5 Contoh Ceramah tentang Lailatul Qadar Beserta Dalilnya untuk Berbagai Acara

Jangan lewatkan kesempatan meraih keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bula lewat ceramah tentang Lailatul Qadar beserta dalilnya

Diterbitkan 08 Maret 2026, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ceramah tentang lailatul qadar beserta dalilnya menjadi tema yang selalu dinantikan umat Islam setiap memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan. Malam istimewa ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum spiritual yang penuh keberkahan dan ampunan.

Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, kaum muslimin berlomba-lomba memperbanyak ibadah, doa, dan istighfar agar tidak termasuk orang yang merugi.

Melalui artikel ini, LIputan6.com akan memebarikan contoh ceramah yang dapat digunakan dalam berbagai acara, lengkap dengan dalil Al-Qur’an dan hadis dalam bahasa Arab, latin, serta artinya, sehingga dapat menjadi referensi dakwah yang utuh dan mudah dipahami, Selasa (3/3/2026).

1. Ceramah tentang Lailatul Qadar Beserta Dalilnya untuk Pengajian Ibu-Ibu

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan Ramadan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Ibu-ibu yang dirahmati Allah,

Pada kesempatan yang penuh keberkahan ini, marilah kita bersama-sama merenungkan tentang malam yang sangat istimewa, yaitu malam Lailatul Qadar. Malam yang bukan hanya disebut dalam Al-Qur’an, tetapi bahkan Allah abadikan dalam satu surat khusus, yaitu Surat Al-Qadar.

Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

 وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

 لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

 تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

 سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Latin: Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr. Wa mā adrāka mā lailatul-qadr. Lailatul-qadri khairum min alfi syahr. Tanazzalul-malā’ikatu war-rūḥu fīhā bi idzni rabbihim min kulli amr. Salāmun hiya ḥattā maṭla‘il-fajr.

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan...” (QS. Al-Qadar: 1–5)

Ibu-ibu sekalian,

Seribu bulan itu setara dengan lebih dari 83 tahun. Artinya, satu malam saja jika kita isi dengan ibadah yang ikhlas, nilainya lebih baik daripada ibadah selama seumur hidup manusia pada umumnya.

Mengapa begitu besar nilainya? Karena pada malam itu Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Karena pada malam itu malaikat turun membawa keberkahan. Karena pada malam itu Allah melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Latin: Taharrāu lailatal-qadri fil-witri minal-‘asyri al-awākhiri min Ramadhān.

Artinya: “Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.” (HR. Bukhari)

Ibu-ibu yang dirahmati Allah,

Sebagai seorang ibu, kita memegang peranan penting dalam keluarga. Jika ibu semangat ibadah, anak-anak akan mengikuti. Jika ibu bangun malam untuk salat, anak-anak akan terbiasa melihat dan meniru.

Maka mari kita hidupkan rumah kita dengan tilawah, doa, dan istighfar. Ajak anak-anak bangun meski sebentar. Tanamkan pada mereka bahwa ada satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Semoga kita termasuk hamba yang mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Ceramah tentang Lailatul Qadar Beserta Dalilnya untu Khutbah Salat Jumat

Khutbah Pertama

الحمد لله الملك الديان، والصلاة والسلام على سيدنا محمد سيد ولد عدنان...

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Aku berwasiat kepada diri khatib dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Di antara anugerah terbesar Allah di bulan Ramadan adalah Lailatul Qadar. Sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Dalam riwayat Imam Malik disebutkan:

 إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ أُرِيَ أَعْمَارَ النَّاسِ قَبْلَهُ أَوْ مَا شَاءَ اللهُ مِنْ ذَلِكَ فَكَأَنَّهُ تَقَاصَرَ أَعْمَارَ أُمَّتِهِ أَنْ لَا يَبْلُغُوْا مِنَ الْعَمَلِ مِثْلَ الَّذِيْ بَلَغَ غَيْرُهُمْ فَيْ طُوْلِ الْعُمْرِ، فَأَعْطَاهُ اللهُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ.  

