Liputan6.com, Jakarta Pulau Dewata Bali tak hanya memiliki keindahan alam yang memukau, namun juga prospek menggiurkan di sektor properti. Sebagai salah satu provinsi dengan aktivitas bisnis yang sibuk, kebutuhan akan unit properti tetap tinggi.
Mulai dari akomodasi berupa hotel dan villa, sampai dengan ruang bisnis seperti kios dan ruko. Maka jangan heran apabila perkembangan harga properti di Bali bersaing dengan dua kota besar lain di Indonesia, yakni Jakarta dan Surabaya.
Tingginya jumlah pendatang dari turis asing maupun lokal menjadi faktor utama yang mendorong denyut properti di Bali. Turis dari Tiongkok tercatat mendominasi profil pengunjung yang datang ke Bali.
Advertisement
Simak juga: Jangan Hanya Liburan, Beli Juga Rumah di Bali!
Hal ini diketahui dari data Kantor Pariwisata Provinsi Bali di mana jumlah turis Tiongkok yang tiba di Bandar Udara Ngurah Rai, meningkat hingga 59,6% dari 386.096 menjadi 511.773 dibanding periode yang sama ditahun sebelumnya.
Di akhir bulan Juni, mantan presiden Amerika Serikat Barrack Obama dan keluarganya juga berkunjung ke Bali dalam beberapa hari. Kedatangannya merupakan usaha dari Menteri Pariwisata Indonesia untuk mempromosikan pariwisata dalam negeri, khususnya bagi warga Amerika Serikat.
Dengan semakin tingginya turis yang berkunjung ke Bali, maka okupansi sewa terus menerus meningkat. Tidak hanya itu, kondisi tersebut juga berpengaruh pada harga jual rumah tapak baik primer maupun sekunder. Demikian hal tersebut seperti dikutip Rumah.com.
Contohnya di wilayah Denpasar, harga rumah kini sudah tidak terjangkau untuk kelangan menengah ke bawah. Pasalnya rumah dengan luas tanah 100 meter dipasarkan mulai Rp1 miliar hingga Rp4 miliar, tergantung lokasi dan konsep bangunan yang diusung.
Fakta ini bisa dibuktikan dengan menyimak langsung ulasan beberapa perumahan di kawasan Denpasar seperti Oasis Residence, Kencana Nila Mansion, dan Karang Sari Mansion.
9 dari 10 orang bilang lokasi lebih penting daripada harga saat mencari rumah. Setujukah Anda?Suarakan pendapat Anda lewat survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index. Berhadiah total 10 juta untuk 5 pemenang!
Tren Harga Rumah Tapak
Rumah tapak menjadi salah satu subsektor properti yang populer dipilih oleh para investor luar kota. Banyak pemilik rumah tapak yang menyulap unitnya menjadi villa berasitektur unik demi menarik wisatawan lokal maupun turis datang menginap.
Baca juga: Potensi Investasi Baru di Bali Barat dan Utara
Di sisi lain, mereka bisa menempati unit hunian dengan bebas kapanpun ingin berlibur ke Bali. Berbeda dengan kondotel atau apartemen, di mana pemilik unit harus membayar sejumlah uang atau berbagi penghasilan sewa dengan pengelola gedung.
Selain fleksibel, kenaikan harga rumah tapak di Bali juga menunjukkan sinyal positif. Merujuk ata yang dirilis Rumah.com Property Index, median harga rumah tapak di Bali pada kuartal satu, dua dan tiga tahun ini terbilang stabil dengan peningkatan sekitar Rp800.000 per meter persegi.
Di awal tahun 2017, harga rumah per meter persegi berada di angka Rp12,42 juta. Banderol ini tidak mengalami kenaikan atau penurunan pada kuartal dua. Akan tetapi, di kuartal ketiga, harga pasaran dikoreksi positif menjadi Rp12,5 juta per meter persegi.
Angka ini diharapkan mengalami peningkatan di penghujung tahun 2017, sehubungan dengan tingginya jumlah turis yang memutuskan berlibur di musim liburan sekolah, natal dan tahun baru.
Jika menunda waktu pembelian, harga rumah di Bali tentu akan terus beranjak naik. Oleh karena itu, segera kunci properti investasi Anda dari sekarang dengan mencari pilihan unitnya mulai Rp700 juta di Perumahan Baru.
Isnaini Khoirunisa
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/382182/original/050167200_1470730650-IMG_4270_ok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1780043/original/068725000_1511496996-Bali-Harmoni-Tibubeneng-Villas.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/916085/original/009668100_1435788780-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)