Liputan6.com, Jakarta - Berakhirnya Ramadan bukan berarti usainya kewajiban dan konsistensi beribadah. Momen ini adalah titik awal membuktikan hasil ibadah sebulan penuh. Kata kata motivasi muslim setelah Idul Fitri untuk memperbaiki diri dapat menjadi pengingat, sekaligus syiar untuk memperbaiki diri agar semangat ketaatan tetap terjaga.
Syawal secara bahasa bermakna peningkatan, yang mengisyaratkan keharusan mukmin untuk meningkatkan kualitas amalnya. Hal ini selaras dengan anjuran menjaga istiqamah. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim, "Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh." Allah sangat mencintai hamba-Nya yang terus menjaga kebiasaan baik.
Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa balasan dari diterimanya amal kebaikan adalah kebaikan selanjutnya. Beliau menegaskan kembalinya seseorang pada kemaksiatan setelah Ramadan adalah sebuah kerugian besar. Berikut ini adalah 100 kata motivasi muslim setelah Idul Fitri untuk memperbaiki diri.
Advertisement
Kata-Kata Motivasi Muslim setelah Idul Fitri, Tema 1: Istiqamah Beribadah Pasca Ramadan
- Jangan biarkan semangat ibadahmu berakhir bersamaan dengan perginya bulan Ramadan. Jadikan Syawal sebagai langkah awal untuk terus istiqamah di jalan Allah.
- Puasa memang telah usai, namun kewajiban kita sebagai hamba tidak pernah berhenti. Teruslah berbuat baik seolah setiap harimu adalah bulan suci.
- Kemenangan sejati bukanlah sekadar memakai baju baru di hari raya. Kemenangan sesungguhnya adalah kemampuan mempertahankan ketakwaan setelah Ramadan berlalu.
- Buktikan bahwa puasa kemarin benar-benar membekas dalam jiwamu. Teruskan salat malam dan tilawah walau tak sebanyak bulan lalu.
- Ramadan adalah madrasah yang mendidik kita menjadi pribadi yang lebih taat. Kini saatnya kita mempraktikkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
- Hati yang terbiasa dekat dengan masjid jangan sampai menjauh lagi. Tetaplah melangkah ke rumah Allah meskipun bulan suci telah usai.
- Kualitas ibadah kita setelah Idul Fitri adalah cerminan dari diterimanya amal Ramadan kita. Mari kita jaga semangat tersebut agar tidak meredup.
- Jangan lepaskan genggamanmu pada Al-Qur'an setelah hari kemenangan tiba. Bacalah walau hanya satu ayat setiap harinya sebagai nutrisi jiwamu.
- Jadikan puasa sunah Syawal sebagai penyempurna pahala puasa wajibmu. Ini adalah cara terindah untuk menjaga kedekatan dengan Sang Pencipta.
- Istiqamah memang berat, karena hadiahnya adalah surga dan bukan pujian manusia. Mintalah pertolongan Allah agar hatimu tetap teguh dalam ketaatan.
Advertisement
Tema 2: Menjaga Kebersihan Hati
11. Maaf yang telah terucap di hari raya harus tulus dari lubuk hati terdalam. Jangan biarkan dendam kembali bersemi setelah perayaan selesai.
12. Hati yang fitri adalah hati yang kosong dari kebencian terhadap sesama. Pertahankan kesucian itu dengan selalu berbaik sangka kepada ketetapan Allah.
13. Lebaran telah menghapus dosa antar manusia melalui lisan yang saling memaafkan. Kini tugas kita adalah menjaga agar lisan tidak kembali melukai perasaan orang lain.
14. Bersihkan hatimu dari penyakit iri dan dengki yang merusak amal kebaikan. Fokuslah pada rahmat yang Allah berikan dalam hidupmu sendiri.
15. Jangan rusak pahala puasa yang telah kau kumpulkan dengan kembali bergunjing di bulan Syawal. Jaga lisanmu sekeras kau menjaga rasa lapar dan dahaga tempo hari.
16. Hati yang bersih akan lebih mudah menerima cahaya hidayah dari Allah. Selalu lakukan muhasabah diri agar kotoran dunia tidak mengeras di dalam jiwa.
17. Ketenangan sejati hanya datang dari hati yang selalu mengingat Tuhan. Jangan biarkan hiruk-pikuk dunia menggeser posisi Allah di hatimu.
