Liputan6.com, Jakarta - Apa yang dilakukan saat itikaf sering menjadi pertanyaan umat Muslim, terutama menjelang 10 malam terakhir bulan Ramadan. Ibadah ini dikenal sebagai momen mendekatkan diri kepada Allah dengan berdiam diri di masjid dan memperbanyak amalan. Namun, masih banyak yang belum memahami aktivitas apa saja yang dianjurkan selama itikaf.
Itikaf bukan sekadar bermalam di masjid tanpa tujuan. Ada rangkaian ibadah dan amalan yang bisa dilakukan untuk meraih keutamaan, termasuk mencari Lailatul Qadar. Karena itu, penting mengetahui apa yang dilakukan saat itikaf agar waktu yang dihabiskan benar-benar bernilai pahala.
Dengan memahami tata cara dan amalan yang dianjurkan, itikaf bisa menjadi pengalaman spiritual yang mendalam. Liputan6 akan membahas secara lengkap aktivitas yang bisa dilakukan selama itikaf, Kamis (12/3/2026).
Advertisement
1. Memperbanyak Shalat Sunnah dan Qiyamul Lail
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519632/original/049752100_1772591354-unnamed__44_.jpg)
Salah satu amalan utama saat itikaf adalah memperbanyak shalat sunnah. Selain shalat wajib berjamaah, jamaah dianjurkan menambah ibadah dengan shalat tahajud, witir, dan shalat sunnah lainnya. Momentum malam hari menjadi waktu terbaik untuk bermunajat kepada Allah.
Qiyamul lail memiliki keutamaan besar, apalagi jika dilakukan pada 10 malam terakhir Ramadan. Banyak umat Muslim berharap mendapatkan malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Dengan memperbanyak shalat malam, peluang meraih keutamaan tersebut semakin besar.
Selama itikaf, waktu terasa lebih lapang karena fokus hanya pada ibadah. Tidak ada gangguan pekerjaan atau aktivitas duniawi lainnya. Inilah alasan mengapa memperbanyak shalat menjadi bagian penting dari apa yang dilakukan saat itikaf.
Advertisement
2. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang sangat dianjurkan selama itikaf. Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk menambah target khatam atau memperdalam pemahaman ayat. Suasana masjid yang tenang mendukung konsentrasi dalam membaca.
Selain membaca, mentadabburi atau merenungkan makna ayat juga sangat dianjurkan. Tidak sekadar mengejar jumlah halaman, tetapi memahami pesan yang terkandung di dalamnya. Hal ini membuat ibadah semakin bermakna dan menyentuh hati.
Bagi yang memiliki waktu lebih, mengikuti kajian singkat di masjid juga dapat menambah wawasan agama. Dengan begitu, aktivitas membaca dan memahami Al-Qur’an menjadi bagian penting dari apa yang dilakukan saat itikaf. Amalan ini membantu memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.
3. Memperbanyak Dzikir dan Doa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514457/original/047318700_1772090963-047059900_1589431437-285194-P693MO-311.jpg)
Dzikir dan doa menjadi inti dari ibadah itikaf. Mengingat Allah melalui tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar dapat dilakukan kapan saja selama berada di masjid. Amalan sederhana ini memiliki pahala besar jika dilakukan dengan ikhlas.
Doa juga sangat dianjurkan, terutama pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan. Umat Muslim dianjurkan memohon ampunan, keberkahan, dan kebaikan dunia akhirat. Salah satu doa yang sering dibaca adalah doa memohon ampunan pada malam Lailatul Qadar.
Mengisi waktu dengan dzikir dan doa membuat hati lebih tenang dan khusyuk. Aktivitas ini membantu menjaga fokus selama itikaf. Karena itu, memperbanyak dzikir dan doa termasuk dalam apa yang dilakukan saat itikaf.
Advertisement
4. Muhasabah dan Introspeksi Diri
Itikaf juga menjadi momen terbaik untuk muhasabah atau introspeksi diri. Dalam kesunyian masjid, seseorang dapat merenungkan perjalanan hidupnya. Kesempatan ini jarang didapatkan dalam rutinitas sehari-hari yang padat.
Dengan merenungi kesalahan masa lalu, seseorang bisa bertekad menjadi pribadi yang lebih baik. Itikaf menjadi sarana memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Proses ini membantu memperkuat komitmen untuk berubah setelah Ramadan.
Menulis catatan refleksi atau target ibadah juga bisa dilakukan. Hal ini membantu menjaga konsistensi setelah itikaf selesai. Muhasabah menjadi bagian penting dari apa yang dilakukan saat itikaf agar perubahan tidak hanya sementara.
