Liputan6.com, Jakarta - Keutamaan bulan ramadhan selalu menjadi topik yang istimewa bagi kaum Muslimin di seluruh dunia. Setiap tahun, hadirnya Ramadhan disambut dengan penuh suka cita karena ia bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Di dalamnya, Allah SWT melipatgandakan pahala dan membuka pintu kebaikan seluas-luasnya.
Ramadhan adalah bulan yang Allah pilih sebagai waktu turunnya Al-Qur’an, pedoman hidup bagi umat manusia. Di bulan ini pula terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar, yang menjadi puncak kemuliaan waktu dalam kalender Islam.
Memahami keutamaan bulan Ramadhan bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi motivasi agar kita dapat mengisinya dengan amal terbaik dan meraih derajat takwa yang dijanjikan Allah SWT. berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (24/2/2026).
Advertisement
1. Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3125330/original/023788900_1589258385-383585-PBYIZ7-451.jpg)
Allah SWT berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍۢ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
Allah juga berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar.”(QS. Al-Qadr: 1)
Turunnya Al-Qur’an menjadikan Ramadhan sebagai bulan cahaya dan petunjuk. Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar, kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itu, Ramadhan disebut sebagai “Syahrul Qur’an” (bulan Al-Qur’an). Inilah sebabnya umat Islam dianjurkan memperbanyak tilawah, tadabbur, dan mengamalkan isi Al-Qur’an di bulan ini, agar hubungan dengan wahyu semakin kuat.
2. Puasa Ramadhan adalah Rukun Islam
Rasulullah SAW bersabda:
بُنِيَ الإِسْلامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ البيت
“Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah.”(HR. Bukhari no. 8, Muslim no. 16)
Puasa Ramadhan bukan sekadar ibadah sunnah, melainkan kewajiban yang menjadi salah satu fondasi agama. Sebagai rukun Islam, puasa memiliki dimensi spiritual dan sosial. Secara spiritual, ia melatih ketakwaan sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 183. Secara sosial, puasa menumbuhkan empati kepada fakir miskin serta membangun solidaritas umat. Inilah yang menjadikan Ramadhan sebagai bulan pembinaan jiwa dan karakter.
Advertisement
3. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4334327/original/078344800_1677121590-hell-g04643ed6b_1920.jpg)
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ
“Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”(HR. Bukhari no. 1898, Muslim no. 1079)
Hadits ini menunjukkan besarnya rahmat Allah di bulan Ramadhan. Dibukanya pintu surga adalah simbol terbukanya peluang pahala, sedangkan ditutupnya pintu neraka menunjukkan berkurangnya sebab-sebab kemaksiatan. Setan-setan dibelenggu, sehingga manusia memiliki kesempatan lebih besar untuk fokus beribadah. Namun para ulama menjelaskan bahwa hawa nafsu tetap ada, sehingga perjuangan melawan diri sendiri tetap menjadi kunci utama.
4. Lailatul Qadar Lebih Baik dari Seribu Bulan
Allah SWT berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ“
"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”(QS. Al-Qadr: 3)
Dan Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang melaksanakan qiyam pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari no. 1910, Muslim no. 760)
Seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun. Artinya, satu malam Lailatul Qadar dapat melampaui umur rata-rata manusia dalam hal pahala ibadah. Inilah puncak keutamaan bulan Ramadhan. Para ulama menganjurkan untuk mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir dengan memperbanyak qiyam, doa, dan istighfar. Malam ini juga menjadi momentum turunnya malaikat membawa keberkahan hingga terbit fajar.
5. Bulan Pengampunan Dosa
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari no. 2014, Muslim no. 760)
Ramadhan adalah kesempatan besar untuk “reset” kehidupan spiritual. Namun pengampunan ini disyaratkan dengan iman dan ihtisab (mengharap pahala dari Allah). Artinya, puasa dilakukan dengan keikhlasan, bukan sekadar rutinitas. Ulama juga menegaskan bahwa dosa besar tetap memerlukan taubat khusus. Oleh karena itu, Ramadhan menjadi bulan taubat dan perbaikan diri secara total.
6. Setiap Malam Ada Pembebasan dari Neraka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4770835/original/045293400_1710308186-GoOnlineTools-image-downloader__20_.jpeg)
Rasulullah SAW bersabda:
لِلَّهِ عِنْدَ كُلِّ فِطْرٍ عُتَقَاءُ
“Pada setiap waktu berbuka, Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka.”(HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani)
Ini menunjukkan bahwa setiap hari di bulan Ramadhan adalah kesempatan emas. Bukan hanya Lailatul Qadar yang istimewa, tetapi setiap waktu berbuka menyimpan rahmat. Para ulama menganjurkan memperbanyak doa menjelang berbuka karena saat itu hati dalam kondisi tunduk dan penuh harap kepada Allah.
7. Pahala Puasa Dilipatgandakan
Dalam hadits qudsi disebutkan:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa disebut khusus oleh Allah karena ia adalah ibadah yang sangat rahasia antara hamba dan Rabb-nya. Tidak ada yang mengetahui hakikat puasa seseorang kecuali Allah. Oleh sebab itu, balasannya pun istimewa dan tidak terbatas. Ulama menjelaskan bahwa ini menunjukkan kemuliaan puasa dibanding ibadah lainnya.