18. Setiap kali amarah menghampiri, ingatlah latihan kesabaran selama sebulan penuh kemarin. Tahan emosimu agar batinmu tetap damai dan suci.
19. Sifat pemaaf adalah ciri utama hamba yang bertakwa. Jadilah pribadi yang mudah memaafkan sebelum orang lain meminta maaf kepadamu.
20. Kesucian Idul Fitri harus tercermin dalam pola pikir dan tindakan kita sehari-hari. Berusahalah menjauhi segala niat buruk yang dibisikkan oleh setan.
Tema 3: Semangat Memperbaiki Akhlak
21. Akhlak mulia adalah buah dari ibadah yang dikerjakan dengan penuh keikhlasan. Tunjukkan akhlak terbaikmu di mana pun kamu berada saat ini.
22. Jadikan momen pasca Idul Fitri untuk merombak karakter buruk yang masih melekat. Kita harus bertumbuh menjadi muslim yang lebih santun dan penyayang.
23. Senyum yang kau tebarkan saat lebaran adalah sedekah yang paling mudah dijangkau. Lanjutkan kebiasaan tersenyum itu kepada setiap saudaramu di hari-hari berikutnya.
24. Kesombongan hanya akan menghapus segala amal kebaikan yang susah payah kau bangun. Tetaplah rendah hati meskipun kau merasa telah beribadah lebih banyak tahun ini.
25. Muslim yang baik adalah dia yang lisan dan tangannya tidak pernah menyakiti orang lain. Jaga setiap perbuatanmu agar selalu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
26. Jadikan Rasulullah sebagai satu-satunya teladan dalam berakhlak pada kehidupan sehari-hari. Hidupkan sunnahnya agar langkahmu penuh dengan keberkahan dan kedamaian.
27. Jangan pernah merasa diri sudah sempurna setelah melewati gemblengan bulan Ramadan. Teruslah belajar dan memperbaiki kekurangan agar kelak pantas menghuni surga.
28. Berbaktilah kepada orang tua selagi mereka masih bernapas di dunia ini. Rida Allah sangat bergantung pada rida dari kedua orang tuamu.
29. Jujur dalam setiap perkataan adalah kunci meraih kepercayaan dari manusia dan pencipta. Jangan biarkan kebohongan kecil merusak fitrah kesucianmu pasca lebaran.
30. Hormati yang lebih tua dan sayangi yang lebih muda dengan penuh kelembutan. Itu adalah cerminan akhlak seorang mukmin yang sejati dalam bermasyarakat.
Advertisement
Tema 4: Membangun Kebiasaan Baik
31. Kebiasaan bangun pada sepertiga malam terakhir jangan sampai hilang begitu saja. Teruskan rutinitas tahajudmu walau hanya dua rakaat singkat sebelum subuh.
32. Bersedekah di bulan Syawal memiliki keutamaan yang tak kalah luar biasa. Rutinkan menyisihkan hartamu meskipun jumlahnya sedikit namun berkesinambungan.
33. Kedisiplinan waktu yang kau pelajari selama berpuasa terapkanlah dalam rutinitas kerjamu. Jadilah muslim yang selalu menghargai waktu dan menepati setiap janji.
34. Biasakan membaca doa dalam setiap aktivitas kecil agar bernilai ibadah di sisi-Nya. Hal ini akan membuatmu senantiasa terhubung dengan Allah sepanjang hari.
35. Berkumpullah dengan orang-orang saleh yang bisa selalu mengingatkanmu pada kebaikan. Lingkungan yang baik akan sangat membantu menjaga keimananmu setelah Ramadan.
36. Biasakan lisanmu untuk selalu melafalkan zikir di sela-sela kesibukan duniawi. Zikir akan menjadi tameng gaib yang melindungimu dari perbuatan maksiat.
37. Kurangi tontonan yang tidak bermanfaat dan perbanyak mengikuti kajian ilmu agama. Ilmu akan menuntunmu menuju jalan kebenaran yang hakiki dan abadi.
38. Jadikan puasa Senin Kamis sebagai benteng pertahanan hawa nafsumu dari godaan. Kebiasaan ini akan membuat kondisi tubuh dan rohanimu semakin prima.
