7 Amalan Sunnah di Pagi Hari Idul Fitri, Raih Keberkahan Momen Lebaran

Simak panduan amalan sunnah di pagi hari Idul Fitri mulai dari mandi sunnah hingga takbir sesuai sunnah Nabi SAW agar hari kemenangan semakin bermakna.

Diterbitkan 20 Maret 2026, 06:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Momen fajar satu Syawal selalu menghadirkan atmosfer ketenangan dan kemenangan yang luar biasa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setelah sebulan penuh menempa diri dengan menahan haus dan lapar, menjalankan berbagai amalan sunnah di pagi hari Idul Fitri menjadi penyempurna yang mendatangkan pahala berlipat serta keberkahan dalam merayakan hari raya.

Kegiatan di pagi hari lebaran bukan sekadar rutinitas budaya, melainkan bentuk ketaatan atas anjuran Rasulullah SAW. Melaksanakan sunnah-sunnah ini akan mengubah perayaan Idul Fitri dari sekadar pesta pora menjadi ibadah yang penuh makna, sekaligus mempererat tali ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat yang bersukacita. Simakamalan sunnah di pagi hari idul fitri, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (4/3/2026).

1. Mandi Sunnah Sebelum Shalat Id

Membersihkan anggota tubuh secara menyeluruh sebelum berangkat menuju masjid atau lapangan sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan kesegaran. Mandi ini menjadi simbol kesiapan batin dan fisik dalam menyambut hari yang suci bersama ribuan jamaah lainnya.

Lafal Niat: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Transliterasi: Nawaitul ghusla li ‘idil fithri sunnatan lillahi ta’ala.

Terjemahan: "Aku niat mandi untuk hari raya Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta’ala."

Dalil (HR. Malik):

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

Annabdallāha bna ‘umara kāna yaghtasilu yaumal fithri qabla an yaghduwa ilal mushallā.

Artinya: "Bahwa Abdullah bin Umar biasa mandi pada hari Idul Fitri sebelum berangkat ke tanah lapang (tempat shalat)."

2. Makan Sebelum Berangkat Shalat

Berbeda dengan perayaan Idul Adha, pada pagi Idul Fitri umat Islam justru disunnahkan untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum berangkat. Hal ini merupakan penanda yang nyata bahwa hari tersebut adalah hari berbuka dan dilarang untuk berpuasa.

Dalil (HR. Bukhari):

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ، وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا

Kāna Rasūlullāhi shallallāhu ‘alayhi wa sallama lā yaghdū yaumal fithri hattā ya’kula, wa ya’kuluhunna witran.

Artinya: "Rasulullah SAW tidak berangkat pada pagi hari Idul Fitri sampai beliau makan beberapa butir kurma, dan beliau memakannya dalam jumlah ganjil."

 

3. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Wewangian

Menampilkan identitas Muslim yang rapi dan bersih adalah bagian dari syiar Islam pada hari raya. Umat Muslim dianjurkan mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah yang telah melimpah.

Dalil (Atsar Nabi):

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَلْبَسُ بُرْدَةً لَهُ حِبَرَةً فِي كُلِّ عِيدٍ

Annan nabiyya shallallāhu ‘alayhi wa sallama kāna yalbasu burdatan lahū hibaratan fī kulli ‘īdin.

Artinya: "Bahwa Nabi SAW mengenakan jubah (baju terbaik) bercorak pada setiap hari raya." (Dikutip dalam kitab Al-Mustadrak).

4. Mengumandangkan Takbir

Gema takbir yang dikumandangkan sejak malam satu Syawal hingga pelaksanaan shalat Id adalah bentuk pengagungan terhadap kekuasaan Allah. Takbir menghidupkan suasana kemenangan dan menyatukan hati setiap umat Muslim dalam pujian kepada Sang Pencipta.

Lafal Takbir: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Transliterasi: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd.

Dalil (QS. Al-Baqarah: 185):

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Wa litukmilul ‘iddata wa litukabbirullāha ‘alā mā hadākum wa la’allakum tasykurūn.

Artinya: "...dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."

 

5. Berjalan Kaki Menuju Tempat Shalat

Mengutamakan jalan kaki saat menuju tempat ibadah memberikan peluang untuk mendapatkan lebih banyak pahala dari setiap langkahnya. Selain itu, berjalan kaki memudahkan seseorang untuk menebar salam kepada tetangga dan kerabat yang ditemui di perjalanan.

Dalil (HR. Tirmidzi):

مِنَ السُّنَّةِ أَنْ تَخْرُجَ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا

Minas sunnati an takhruja ilal ‘īdi māsyiyan.

Artinya: "Termasuk sunnah (Nabi) adalah keluar menuju shalat Id dengan berjalan kaki."

6. Mengambil Jalan yang Berbeda Saat Pergi dan Pulang

Praktik menempuh rute yang berbeda saat berangkat dan kembali memiliki filosofi yang mendalam dalam Islam. Hal ini dimaksudkan agar bumi yang kita pijak memberikan kesaksian amal yang lebih luas di hari akhir kelak.

Dalil (HR. Bukhari):

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Kānan nabiyyu shallallāhu ‘alayhi wa sallama idzā kāna yaumu ‘īdin khālafat tharīq.

Artinya: "Nabi SAW apabila hari raya, beliau membedakan jalan (saat pergi dan pulang)."

7. Saling Mengucapkan Doa dan Selamat (Tahni'ah)

Saling mendoakan antar sesama saudara seiman merupakan penutup amalan yang indah setelah melaksanakan shalat. Ucapan ini mencerminkan kerendahan hati dan harapan agar segala amalan selama bulan Ramadhan diterima di sisi Allah SWT.

 تَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

Transliterasi: Taqabbalallāhu minnā wa minkum.

Terjemahan: "Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kalian."

Keterangan: Amalan ini merupakan kebiasaan para sahabat Nabi SAW sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Fathul Bari.

 

FAQ Seputar Amalan Sunnah di Pagi Hari Idul Fitri

Kapan waktu utama melaksanakan mandi sunnah Idul Fitri?

Waktu mandi dimulai sejak tengah malam hingga sebelum pelaksanaan shalat Id, namun paling utama dilakukan sesaat sebelum berangkat.

Bolehkah makan besar sebelum shalat Idul Fitri?

Boleh, namun sunnah utamanya adalah memakan kurma dalam jumlah ganjil untuk mengikuti kebiasaan Nabi SAW.

Apakah berjalan kaki ke tempat shalat hukumnya wajib?

Tidak, berjalan kaki adalah sunnah yang memberikan keutamaan lebih, tetapi diperbolehkan berkendara jika jarak sangat jauh.

Apa yang dimaksud dengan jalan yang berbeda saat pulang?

Yaitu menggunakan rute atau gang yang berbeda dari jalan saat berangkat menuju masjid atau lapangan tempat shalat.

Kapan batas akhir pengucapan takbir Idul Fitri?

Takbir berakhir ketika imam sudah berdiri dan memulai takbiratul ihram untuk shalat Id secara berjamaah.