Artinya, “Sesungguhnya Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya (yang relatif panjang) sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka karena panjangnya usia mereka, maka Allah memberikan Rasulullah Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan“. (Imam Malik, al-Muwattha: juz I, h. 321)

Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad yang usianya relatif lebih pendek dibanding umat terdahulu.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ

Artinya: “Barang siapa terhalang darinya, sungguh ia telah terhalang dari seluruh kebaikan.” (HR. Ibnu Majah)

Maka jangan sampai kita termasuk orang yang lalai.

Mari kita isi sepuluh malam terakhir dengan qiyamullail, membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, dan memperbanyak doa.

Khutbah Kedua

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Lailatul Qadar dirahasiakan waktunya agar kita bersungguh-sungguh sepanjang Ramadan, bukan hanya satu malam.

Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan menerima seluruh amal ibadah kita.

آمين يا رب العالمين

3. Ceramah tentang Lailatul Qadar Beserta Dalilnya untuk Buka Puasa Bersama

Hadirin yang dirahmati Allah,

Ramadan hampir di penghujungnya. Namun justru di akhir inilah terdapat malam yang sangat agung.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Latin: Kāna Rasūlullāh idzā dakhala al-‘asyr syadda mi’zarahū wa aḥyā lailahū wa aiqaẓa ahlahū.

Artinya: “Ketika memasuki sepuluh malam terakhir, Rasulullah menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Momentum buka puasa ini hendaknya menjadi pengingat bahwa setelah kenyang berbuka, jangan sampai kita lalai dari ibadah malam.

Mari kita niatkan sepuluh malam terakhir sebagai malam perubahan hidup. Malam taubat. Malam kembali kepada Allah.

4. Ceramah tentang Lailatul Qadar Beserta Dalilnya Setelah Salat Tarawih

Jamaah Tarawih yang dirahmati Allah,

Para ulama berbeda pendapat tentang kapan Lailatul Qadar terjadi. Ibnu Hajar menyebutkan ada puluhan pendapat, namun yang kuat adalah malam ganjil di sepuluh terakhir.

Hikmahnya dijelaskan oleh Nidzamuddin an-Naisaburi:

الْحِكْمَةُ فِي إِخْفَاءِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ... حَتَّى يَرْغَبَ الْمُكَلَّفُ فِي الطَّاعَاتِ

Artinya: “Hikmahnya agar manusia bersungguh-sungguh dalam ketaatan.”

Maka jangan hanya menunggu tanggal 27. Setiap malam bisa jadi adalah Lailatul Qadar.

Perbanyak doa yang diajarkan Rasulullah:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

 “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkanlah aku.”

5. Ceramah tentang Lailatul Qadar Beserta Dalilnya untuk Pengajian Bapak-Bapak

Bapak-bapak yang dimuliakan Allah,

Sebagai kepala keluarga, kita bertanggung jawab atas ibadah keluarga kita.

Lailatul Qadar adalah kesempatan emas. Rasulullah SAW bersabda:

لَيْلَةُ الْقَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ لَا حَارَّةٌ وَلَا بَارِدَةٌ

Artinya: “Lailatul Qadar adalah malam yang tenang, tidak panas dan tidak dingin.” (HR. Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi)

Namun tanda-tandanya tidak dapat dijadikan patokan utama. Yang terpenting adalah kesungguhan kita.

Mari kita pimpin keluarga untuk bangun malam, salat bersama, membaca Al-Qur’an bersama, dan berdoa bersama.

Semoga Allah menjadikan kita pemimpin keluarga yang membawa keluarganya menuju kemuliaan Lailatul Qadar.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

FAQ Seputar Malam Lailatul Qadar

1. Kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi?

Tidak ada kepastian. Mayoritas ulama menyebut malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.

2. Apa keutamaan Lailatul Qadar?

Lebih baik dari seribu bulan dan penuh keberkahan hingga fajar.

3. Apa amalan terbaik di malam Lailatul Qadar?

Salat malam, membaca Al-Qur’an, dzikir, doa, dan istighfar.

4. Apakah ada doa khusus Lailatul Qadar?

Ya, doa yang diajarkan Nabi:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

5. Apakah tanda-tanda alam bisa dijadikan patokan?

Tidak sebagai patokan utama, karena tanda biasanya terlihat setelah malam itu berlalu.