39. Biasakan mengucap hamdalah atas sekecil apa pun nikmat yang kau terima hari ini. Rasa syukur akan mengundang lebih banyak karunia yang turun dari langit.
40. Menjaga wudu sepanjang hari akan membuat batinmu terasa jauh lebih tenang. Kebiasaan mulia ini juga menghindarkanmu dari niat buruk serta kelalaian.
Tema 5: Mempererat Silaturahmi
41. Silaturahmi di hari raya bukanlah sekadar ajang pamer atau formalitas tahunan belaka. Maknai momen tersebut untuk merajut kembali tali persaudaraan yang sempat terputus.
42. Jangan biarkan jarak dan kesibukan memutuskan silaturahmi dengan kerabat lamamu. Sapa mereka walau hanya melalui sebuah pesan singkat yang diketik dengan tulus.
43. Memaafkan kesalahan saudara seiman adalah bentuk cinta tanpa syarat karena Allah. Jangan putus komunikasi dengan sahabatmu hanya karena gengsi sesaat.
44. Kunjungi tetanggamu dan bagikan sedikit rezeki atau kebahagiaan yang kau miliki. Hubungan baik dengan tetangga adalah salah satu tanda kesempurnaan keimanan seseorang.
45. Pertahankan semangat kebersamaan yang terjalin erat selama berbuka di bulan Ramadan. Jadikan setiap pertemuan dengan saudaramu sebagai ladang untuk saling menasihati.
46. Hilangkan rasa curiga dan ganti dengan kepercayaan penuh kepada sesama muslim. Ukhuwah islamiyah hanya bisa berdiri tegak di atas prasangka yang baik.
47. Doakan saudaramu secara diam-diam agar malaikat juga mendoakan hal yang sama untukmu. Kekuatan doa jarak jauh mampu merekatkan kembali hati yang berjarak.
48. Jika ada kerabat yang berbuat salah, tegurlah dengan penuh adab dan kelembutan. Jangan pernah mempermalukan mereka di depan umum agar kehormatannya tetap terjaga.
49. Luangkan waktumu untuk menjenguk teman atau kerabat yang sedang terbaring sakit. Hal itu akan menggugurkan dosamu sekaligus memberikan semangat baru bagi mereka.
50. Jadilah sosok pemersatu di tengah dinamika keluarga dan lingkungan sekitarmu. Allah sangat mencintai hamba-Nya yang selalu mendamaikan dua orang yang berselisih.
Advertisement
Tema 6: Kesabaran dan Syukur
51. Ujian hidup tidak akan berhenti hanya karena kita telah usai merayakan Idul Fitri. Hadapi setiap cobaan dengan kesabaran luar biasa seperti saat kau menahan dahaga puasa.
52. Jangan pernah mengeluh atas takdir yang telah Allah gariskan secara rapi untukmu. Syukuri apa yang ada di genggaman tanganmu agar hidup terasa lebih lapang.
53. Bersabarlah dalam memalingkan diri dari kemaksiatan yang tampak menggoda di depan mata. Ingatlah bahwa kenikmatan maksiat hanya sesaat, namun penyesalannya berbekas abadi.
54. Rasa syukur yang tulus tidak hanya diucapkan di lisan, tetapi dibuktikan dengan ketaatan. Gunakan nikmat kesehatan ragamu untuk mendukung hal-hal yang diridai-Nya.
55. Saat kau merasa lelah dalam berbuat baik, ingatlah kembali janji surga dari Allah. Kesabaranmu di dunia akan dibayar lunas dengan kebahagiaan tak berujung kelak.
56. Kesabaran adalah pelita yang menerangi jalan gelap saat kau ditimpa berbagai musibah. Teruslah melangkah maju dengan keyakinan penuh bahwa Allah selalu menyertaimu.
57. Bersyukur atas nikmat Islam adalah syukur yang paling berharga dalam hidup ini. Jagalah kurnia hidayah tersebut agar tidak tercabut hingga akhir hayatmu.
58. Jangan membandingkan porsi rezekimu dengan rezeki orang lain yang terlihat lebih melimpah. Allah telah menakar rezeki setiap hamba-Nya dengan tingkat keadilan yang sempurna.
59. Latih kesabaranmu dalam mendengarkan keluh kesah sahabat yang sedang membutuhkan dukungan. Terkadang kehadiran dan telingamu saja sudah menjadi obat penyembuh bagi kesedihan mereka.
