Liputan6.com, Jakarta - Menunaikan ibadah umroh ke Baitullah adalah impian setiap Muslim di seluruh dunia, sebuah perjalanan spiritual yang mendalam untuk memperbarui iman dan menyucikan jiwa. Memahami urutan ibadah umroh secara benar menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian ibadah dapat dinyatakan sah dan diterima oleh Allah SWT. Ibadah ini dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun, berbeda dengan haji yang terikat waktu tertentu.
Untuk memastikan kelancaran dan kekhusyukan, persiapan yang matang sangatlah penting, tidak hanya secara fisik dan finansial, tetapi juga mental dan spiritual. Dengan bekal pengetahuan yang memadai mengenai setiap rukun dan wajib umroh, jamaah dapat menjalankan setiap langkah dengan tenang dan penuh keyakinan.
Nabi Muhammad SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk menunaikan umroh setidaknya sekali seumur hidup. Setiap langkah dalam urutan ibadah umroh sarat dengan makna ketaatan, kerendahan hati, dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Berikut selengkapnya:
Advertisement
Pengertian Ibadah Umroh
Secara bahasa, umroh berarti berkunjung atau berziarah. Dalam konteks syariah Islam, umroh diartikan sebagai ibadah yang dilakukan dengan cara mengunjungi Baitullah (Ka'bah) di Mekah dengan tata cara tertentu, seperti tawaf, sa'i, dan tahallul. Umroh sering disebut sebagai "haji kecil" karena pelaksanaannya mirip dengan ibadah haji, namun dengan rangkaian yang lebih sederhana.
Perbedaan utama ibadah umroh dengan haji terletak pada waktu dan pelaksanaannya. Ibadah haji hanya bisa dilakukan pada bulan Dzulhijjah, sedangkan umroh dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun. Selain itu, saat menunaikan umroh, jamaah tidak melakukan wukuf, mabit, serta melontar jumrah seperti halnya ibadah haji.
Mempelajari urutan ibadah umroh sebelum keberangkatan sangatlah krusial. Pengetahuan ini membantu jamaah menjalankan setiap rukun dengan lebih tenang dan khusyuk, sehingga ibadah yang dilakukan menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT.
Advertisement
Syarat dan Rukun Penentu Keabsahan Umroh
Sebelum memulai perjalanan suci, terdapat beberapa syarat wajib yang harus dipenuhi oleh calon jamaah agar ibadahnya sah. Syarat-syarat ini meliputi beragama Islam, telah baligh atau dewasa, memiliki akal sehat, berstatus merdeka, serta mampu secara fisik, mental, dan finansial. Bagi perempuan, wajib didampingi oleh mahram.
Selain syarat, ada pula rukun umroh yang merupakan amalan pokok dan wajib dilaksanakan. Jika salah satu rukun ini tidak terpenuhi, maka ibadah umroh dianggap tidak sah. Ada lima rukun umroh yang harus dilakukan secara berurutan: ihram, tawaf, sa'i, tahallul, dan tertib.
Ihram adalah niat untuk memulai ibadah umroh dari miqat, diikuti dengan tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran. Selanjutnya, jamaah melaksanakan sa'i dengan berjalan atau berlari kecil antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Rangkaian ini diakhiri dengan tahallul, yaitu mencukur atau memotong sebagian rambut, dan yang terpenting adalah tertib dalam melaksanakannya.
Wajib Umroh dan Konsekuensinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5013645/original/063822200_1732075532-tips-umroh.jpg)
Wajib umroh adalah amalan yang harus dilaksanakan, namun jika terlewat atau ditinggalkan karena uzur, ibadah umroh tetap sah dengan catatan wajib membayar dam atau denda. Ini berbeda dengan rukun yang jika ditinggalkan akan membatalkan seluruh ibadah.
Dua amalan yang termasuk dalam kategori wajib umroh adalah ihram dari miqat dan mencukur atau memotong rambut (tahallul). Ihram dari miqat berarti memulai niat ihram dari batas-batas geografis yang telah ditentukan syariat. Miqat ini berfungsi sebagai penanda dimulainya larangan-larangan ihram.
Meskipun tahallul juga merupakan rukun, beberapa ulama menganggapnya sebagai wajib umroh yang jika ditinggalkan dapat diganti dengan dam. Hal ini menunjukkan pentingnya tahallul sebagai penutup rangkaian ibadah dan penanda berakhirnya larangan ihram bagi jamaah.
