Jelang Mudik 2026, Pengguna Mobil Hybrid Wajib Perhatikan Kondisi Ban

Salah satu komponen paling vital namun kerap disepelekan adalah ban mobil, terutama bagi pengguna mobil hybrid.

Diterbitkan 01 Maret 2026, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mudik Lebaran 2026 tinggal menghitung waktu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jutaan masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan ke kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub), potensi pergerakan masyarakat saat mudik 2026 diprediksi mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total populasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 76,24 juta orang atau 52,98 persen memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Lonjakan kendaraan di jalan tentu menuntut kesiapan ekstra. Salah satu komponen paling vital namun kerap disepelekan adalah ban mobil, terutama bagi pengguna mobil hybrid.

Penggunaan mobil hybrid di Indonesia terus meningkat karena menawarkan efisiensi bahan bakar dan emisi yang lebih rendah. Namun, mobil hybrid memiliki karakteristik berbeda dibanding mobil konvensional.

Bobot mobil hybrid cenderung lebih berat karena menggabungkan mesin bensin, motor listrik, serta baterai. Kondisi ini membuat pemilihan dan perawatan ban menjadi semakin penting, khususnya menjelang perjalanan jauh seperti mudik Lebaran 2026.

Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan persiapan ban sebelum mudik tidak boleh dianggap sepele.

Menurut dia, mudik Lebaran adalah momen penting bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga. Persiapan ban yang tepat, terutama untuk mobil hybrid, membantu menjaga efisiensi energi sekaligus keselamatan di jalan.

Melalui jaringan mitra ritel TOMO (Toko Model), Bridgestone siap mendukung masyarakat agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.

Bagi pemilik mobil hybrid, penggunaan ban dengan teknologi low rolling resistance (LRR) atau hambatan gulir rendah sangat direkomendasikan.

Ban jenis ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain meningkatkan jarak tempuh kendaraan, mengurangi konsumsi energi atau bahan bakar, membantu menekan emisi CO2, dan menjaga performa mobil tetap optimal.

Hambatan gulir yang rendah membuat kerja motor listrik dan mesin bensin lebih efisien. Artinya, perjalanan jauh saat mudik bisa lebih hemat energi dan tetap ramah lingkungan.

Tekanan angin ban yang tidak sesuai bisa berdampak besar terhadap stabilitas, kenyamanan, hingga konsumsi energi mobil hybrid. Sebelum berangkat mudik, lakukan langkah berikut:

  • Periksa tekanan angin saat kondisi ban masih dingin
  • Gunakan alat ukur tekanan angin yang akurat
  • Lakukan pengecekan minimal dua minggu sekali
  • Ikuti standar tekanan sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di pilar pintu pengemudi.

Tekanan angin yang ideal membantu distribusi beban lebih merata, meningkatkan efisiensi bahan bakar, serta meminimalkan risiko pecah ban saat perjalanan jauh.

 

Hal Lain yang Mesti Diperhatikan

Selain tekanan angin, kondisi fisik ban juga wajib diperiksa secara menyeluruh sebelum mudik Lebaran 2026. Berikut beberapa hal penting yang perlu dicek:

  • Pastikan kedalaman alur ban belum melewati batas TWI (Tread Wear Indicator)
  • Periksa adanya retakan, benjolan, atau keausan tidak merata
  • Lakukan spooring dan balancing agar mobil tetap stabil saat melaju di kecepatan tinggi
  • Pertimbangkan rotasi ban untuk meratakan tingkat keausan.

Ban yang aus dapat mengurangi daya cengkeram, terutama saat melintasi jalan basah atau ketika harus melakukan pengereman mendadak di tengah kemacetan arus mudik.

Ban cadangan sering kali luput dari perhatian. Padahal, kondisi darurat bisa terjadi kapan saja selama perjalanan.

Oleh karena itu pastikan tekanan angin ban cadangan dalam kondisi baik, bahkan sedikit lebih tinggi dari ban utama. Selain itu pastikan kompresor dan cairan sealant pada tire repair kit berfungsi normal.

Kunci roda, dongkrak, dan senter juga tersedia serta mudah dijangkau. Langkah sederhana ini bisa menjadi solusi cepat saat menghadapi kendala di jalan.