60. Syukuri nikmat waktu luang yang kau miliki sebelum datang masa sibukmu kembali. Gunakan waktu luang tersebut untuk menambah bekal amal saleh menuju kampung akhirat.
Tema 7: Mengejar Rida Allah
61. Niatkan seluruh aktivitas kerjamu setelah libur lebaran murni hanya karena Allah. Bekerja mencari nafkah halal adalah bentuk jihad yang sangat bernilai di sisi-Nya.
62. Jangan jadikan rida dan pujian manusia sebagai tujuan utama dalam hidupmu. Rida Allah adalah satu-satunya tujuan tertinggi yang tidak akan pernah membuatmu kecewa.
63. Berbuat baiklah tanpa mengharapkan balasan pamrih sekecil apa pun dari sesama manusia. Biarkan Allah sendiri yang membalas setiap kebaikan ikhlasmu dengan cara-Nya yang indah.
64. Saat dihadapkan pada dua pilihan hidup, pilihlah jalan yang paling mendekatkan dirimu kepada Allah. Jangan ragu membuang ambisi duniawi jika hal itu terbukti menjauhkanmu dari akhirat.
65. Perbaiki kualitas dan kekhusyukan salat fardumu sebagai langkah awal menggapai rida-Nya. Salat yang benar-benar khusyuk pasti akan mencegahmu dari perbuatan keji dan mungkar.
66. Lakukan ragam kebaikan sekecil apa pun karena kita tidak tahu amal mana yang memasukkan ke surga. Terkadang sepotong roti yang kau bagikan membawa rida Tuhan yang tak terhingga nilainya.
67. Tinggalkan segala perdebatan kusir yang tidak bermanfaat meskipun engkau berada di pihak yang benar. Allah mencintai hamba bertakwa yang cerdas dalam menjaga lisan dan perdamaian.
68. Cintai segala sesuatu secara wajar dan jadikan cintamu kepada Allah sebagai prioritas yang paling utama. Cinta kepada Sang Pencipta alam semesta tidak akan pernah bertepuk sebelah tangan.
69. Jadikan rasa takut kepada Allah sebagai rem pakem yang menghentikanmu dari terjerumus maksiat. Ketakwaan inilah yang menjadi bekal terbaik setelah usainya euforia Ramadan dan Syawal.
70. Jika engkau kehilangan sesuatu setelah hijrah, percayalah bahwa Allah akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik. Keyakinan penuh kepada kepastian janji Allah adalah kunci utama kebahagiaan hidup sejati.
Advertisement
Tema 8: Taubat dan Pengampunan Terus-Menerus
71. Jangan merasa suci dan aman hanya karena dosa-dosa dirasa telah terhapus di hari Idul Fitri. Manusia adalah tempatnya salah dan lupa, jadi jadikan istigfar sebagai rutinitas lisan harianmu.
72. Pintu taubat Allah selalu terbuka amat lebar bagi siapa pun hamba yang ingin kembali. Jangan menunda niat bertaubat karena kita sama sekali tidak pernah tahu kapan ajal menjemput.
73. Tangisan penyesalan di keheningan sepertiga malam lebih dicintai Allah dibanding tawa yang melalaikan. Bersujudlah dengan rendah hati dan mintalah ampunan-Nya atas segala kelalaian di masa lalu.
74. Taubat nasuha yang sejati ditandai dengan tekad kuat untuk menolak mengulangi kesalahan yang sama. Buktikan proses perbaikan dirimu melalui tindakan nyata yang berkesinambungan dan konsisten.
75. Sekelam apa pun jejak masa lalumu, kasih sayang Allah terbukti jauh lebih luas dari dosamu. Berlarilah kencang menuju ampunan Allah tanpa menyisakan sedikit pun rasa putus asa.
76. Maafkanlah dirimu sendiri atas kebodohan di masa lalu dan mulailah menulis lembaran yang baru. Allah saja maha pengampun kepada hamba-Nya, lalu mengapa engkau terus menghukum dirimu sendiri?
77. Setiap kali engkau tak sengaja terjatuh kembali dalam dosa, segeralah bangkit dan basuh dengan air wudu. Lakukan salat dua rakaat secara khusyuk dan memohonlah ampunan dengan sungguh-sungguh.