Advertisement
Urutan Pelaksanaan Ibadah Umroh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
Memahami urutan ibadah umroh secara detail sangat membantu jamaah dalam menjalankan setiap prosesi. Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang harus diikuti oleh setiap jamaah.
Persiapan dan Ihram dari Miqat
Langkah awal dalam urutan ibadah umroh adalah persiapan diri dan ihram dari miqat. Jamaah dianjurkan untuk mandi seperti mandi junub, memakai wangi-wangian terbaik bagi laki-laki, dan mengenakan pakaian ihram. Pakaian ihram untuk laki-laki adalah dua lembar kain tanpa jahitan, sedangkan wanita memakai pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
Niat ihram dilakukan di miqat, yaitu batas-batas geografis yang telah ditetapkan. Contoh miqat bagi jamaah dari Madinah adalah Dzul Hulaifah atau Bir Ali, sementara jamaah dari Indonesia umumnya melafalkan niat ihram di Bir Ali.
Setelah niat, jamaah mengucapkan bacaan niat umroh, seperti "لَبَّيْكَ عُمْرَةً" (Labbaik 'umrotan) yang berarti "Aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah Umrah."
Setelah niat, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak membaca talbiyah hingga tiba di Makkah. Bacaan talbiyah adalah:
"لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك".
Artinya: "Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu."
Memasuki Masjidil Haram dan Tawaf
Setibanya di Makkah, jamaah disunahkan mendahulukan kaki kanan saat memasuki Masjidil Haram dan membaca doa masuk masjid. Setelah itu, dimulailah tawaf, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad. Posisi Ka'bah harus berada di sebelah kiri jamaah saat tawaf.
Selama tawaf, disunahkan mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan dan menciumnya jika memungkinkan. Jika tidak, cukup memberi isyarat dengan tangan. Bagi laki-laki, disunahkan berlari-lari kecil atau ramal pada tiga putaran pertama. Mengusap Rukun Yamani juga dianjurkan pada setiap putaran.
Tidak ada dzikir atau bacaan khusus yang diwajibkan saat tawaf, sehingga jamaah dapat membaca Al-Qur'an, doa, atau dzikir yang disukai. Kekhusyukan dalam setiap putaran menjadi fokus utama ibadah ini.
Shalat Sunnah di Maqam Ibrahim dan Minum Air Zamzam
Setelah menyelesaikan tawaf, urutan ibadah umroh selanjutnya adalah melaksanakan shalat sunnah tawaf dua rakaat. Shalat ini disunahkan dilakukan di belakang Maqam Ibrahim, jika kondisi memungkinkan.
Setelah shalat sunnah tawaf, jamaah dianjurkan untuk minum air Zamzam. Air Zamzam memiliki keutamaan dan keberkahan tersendiri dalam Islam, seringkali menjadi penawar dahaga dan penguat fisik setelah rangkaian ibadah.
Sa'i antara Safa dan Marwah
Rukun selanjutnya dalam urutan ibadah umroh adalah sa'i, yaitu berjalan atau berlari kecil antara bukit Safa dan Marwah. Sa'i dimulai dari bukit Safa menuju Marwah, kemudian kembali ke Safa, yang dihitung sebagai satu putaran.
Prosesi sa'i dilakukan sebanyak tujuh kali perjalanan, dan akan berakhir di bukit Marwah. Bagi laki-laki, disunahkan berlari-lari kecil di antara dua tanda hijau yang telah ditentukan. Saat mendekati bukit Safa, disunahkan membaca Surah Al-Baqarah ayat 158.
Tahallul: Penutup Rangkaian Ibadah
Setelah menyelesaikan sa'i, jamaah melakukan tahallul sebagai tanda keluar dari ihram. Tahallul ini merupakan penutup rangkaian urutan ibadah umroh dan mengizinkan jamaah untuk kembali melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang selama ihram.
Bagi laki-laki, dianjurkan untuk mencukur habis rambut (menggundul) atau memendekkannya. Mencukur habis rambut dianggap lebih utama. Sementara itu, bagi perempuan, cukup memotong sebagian kecil ujung rambut, sepanjang satu ruas jari.