5. Menjaga Adab dan Menghindari Aktivitas Sia-Sia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519933/original/033695000_1772601719-unnamed__4_.jpg)
Selama itikaf, penting menjaga adab di dalam masjid. Menghindari percakapan yang tidak perlu dan aktivitas sia-sia menjadi bentuk penghormatan terhadap ibadah. Fokus utama tetap pada mendekatkan diri kepada Allah.
Penggunaan gawai sebaiknya dibatasi agar tidak mengganggu kekhusyukan. Jika digunakan, pastikan untuk hal-hal yang bermanfaat seperti membaca Al-Qur’an digital atau mendengarkan kajian. Disiplin diri menjadi kunci keberhasilan itikaf.
Selain itu, menjaga kebersihan dan ketertiban di masjid juga bagian dari adab. Sikap saling menghormati antarjamaah membuat suasana ibadah semakin nyaman. Semua ini termasuk dalam apa yang dilakukan saat itikaf agar ibadah berjalan maksimal.
Advertisement
6. Memperbanyak Sedekah dan Amal Kebaikan
Meskipun sedang berdiam diri di masjid, bukan berarti kesempatan beramal menjadi terbatas. Saat itikaf, seseorang tetap bisa memperbanyak sedekah, baik secara langsung maupun melalui transfer atau titipan kepada panitia masjid. Sedekah di bulan Ramadan memiliki pahala yang berlipat ganda dibanding bulan lainnya.
Selain sedekah materi, amal kebaikan juga bisa berupa membantu kebersihan masjid atau menyiapkan makanan berbuka untuk jamaah. Tindakan kecil seperti merapikan sajadah atau membagikan air minum termasuk perbuatan mulia. Amal sederhana ini tetap bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah.
Memanfaatkan waktu itikaf untuk berbagi membuat hati lebih lembut dan penuh empati. Ibadah tidak hanya bersifat individual, tetapi juga sosial. Karena itu, memperbanyak sedekah menjadi bagian penting dari apa yang dilakukan saat itikaf agar pahala semakin sempurna.
7. Memperbaiki Niat dan Memperkuat Komitmen Ibadah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519482/original/061719300_1772574356-person-holding-rosary-with-cross-praying.jpg)
Itikaf adalah momen yang tepat untuk meluruskan kembali niat dalam beribadah. Dalam keseharian, ibadah kadang dilakukan karena rutinitas atau kebiasaan semata. Melalui itikaf, seseorang bisa memperbarui tekad agar seluruh amal hanya ditujukan kepada Allah.
Selain memperbaiki niat, itikaf juga menjadi waktu untuk menyusun komitmen setelah Ramadan berakhir. Banyak orang bersemangat beribadah saat Ramadan, tetapi kembali lalai setelahnya. Dengan perencanaan dan doa yang sungguh-sungguh, semangat itu bisa dipertahankan.
Menuliskan target ibadah pasca-Ramadan dapat membantu menjaga konsistensi. Misalnya, berkomitmen menjaga shalat berjamaah atau rutin membaca Al-Qur’an setiap hari. Inilah bagian penting dari apa yang dilakukan saat itikaf agar perubahan yang terjadi tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan.
Advertisement
People Also Ask
1. Kapan waktu terbaik untuk itikaf?
Jawaban: Biasanya dilakukan pada 10 malam terakhir bulan Ramadan.
2. Apakah itikaf harus dilakukan di masjid besar?
Jawaban: Tidak, itikaf dapat dilakukan di masjid mana saja yang digunakan untuk shalat berjamaah.
3. Bolehkah tidur saat itikaf?
Jawaban: Boleh, selama tetap menjaga niat dan tidak berlebihan.
4. Apakah wanita boleh itikaf?
Jawaban: Boleh, selama mendapat izin dan kondisi memungkinkan serta menjaga adab.
5. Apakah boleh berbicara saat itikaf?
Jawaban: Boleh, tetapi sebaiknya hanya pembicaraan yang bermanfaat dan tidak berlebihan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885023/original/ACg8ocJhAqQ111Qo7aNKJo-e-gQosi_iVPv_IfWPcQDZFdPai56-TQS9%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3127704/original/076595200_1589431440-photo-of-a-person-kneeling-in-front-of-book-2608353__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1257093/original/020059600_1465292747-Lailatul_Qadar.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7942892/original/090201900_1780778139-AP26157707967919.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369225/original/064000000_1759459826-adidas-trionda-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4574324/original/025119000_1694607476-AP23256084001856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532810/original/009796500_1773700730-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1631684/original/059007300_1498131082-is.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3127704/original/076595200_1589431440-photo-of-a-person-kneeling-in-front-of-book-2608353__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4398538/original/021682500_1681724902-pray-g2e7ab62ad_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2247529/original/092815000_1528777620-20180611-Doa-malam-Lailatul-Qadar-di-Yerusalem-afp-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2248314/original/044125100_1528800311-20180612-Berkah-Ramadan-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)