8. Umrah di Bulan Ramadhan Seperti Haji
Rasulullah SAW bersabda:
فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً
“Umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782, Muslim no. 1256)
Dalam riwayat lain disebutkan “seperti haji bersamaku”. Para ulama menjelaskan bahwa kesetaraan ini dalam hal pahala, bukan menggugurkan kewajiban haji. Hal ini menunjukkan betapa agungnya nilai ibadah di bulan Ramadhan. Setiap amal saleh yang dilakukan pada bulan ini memiliki bobot yang jauh lebih besar dibanding bulan lainnya.
Advertisement
Cara Mendapatkan Keutamaan Bulan Ramadhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3131849/original/075167600_1589804900-20200517-Salat-Tarawih-di-Masjid-al-Azhar--AFP-4.jpg)
Agar Ramadhan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, diperlukan kesungguhan dan kesadaran dalam mengisinya dengan amal terbaik. Berikut beberapa cara meraih keutamaan bulan ramadhan secara maksimal:
1. Berpuasa dengan Iman dan Ikhlas
Berpuasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat merusak pahala puasa. Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa harus dilandasi iman dan ihtisab (mengharap pahala dari Allah), bukan karena kebiasaan atau tekanan lingkungan.
Menjaga lisan dari ghibah, dusta, dan perkataan sia-sia adalah bagian penting dari kesempurnaan puasa. Begitu pula menjaga pandangan, pendengaran, dan perbuatan dari maksiat. Para ulama menjelaskan bahwa hakikat puasa adalah puasa anggota badan dari dosa. Dengan demikian, puasa menjadi sarana penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dan pembentukan ketakwaan.
2. Menghidupkan Malam dengan Qiyam dan Tarawih
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Barangsiapa shalat bersama imam hingga selesai, dicatat baginya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. Abu Dawud no. 1370)
Menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat Tarawih dan witir merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan Imam Nawawi menjelaskan bahwa qiyam Ramadhan yang dimaksud dalam hadits adalah shalat Tarawih.
Keutamaan ini menunjukkan betapa besarnya pahala bagi mereka yang istiqamah mengikuti imam hingga selesai. Selain mendapatkan pahala qiyam semalam penuh, shalat malam juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, melembutkan hati, serta memperbanyak doa dan istighfar, khususnya pada sepertiga malam terakhir.
3. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an
Dalam hadits disebutkan:
أَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يُدَارِسُ النَّبِيَّ الْقُرْآنَ فِي رَمَضَانَ
“Jibril mendatangi Nabi setiap malam di bulan Ramadhan dan mengajarkan Al-Qur’an kepadanya.” (HR. Bukhari no. 6, Muslim no. 2308)
Interaksi Nabi Muhammad SAW dengan Al-Qur’an semakin intens di bulan Ramadhan. Hal ini menjadi teladan bagi umat Islam untuk memperbanyak membaca, menghafal, mentadabburi, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Tidak hanya sekadar mengejar target khatam, tetapi juga memahami makna dan menghayati pesan-pesannya dalam kehidupan sehari-hari. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Qur’an karena ia adalah bulan diturunkannya kitab suci tersebut.
4. Memperbanyak Sedekah dan Memberi Buka
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ
“Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti orang tersebut.” (HR. Tirmidzi no. 807)
Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat di bulan Ramadhan. Memberi buka puasa tidak harus dengan hidangan mewah; bahkan seteguk air atau sebutir kurma sudah cukup untuk meraih pahala tersebut.
Sedekah di bulan Ramadhan memiliki nilai berlipat ganda karena dilakukan pada waktu yang mulia. Selain membantu sesama, sedekah juga membersihkan harta dan menumbuhkan empati sosial. Inilah wujud nyata bahwa Ramadhan bukan hanya ibadah personal, tetapi juga sosial.
5. I’tikaf di Sepuluh Hari Terakhir
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
كَانَ النَّبِيُّ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ
“Nabi beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 1922, Muslim no. 1172)
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. Amalan ini menjadi sunnah yang sangat dianjurkan, khususnya pada sepuluh malam terakhir untuk mencari Lailatul Qadar.
Melalui i’tikaf, seorang Muslim memutuskan diri dari kesibukan dunia dan fokus pada ibadah, dzikir, doa, dan muhasabah. Ini adalah momen kontemplasi spiritual yang mendalam, memperkuat hubungan dengan Allah serta memperbaiki niat dan tujuan hidup.
FAQ Seputar Bulan Ramadhan
1. Apa yang dimaksud dengan keutamaan bulan ramadhan?
Keutamaan bulan Ramadhan adalah berbagai keistimewaan dan kelebihan yang Allah berikan pada bulan ini, seperti pengampunan dosa, pahala berlipat, dan adanya Lailatul Qadar.
2. Mengapa Ramadhan disebut bulan Al-Qur’an?
Karena Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah: 185.
3. Kapan Lailatul Qadar terjadi?
Terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya malam-malam ganjil.
4. Apakah semua dosa diampuni saat Ramadhan?
Dosa kecil diampuni dengan syarat menjauhi dosa besar dan berpuasa dengan iman serta ikhlas.
5. Apa amalan terbaik di bulan Ramadhan?
Puasa, qiyamullail, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan memperbanyak doa.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507704/original/007834100_1771520037-menjelang_buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261701/original/046985700_1781754821-000_B7GK8PT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290686/original/071046700_1782151905-000_B7WZ2B3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261061/original/001985800_1781677236-063_2281989304.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243886/original/008227900_1600662631-20200921-Pertalite-Harga-Premium-7.jpg)