78. Menyadari aib dan keburukan diri sendiri jauh lebih baik daripada sibuk membicarakan kesalahan orang lain. Jadikan momen muhasabah setiap malam sebagai cermin untuk memperbaiki kualitas taubatmu.
79. Hati yang hancur berkeping karena penyesalan dosa sesungguhnya sangat dekat dengan rahmat Tuhan. Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang merendahkan diri dan bersimpuh memohon ampunan-Nya.
80. Tutuplah lembaran buruk masa lalumu seutuhnya dengan memanen amal saleh yang melimpah. Kebaikan yang dikerjakan secara terus-menerus niscaya akan menghapus jejak-jejak keburukan di masa silam.
Tema 9: Produktivitas dan Kerja Keras
81. Kembalinya rutinitas bekerja pasca libur panjang lebaran adalah ladang ibadah baru yang menantang. Berikan performa kerja terbaikmu sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kesehatan yang diberikan Allah.
82. Seorang muslim yang kuat fisiknya dan produktif lebih dicintai daripada muslim yang lemah tanpa karya. Bangunlah dari jebakan kemalasan dan raih mimpimu dengan paduan doa serta usaha maksimal.
83. Jadikan setiap tetes keringatmu dalam usaha mencari rezeki halal sebagai sarana penggugur dosa. Jangan lekas menyerah meratap ketika beban pekerjaan terasa sangat memberatkan kedua pundakmu.
84. Disiplin diri yang sukses ditempa selama sebulan berpuasa penuh harus tercermin di tempat kerjamu. Datanglah selalu tepat waktu dan selesaikan seluruh tanggung jawab dengan penuh nilai kejujuran.
85. Rencanakan tujuan hidup dan karirmu dengan jelas serta libatkan Allah dalam setiap rencanamu. Tidak ada keringat usaha yang sia-sia jika sejak awal diniatkan untuk mencari keridaan Sang Ilahi.
86. Kesuksesan dan kemewahan duniawi boleh diraih selama hal itu sama sekali tidak melalaikan kewajiban akhiratmu. Seimbangkan urusan dunia dan akhirat agar hidupmu senantiasa diliputi keberkahan abadi.
87. Hindari kebiasaan buruk menunda-nunda pekerjaan yang pada akhirnya bisa merugikan diri sendiri beserta orang lain. Lakukan setiap tugas kebaikan dan selesaikan kewajibanmu sesegera mungkin tanpa banyak beralasan.
88. Bantu meringankan beban rekan kerjamu yang kesulitan agar Allah juga kelak memudahkan urusanmu. Sikap gotong royong dan tolong-menolong adalah pilar kunci keberhasilan yang sangat diridai agama.
89. Pekerjaan yang terasa paling berat sekalipun akan menjadi ringan jika dikerjakan dengan hati yang benar-benar ikhlas. Jadikan lelahmu sebagai lillah agar segala usahamu diubah menjadi timbangan pahala yang berlipat ganda.
90. Jangan biarkan sebuah kegagalan karir membuatmu berprasangka buruk kepada ketetapan Allah. Bangkitlah kembali dengan senyuman, karena seringkali kegagalan adalah cara Allah menuntunmu ke arah yang jauh lebih tepat.
Advertisement
Tema 10: Harapan dan Keimanan
91. Sikap optimisme adalah ciri khas mendasar seorang mukmin yang meyakini betul kebesaran Tuhannya. Tatap lembaran masa depan pasca Idul Fitri ini dengan hati penuh harapan dan keyakinan bulat.
92. Jangan biarkan bisikan keraguan merusak pilar keimanan yang telah susah payah kau bangun selama Ramadan. Pegang erat keyakinanmu di dalam dada bahwa janji keselamatan dari Allah itu nyata dan pasti terjadi.
93. Setiap untaian doa yang kau panjatkan dengan derai air mata tidak akan pernah menguap sia-sia. Allah berjanji akan mengabulkannya di waktu yang paling tepat menurut standar kebijaksanaan-Nya yang sempurna.
94. Jadikan iman yang kokoh sebagai sauh yang menahan perahumu saat ombak ujian dunia menghantam keras. Bersama cahaya iman di hati, engkau tak akan pernah tersesat kehilangan arah tujuan hidup.
