Liputan6.com, Jakarta - Dalam khazanah spiritual Islam Nusantara, dzikir Ratib al-Haddad telah menjadi salah satu wirid yang paling masyhur dan diamalkan oleh berbagai kalangan masyarakat. Lebih dari sekadar rangkaian doa, Ratib al-Haddad adalah sebuah simfoni dengan menghimpun ayat-ayat suci Al-Qur’an, pujian kepada Nabi Muhammad SAW, serta permohonan ampun dan perlindungan dari Sang Maha Kuasa.
Secara terminologi, 'ratib' dalam kitab Dzakhirah al-Ma’ad bi Syarhi Ratib al-Haddad didefinisikan oleh Syekh ‘Abdullah bin Ahmad Basudan al-Kindi sebagai kumpulan dzikir, doa dan tawajjuh yang dihimpun untuk dzikir, mengingat, meminta perlindungan dari keburukan, meminta kebaikan, memohon terbukanya kemakrifatan dan hasilnya pengetahuan yang dibarengi dengan fokusnya hati dan pikiran kepada Allah ta’ala.
Ratib al-Haddad disusun oleh ulama besar, Abdullah bin Alawi al-Haddad. Meskipun sejak kecil kehilangan penglihatannya akibat penyakit cacar, hal itu tidak mengurangi semangatnya dalam mendalami ilmu agama dan menjadi tokoh terkemuka di zamannya.
Advertisement
Ratib ini disusun pada tahun 1071 Hijriah, berawal dari kekhawatiran para pemuka Hadramaut akan masuknya paham yang menyimpang di wilayah tersebut. Semenjak saat itu, Ratibul Haddad menjadi praktik umum Ahlussunnah wal Jama’ah dan menyebar luas ke berbagai penjuru dunia, termasuk ke Makkah, Madinah, hingga Indonesia.
Berikut adalah urutan bacaan ratib al-Haddad berdasarkan naskah asli dari kitab Ratib al-Haddad wa Tarjamatuhu ma’a Wirdil Latif (Penerbit Darul Ikhwan). Setiap bacaan disertai teks Arab, transliterasi latin, dan terjemahan.
1. Pembuka (Ta’awudz, Basmalah, dan Surat al-Fatihah – untuk Nabi)
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ، صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. آمِينَ.
Latin: A‘ūdzu billāhi minasy-syaithānir rajīm. Bismillāhir rahmānir rahīm. Alhamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn. Ar-rahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn. Ihdinash shirāthal mustaqīm. Shirāthal ladzīna an‘amta ‘alaihim ghairil maghdhūbi ‘alaihim wa ladl-dhāllīn. Āmīn.
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat. Amin.
2. Ayat Kursi (Surat al-Baqarah: 255)
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin: Allāhu lā ilāha illā huwal hayyul qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā naum. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil ardh. Man dzalladzī yasyfa‘u ‘indahū illā bi-idznih. Ya‘lamu mā bayna aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuhīthūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’. Wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal ardha, wa lā ya’ūduhū hifzhuhumā, wa huwal ‘aliyyul ‘azhīm.
Artinya: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup, Maha Tegak berdiri sendiri. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.
3. Dua Ayat Penutup Surat al-Baqarah (285–286)
ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُلَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Latin: Āmanar rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal mu’minūn. Kullun āmana billāhi wa malā’ikatihī wa kutubihī wa rusulihī lā nufarriqu bayna aḥadim mir rusulih. Wa qālū sami‘nā wa atha‘nā ghufrānaka rabbanā wa ilaikal mashīr. Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā. Lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat. Rabbanā lā tu’ākhidznā in nasīnā aw akhtha’nā. Rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alalladzīna min qablinā. Rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā thāqata lanā bih. Wa‘fu ‘annā waghfir lanā warḥamnā. Anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil kāfirīn.
Artinya: Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”
4. Kalimat Tauhid (3×)
لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Lā ilāha illallāh, waḥdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu yuḥyī wa yumītu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. (3×)
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nyalah kerajaan dan pujian. Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
5. Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir (3×)
سُبْحَانَ اللَّهِ, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ, وَلَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ, وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Subḥānallāh, wal ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar. (3×)
Artinya:Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.
6. Tasbih dengan Tahmid (3×)
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Latin: Subḥānallāhi wa biḥamdih, subḥānallāhil ‘aẓīm. (3×)
Artinya: Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.
