourism International.

Keikutsertaan ketiganya dalam beauty pageant di luar lisensi Yayasan Puteri Indonesia ini tidak diketahui dan tidak disetujui oleh pihak Yayasan Puteri Indonesia.

 

It is an honor to serve you as Miss Earth Indonesia 2018. Thank you for entrusting me with this role Bapak Johnnie and Eljohn Pageants, and thank you for showering me with your love and support everyone! I am one grateful girl!🙏🏽

A post shared by Ratu Vashti Annisa (@ratuvashti) on

Pencopotan gelar dan fasilitas

 

before the final show — I would like to say thank you very much to all of you who supports me in these past 24 days during the quarantine of Miss Global Tourism 2018 in China. I can’t say a words of what I’m feeling right now, but believe me that whatever the result is; I already did my very best for you, Indonesia 🇲🇨❤️ . mohon doanya untuk Indonesia di malam final besok, semoga semua lancar dalam memberikan yang terbaik di malam final besok ❤️🇲🇨 . . #misstourismglobalindonesia #misstourismglobal2018 #thequeenmakerproduction

A post shared by Karina Nandia Saputri (@karinandiasa) on

Dalam unggahan di instagram @officialputeriindonesia, ketiga finalis Puteri Indonesia 2017 telah melakukan pelanggaran kontrak yang telah ditetapkan sebelumnya. Sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut, Yayasan Puteri Indonesia memutuskan untuk mencabut gelar dan fasilitas yang telah didapat dalam ajang pemilihan Puteri Indonesia 2017.

Meski gelar tersebut dicabut, ketiganya masih diperbolehkan untuk berkonsultasi dan membina hubungan keluarga dengan Yayasan Puteri Indonesia.