95. Perbarui kadar imanmu setiap hari dengan terus bertafakur merenungi ciptaan langit dan bumi. Semakin kau mengenali keagungan ciptaan-Nya, niscaya semakin bertambah besar pula rasa cintamu kepada-Nya.
96. Menggantungkan harapan tinggi kepada manusia seringkali hanya akan berujung pada rasa kekecewaan yang mendalam. Gantungkan harapanmu setinggi hamparan bintang di langit, namun pastikan hal itu hanya tertuju kepada Allah semata.
97. Tetaplah istiqamah berbuat baik di dunia fana yang terkadang terasa tidak adil ini. Imanmu akan terus meyakinkanmu bahwa hari pembalasan kelak akan mengadili segalanya dengan seadil-adilnya.
98. Jaga salat lima waktumu, karena salat adalah tiang utama yang menopang seluruh bangunan imanmu. Runtuhnya kualitas salat berarti runtuh pula sisa kekuatanmu dalam menghadapi kerasnya cobaan dunia.
99. Kehidupan di dunia ini hanyalah sebuah perjalanan teramat singkat menuju tempat persinggahan yang abadi kelak. Jadikan simpanan iman dan amal saleh sebagai sebaik-baiknya bekal perjalananmu pulang menghadap Sang Khalik.
100. Semoga manisnya perjumpaan dengan Idul Fitri kali ini bukanlah hadiah terakhir yang dianugerahkan bagi kita. Berdoalah tanpa putus agar Allah senantiasa menjaga keimanan kita hingga napas terakhir berhembus meninggalkan raga.
People also Ask:
Apa kata motivasi singkat Islami?
Berikut adalah kumpulan kata-kata motivasi Islami singkat untuk penyejuk hati dan penyemangat hidup:
- "Lelahmu akan berubah manis ketika niatnya lillah karena Allah".
- "Bila hijrahmu karena Allah, kamu akan terus melangkah walaupun sudah lelah".
- "Rahasia kebahagiaan itu ada dalam 3 hal: Bersabar, bersyukur dan ikhlas".
- "Allah tidak akan meninggalkanmu di tengah kesulitan. Teruslah berdoa".
Apa pesan terbaik untuk Idul Fitri?
Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk semua yang merayakan. Semoga Idul Fitri ini membawa kedamaian di setiap rumah, kesembuhan di setiap hati, dan harapan bagi semua yang sedang mengalami masa sulit . Dekatkan diri pada orang-orang terkasih, lebih banyak memaafkan, lebih banyak tersenyum, dan bersyukurlah kepada Allah atas setiap nikmat-Nya. Idul Fitri ini, mari kita pilih kebaikan, persatuan, dan doa untuk seluruh dunia.
Apa kata mutiara yang memotivasi diri sendiri?
Kata-Kata Penyemangat dan Motivasi“Hari ini aku mulai lagi, lebih tenang, lebih kuat.”“Nggak harus sempurna, yang penting terus jalan.”“Setiap detik adalah kesempatan buat berubah.”“Capek itu wajar, nyerah itu pilihan.”“Fokus ke proses, bukan drama.”“Aku boleh ragu, tapi tetap maju.”
Apa kutipan motivasi terbaik dalam Islam?
“ Janganlah kamu berkecil hati atau putus asa—jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman, kamu akan berada di posisi yang lebih unggul— ” [Quran 3:139]. Berdasarkan kutipan Islami yang menginspirasi tentang kehidupan ini, Allah Yang Maha Pengasih menjanjikan kepada kita bahwa kita akan termasuk golongan yang unggul jika kita bersabar menghadapi cobaan dan kesulitan yang menimpa kita.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2827553/original/052494700_1560410783-iStock-1022030732.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154234/original/039508200_1741337636-20250307-Tadarus-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5158657/original/067229400_1741665557-kata-mutiara-pagi-hari-islami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5177418/original/083128600_1743169447-Bicaralah_dengan_Bersemangat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537973/original/087366600_1774496444-059021300_1731541467-puasa_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2273191/original/023045800_1531109503-bengkel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3451142/original/061694800_1620380110-20210507-Zakat-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3132930/original/017755800_1589895984-gambar-ketupat-vektor-31231312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5273370/original/061023200_1751619845-photo.jpg)