Advertisement
7. Istighfar dan Taubat (3×)
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Latin: Rabbanaghfir lanā wa tub ‘alainā, innaka antat tawwābur raḥīm. (3×)
Artinya: Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan terimalah taubat kami. Sungguh Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
8. Shalawat kepada Nabi (3×)
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
Latin:Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad, Allāhumma ṣalli ‘alaihi wa sallim. (3×)
Artinya:Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepadanya.
9. Berlindung dengan Kalimat Allah (3×)
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Latin: A‘ūdzu bikalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq. (3×)
Artinya: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang Dia ciptakan.
10. Doa Perlindungan dengan Nama Allah (3×)
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillāhil ladzī lā yaḍurru ma‘asmihī syai’un fil arḍi wa lā fis samā’i wa huwas samī‘ul ‘alīm. (3×)
Artinya: Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
11. Pernyataan Ridha (3×)
رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا
Latin: Raḍīnā billāhi rabbā, wa bil islāmi dīnā, wa bi Muḥammadin nabiyyā. (3×)
Artinya: Kami ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi.
12. Pengakuan atas Takdir (3×)
بِسْمِ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَالْخَيْرُ وَالشَّرُّ بِمَشِيئَةِ اللَّهِ
Latin: Bismillāhi wal ḥamdu lillāh, wal khairu wasy syarru bi masyī’atillāh. (3×)
Artinya: Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Kebaikan dan keburukan terjadi dengan kehendak Allah.
13. Iman dan Taubat (3×)
Arab: آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ، تُبْنَا إِلَى اللَّهِ بَاطِنًا وَظَاهِرًا
Latin: Āmannā billāhi wa bil yaumil ākhir, tubnā ilallāhi bāṭinan wa ẓāhirā. (3×)
Artinya: Kami beriman kepada Allah dan hari akhir. Kami bertobat kepada Allah lahir dan batin.
14. Doa Ampunan (3×)
Arab: يَا رَبَّنَا اعْفُ عَنَّا وَامْحُ مَا كَانَ مِنَّا
Latin: Yā rabbana‘fu ‘annā wamḥu mā kāna minnā. (3×)
Artinya: Wahai Tuhan kami, maafkanlah kami dan hapuskanlah apa-apa yang telah ada dari kami (dosa-dosa kami).
15. Doa Husnul Khatimah (7×)
Arab: يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، أَمِتْنَا عَلَىٰ دِينِ الْإِسْلَامِ
Latin: Yā dzal jalāli wal ikrām, amitnā ‘alā dīnil islām. (7×)
Artinya: Wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wafatkanlah kami dalam keadaan memeluk agama Islam.
16. Doa Perlindungan dari Kezaliman (3×)
Arab: يَا قَوِيُّ يَا مَتِينُ، اكْفِنَا شَرَّ الظَّالِمِينَ
Latin: Yā qawiyyu yā matīn, ikfinā syarradh dhālimīn. (3×)
Artinya: Wahai Yang Maha Kuat, Maha Kokoh, cukupkanlah kami dari kejahatan orang-orang zalim.
17. Menyebut Asmaul Husna (3×)
Arab: يَا عَلِيُّ يَا كَبِيرُ، يَا عَلِيمُ يَا قَدِيرُ، يَا سَمِيعُ يَا بَصِيرُ، يَا لَطِيفُ يَا خَبِيرُ
Latin: Yā ‘aliyyu yā kabīr, yā ‘alīmu yā qadīr, yā samī‘u yā baṣīr, yā laṭīfu yā khabīr. (3×)
Artinya: Wahai Yang Maha Tinggi, Maha Besar, Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Lembut, Maha Teliti.
18. Tahlil (25× atau 100×)
Arab: لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ (لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ)
Latin: Lā ilāha illallāh (diulang 25× atau sesuai kebiasaan)
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah.
Advertisement
19. Shalawat Panjang untuk Nabi dan Keluarga
Arab: مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ، وَرَضِيَ اللَّهُ تَعَالَىٰ عَنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ أَجْمَعِينَ وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ، وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin: Muḥammadur rasūlullāh, ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama wa syarrafa wa karrama wa majjada wa ‘aẓẓama, wa raḍiyallāhu ta‘ālā ‘an aṣḥābi rasūlillāhi ajma‘īna wat tābi‘īna lahum bi iḥsānin ilā yaumid dīn, wa ‘alainā ma‘ahum bi raḥmatika yā arḥamar rāḥimīn.
