Liputan6.com, Malang - Ketika bicara tentang masakan khas Malang di Jawa Timur, mungkin salah satu yang terlintas di benak kita adalah Orem-orem. Hidangan berbahan dasar tempe ini sangat sayang dilewatkan jika melancong ke kota yang berjuluk Kota Dingin itu.Â
Ada dua jenis tempe yang digunakan dalam pembuatan Orem-orem, yaitu tempe yang seperti biasanya kita makan dan tempe semangit atau tempe setengah busuk. Tempe yang telah dipotong kecil-kecil itu kemudian disiram dengan kuah santan yang dibuat dengan campuran berbagai macam rempah-rempah dan kaldu ayam.Â
Advertisement
Tak hanya tempe dan kuah santan, Orem-orem biasanya juga berisi potongan ketupat, tauge, dan taburan bawang goreng. Sebagai penyempurna, sajian seporsi orem-orem ini juga busa dinikmati dengan potongan ayam goreng dan sambel untuk menggugah selera makan.Â
Orem-orem yang lezat tentu saja membutuhkan keahlian memasak untuk mengolah semua bahan dan bumbu dengan pas.
Nah, buat kamu yang ingin menikmati orem-orem lezat, kamu bisa mendapatkannya di warung Orem-orem Khas Malang yang beralamat di Jalan Blitar No 14, Sumbersari, Lowokwaru, Malang. Kalian bisa mencobanya setiap hari mulai jam delapan pagi sampai empat sore.
Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, seporsi orem-orem di sana hanya seharan Rp7.000 saja. Paling mahal harganya Rp12.000, itupun sudah mendapat porsi lauk yang lengkap.Â
Warung Orem-Orem Khas Arema menjadi salah satu andalan warga Kota Malang ketika hendak menikmati pakanan yang dulunya cuma disajikan ketika ada hajatan saja. Apalagi Sejak tahun 1995, rasa orem-orem tempe di warung itu tetap sama nikmatnya.
Simak juga video pilihan berikut ini:Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320188/original/007408700_1786339779-cek_fakta_-_sri_mulyani_berbagi_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/3912330/original/041290500_1642981820-WhatsApp_Image_2022-01-24_at_07.43.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373274/original/016421100_1476382611-malang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308469/original/066276600_1785143425-jur1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308033/original/007313800_1785126147-Kecelakaan_beruntun_di_jalur_Surabaya-Malang.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8789375/original/002886600_1782897902-hiring.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301575/original/004741400_1784477458-Penemuan_mortir_di_Malang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300081/original/031492700_1784290845-Screenshot_2026-07-17_191916.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300141/original/061057200_1784295998-Screenshot_2026-07-17_204607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299745/original/072153300_1784273067-IMG-20260717-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8961587/original/052160000_1782976559-perut_ayam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260603/original/062785500_1781608950-38808.jpg)