Pentingnya Tertib dalam Pelaksanaan
Seluruh rukun umroh harus dilaksanakan secara berurutan sesuai dengan tata cara yang telah ditentukan. Jika urutan ini tidak dipatuhi, maka umroh dianggap tidak sah. Ketertiban atau tertib sendiri merupakan bagian dari rukun umroh menurut beberapa mazhab.
Tanpa ketertiban, ibadah umroh berisiko tidak sah, sehingga menekankan pentingnya mengikuti setiap langkah sesuai panduan. Ini menandakan kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah perjalanan spiritual yang telah ditempuh.
Larangan Ihram yang Wajib Dihindari Jamaah Umroh
Selama berada dalam kondisi ihram, jamaah umroh wajib menjaga diri dari berbagai larangan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Larangan ihram berlaku sejak seseorang berniat ihram di miqat hingga selesai melakukan tahallul. Memahami larangan ini sangat penting agar ibadah umroh tetap sah dan terhindar dari kewajiban membayar dam atau denda.
Bagi laki-laki, larangan ihram meliputi memakai pakaian berjahit yang membentuk tubuh, menutup kepala, serta menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki. Sementara itu, perempuan dilarang menutup wajah dan memakai sarung tangan selama ihram. Selain itu, jamaah laki-laki maupun perempuan dilarang memotong kuku, mencukur rambut, memakai parfum, berburu hewan, berkata kasar, bertengkar, hingga melakukan hubungan suami istri selama masa ihram berlangsung.
Menjaga diri dari larangan ihram bukan hanya soal mematuhi aturan, tetapi juga menjadi bentuk latihan kesabaran, pengendalian diri, dan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan memahami dan menghindari hal-hal yang dilarang selama ihram, jamaah dapat menjalani rangkaian ibadah umroh dengan lebih khusyuk, tenang, dan penuh makna spiritual.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Urutan Ibadah Umroh
1. Apa saja rukun umroh yang wajib dilakukan?
Rukun umroh terdiri dari ihram, tawaf, sa’i, tahallul, dan tertib. Semua rukun tersebut wajib dilakukan secara berurutan agar ibadah umroh dinyatakan sah menurut syariat Islam.
2. Apa perbedaan antara umroh dan haji?
Perbedaan utama antara umroh dan haji terletak pada waktu pelaksanaan dan rangkaian ibadahnya. Haji hanya dilakukan pada bulan Dzulhijjah dan memiliki rangkaian seperti wukuf dan lempar jumrah, sedangkan umroh dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun dengan rangkaian yang lebih sederhana.
3. Apa saja larangan saat ihram umroh?
Selama ihram, jamaah dilarang memakai wewangian, memotong rambut atau kuku, berburu hewan, bertengkar, berkata kasar, hingga melakukan hubungan suami istri. Bagi laki-laki juga dilarang memakai pakaian berjahit dan menutup kepala.
4. Berapa kali putaran tawaf dan sa’i dalam umroh?
Tawaf dilakukan sebanyak tujuh putaran mengelilingi Ka’bah, dimulai dari Hajar Aswad. Setelah itu, sa’i juga dilakukan sebanyak tujuh kali perjalanan antara bukit Safa dan Marwah.
5. Mengapa memahami urutan ibadah umroh itu penting?
Memahami urutan ibadah umroh membantu jamaah menjalankan setiap rukun dengan benar, tertib, dan khusyuk. Jika urutan pelaksanaan tidak sesuai, ibadah umroh berisiko tidak sah sehingga pengetahuan sebelum keberangkatan sangat diperlukan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3555099/original/AGNmyxYsmp2O0yLNbyo5fE5y6vCzeKFPb4GWb-vYY2F9%3Ds96-c.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5060404/original/031819900_1734756335-1734752098063_tips-memilih-travel-umroh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860527/original/082452700_1734048766-pexels-david-kanigan-239927285-29558894.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4439341/original/074219600_1684915362-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3283640/original/066176300_1604212715-20201101-Hari-Ini_-Jemaah-Umrah-Indonesia-Bertolak-ke-Mekah-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575202/original/003079900_1778040737-WhatsApp_Image_2026-05-06_at_10.48.40_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824614/original/074506300_1715073103-pexels-drmkhawarnazir-18996539.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824082/original/028308100_1715054102-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4821487/original/026963100_1714792800-umrah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3720719/original/092896100_1639712854-BSI-Pasar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2796590/original/052296600_1557042788-20190505_144552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)