Artinya: Muhammad adalah utusan Allah, semoga Allah melimpahkan shalawat, salam, kemuliaan, dan pengagungan kepadanya. Semoga Allah meridhai para sahabat Rasulullah seluruhnya, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Dan semoga kami bersama mereka dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih.
20. Surat al-Ikhlāṣ, al-Falaq, an-Nās
Surat al-Ikhlāṣ (3× atau 1×)Arab:بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin: Bismillāhir rahmānir rahīm. Qul huwallāhu aḥad. Allāhush ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya: Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.
Surat al-Falaq
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Latin: Qul a‘ūdzu birabbil falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri ghāsiqin idzā waqab. Wa min syarrin naffātsāti fil ‘uqad. Wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad.
Surat an-Nās
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَٰهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: Qul a‘ūdzu birabbin nās. Malikin nās. Ilāhin nās. Min syarril waswāsil khannās. Alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin nās. Minal jinnati wan nās.
21. Al-Fatihah untuk Imam al-Haddad dan Para Guru
Setelah membaca surat-surat pendek, dilanjutkan dengan membaca Surat al-Fatihah yang dihadiahkan kepada:
Ruh Nabi Muhammad ﷺ, keluarganya, sahabatnya.
Ruh Imam al-Muqaddam Muhammad bin Ali Bani Alawi.
Ruh penyusun Ratib, al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad.
Para wali, ulama, guru, orang tua, dan seluruh muslim yang telah wafat.
Teks al-Fatihah: (seperti di atas).
23. Doa Memohon Keridhaan dan Surga (3×)
Arab: اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ
Latin: Allāhumma innā nas’aluka riḍāka wal jannah, wa na‘ūdzu bika min sakhaṭika wan nār. (3×)
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keridhaan-Mu dan surga, dan kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan neraka.
24. Doa Perlindungan Rahasia (3×)
Arab: يَا عَالِمَ السِّرِّ مِنَّا، لَا تَفْضَحْ سِتْرَ عَنَّا، وَاعْفُ عَنَّا وَكُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا
Latin: Yā ‘ālīma as-sirri minnā, lā tafḍaḥ sitrā ‘annā, wa‘fu ‘annā wa kun lanā ḥaytsu kunnā. (3×)
Artinya: Wahai Yang Maha Mengetahui rahasia kami, janganlah Engkau buka aib kami, maafkanlah kami, dan lindungilah kami di mana pun kami berada.
25. Doa Husnul Khatimah dengan Nama Allah (3×)
Arab: يَا اللَّهُ بِهَا، يَا اللَّهُ بِهَا، يَا اللَّهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
Latin: Yā Allāhu bihā, yā Allāhu bihā, yā Allāhu bi ḥusnil khātimah. (3×)
Artinya: Ya Allah, demi kalimat ini, ya Allah, berilah kami husnul khatimah.
26. Doa “Yā Laṭīf” (3×)
Arab: يَا لَطِيفَ الَّذِي لَمْ يَزَلْ، اُلْطُفْ بِنَا فِيمَا نَزَلَ، إِنَّكَ لَطِيفٌ لَمْ تَزَلْ، اُلْطُفْ بِنَا وَبِالْمُسْلِمِينَ
Latin: Yā laṭīfal lam yazal, uṭluf binā fīmā nazal, innaka laṭīfun lam tazal, uṭluf binā wa bil muslimīn. (3×)
Artinya: Wahai Zat Yang Maha Lembut yang senantiasa demikian, berlemah-lembutlah kepada kami dalam segala hal yang terjadi. Sungguh Engkau Maha Lembut tiada henti. Berlemah-lembutlah kepada kami dan kepada seluruh muslimin.
27. Doa Penutup dengan Al-Fatihah
Pada akhir ratib, biasanya diulang kembali membaca Surat al-Fatihah untuk semua arwah yang telah disebutkan, lalu ditutup dengan doa:
Arab: سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Latin: Subḥāna rabbika rabbil ‘izzati ‘ammā yaṣifūn, wa salāmun ‘alal mursalīn, wal ḥamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn.
Artinya: Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang memiliki keperkasaan, dari apa yang mereka sifatkan. Dan kesejahteraan bagi para rasul. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
Advertisement
Tata Cara Membaca Ratib al-Haddad
Wirid ini memiliki adab dan ketentuan khusus yang dijelaskan oleh para ulama dalam kitab Al-Imdad bi Syarhi Ratib al-Haddad karya Syekh Abu Bakar bin Ahmad al-Maliabar.
1. Waktu Pelaksanaan
Waktu yang paling utama (afdhal) untuk membaca Ratib al-Haddad adalah setelah shalat Isya’ dan setelah shalat Subuh. Meskipun demikian, membaca wirid ini satu kali dalam sehari semalam sudah dianggap cukup. “Membaca ratibul haddad ini setelah shalat isya’ dan subuh adalah cara membaca yang paling sempurna, namun membaca ratib ini satu kali dalam sehari semalam dianggap cukup, yang paling utama dilakukan setelah melaksanakan shalat isya’”.
2. Bulan Ramadhan
Pada bulan Ramadhan, Ratib ini dianjurkan dibaca sebelum shalat Isya’ untuk menghindari kesempitan waktu pelaksanaan shalat Tarawih.
3. Adab
Dianjurkan untuk membaca dalam keadaan suci (berwudhu), menghadap kiblat, dan di tempat yang bersih. Disunnahkan pula untuk membacanya secara berjamaah dalam sebuah majelis dzikir, meskipun membaca sendiri juga diperbolehkan.
Keutamaan Dzikir Ratib al-Haddad
Berbagai literatur Islam menyebutkan bahwa amalan ini memiliki keistimewaan yang sangat besar bagi siapa saja yang mengamalkannya secara istiqamah. Berikut adalah beberapa keutamaan utama berdasarkan kitab Wirdul Imam Al ‘Allamatud Dunya dan sumber lainnya:
- Perlindungan dari Bencana dan Gangguan: Orang yang rajin membaca Ratib al-Haddad setiap hari akan dijauhkan dari berbagai racun, hewan buas, reptil, serta serangan sihir. Bahkan, jika dibacakan di sebuah rumah, 40 rumah di sekitarnya akan terjaga dari bencana kebakaran dan pencurian.
- Kelimpahan Rezeki dan Keberkahan: Allah akan memberikan tambahan kekayaan, keberkahan, dan kebaikan di dalam rumah bagi pengamalnya.
- Husnul Khatimah (Akhir yang Baik): Salah satu keutamaan terbesar adalah dimudahkannya mengucapkan kalimat syahadat di akhir hayat dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.
- Ketenangan Hati dan Perlindungan Negara: Membaca Ratib Haddad dapat memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT, mendatangkan ketenangan jiwa, dan menjadi benteng perlindungan bagi suatu negeri dari cobaan dan siksaan.
- Pemenuhan Hajat: Sebagian ulama menyebutkan bahwa dengan membacanya di tempat sepi dan menghadap kiblat sambil menyebutkan hajatnya, maka apa yang diinginkan akan dikabulkan oleh Allah.
Advertisement
People also Ask:
Ratib al Haddad dzikir apa?
Ratib Al-Haddad adalah rangkaian zikir, doa, dan wirid yang disusun oleh Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad (seorang ulama Yaman) pada abad ke-17. Amalan ini bertujuan mendekatkan diri kepada Allah, memohon perlindungan dari bala, serta membawa ketenangan, keberkahan, dan rezeki bagi yang membacanya, khususnya pada waktu malam.
Bolehkah mengamalkan ratib tanpa ijazah?
Semua orang bisa mengamalkan untuk memperkuat benteng dirinya, bahkan tanpa perlu ijazah. Meski tentu jika dengan ijazah lebih afdhal.
Rotibul Haddad bagusnya dibaca kapan?
Ratib Al-Haddad paling utama dibaca setelah salat Isya atau malam hari, namun waktu yang paling sempurna adalah setelah salat Isya dan Subuh. Selama Ramadhan, ratib ini disunnahkan dibaca sebelum salat Isya. Ia bisa diamalkan kapan saja, baik secara sendiri maupun berjamaah.
Ratib al Haddad apakah termasuk wirid?
Ratib al-Haddad merupakan wirid atau bacaan yang diamalkan secara rutin oleh Habib Abdullah bin Alawi bin Muhammad Al-Haddad. Wirid ini sangat populer di sebagian masyarakat Indonesia hingga sekarang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294135/original/020195900_1783811688-000_B9XJ6UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552849/original/071528000_1775836096-WhatsApp_Image_2026-04-10_at_15.39.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1612134/original/044088500_1496388393-20170602-Salat-Jumat-Pertama-Bulan-Ramadan-di--Istiqlal-Gempur-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990491/original/083385200_1730715816-cara-mengirim-doa-yasin-untuk-orang-yang-sudah-meninggal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2815496/original/065112000_1558772546-iStock-1137948841.jpg)