Bacaan Nida Tarawih Lengkap, Ketahui Pengertian dan Fungsinya

Ketahui bacaan nida tarawih lengkap beserta pengertian dan fungsinya, panduan penting agar ibadah sholat tarawih makin sempurna dan khusyuk.

Diterbitkan 17 Februari 2026, 00:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, salah satunya adalah sholat Tarawih. Ibadah sunah muakkad ini dilaksanakan setelah sholat Isya dan memiliki keutamaan besar dalam meraih ampunan serta pahala berlimpah. Dalam pelaksanaannya, seringkali terdengar seruan atau panggilan khusus yang dikenal dengan Nida Tarawih.

Nida Tarawih merupakan bagian integral dari tradisi sholat Tarawih berjamaah di Indonesia, berfungsi sebagai pengingat dan penanda dalam rangkaian rakaat sholat. Panggilan ini tidak hanya sekadar seruan, melainkan juga mengandung doa dan selawat yang mendalam. Memahami Nida Tarawih menjadi penting agar setiap jemaah dapat mengikuti ibadah dengan lebih khusyuk dan terarah.

Berikut bacaan Nida Tarawih, mulai dari pengertian, fungsi, hingga bacaan lengkapnya yang biasa dilafalkan oleh bilal dan dijawab oleh jemaah. Berikut ulasannya.

Pengertian Nida Tarawih

Nida sholat Tarawih adalah seruan atau panggilan yang dikumandangkan untuk mengingatkan serta mengajak umat Islam agar segera melaksanakan sholat Tarawih di bulan Ramadan. Panggilan ini menjadi ciri khas pelaksanaan sholat Tarawih berjamaah, khususnya di masjid-masjid. Tujuannya jelas, yaitu mendorong kaum muslimin untuk menunaikan ibadah yang penuh keutamaan ini.

Seruan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian sholat Tarawih, menciptakan suasana kebersamaan dan kekhusyukan di antara para jemaah. Dengan adanya Nida Tarawih, setiap individu diingatkan akan waktu mulia untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Fungsi Nida Tarawih dalam Sholat Berjamaah

Nida Tarawih memiliki beberapa fungsi krusial dalam menunjang kelancaran dan kekhusyukan sholat Tarawih berjamaah. Salah satu fungsi utamanya adalah mendoakan Nabi Muhammad SAW dan para Khalifah. Bacaan nida ini seringkali menyertakan selawat kepada Rasulullah SAW serta taradhdhi, yaitu doa khusus yang ditujukan kepada Khulafaur Rasyidin.

Selain sebagai bentuk doa, Nida Tarawih juga berfungsi memberikan waktu istirahat sejenak bagi imam dan makmum di antara setiap dua rakaat sholat Tarawih. Momen istirahat ini penting untuk menjaga stamina dan fokus selama ibadah yang cukup panjang.

Fungsi lainnya dari Nida Tarawih adalah untuk menandai jumlah rakaat sholat yang telah dikerjakan dan berapa sisa rakaat yang akan ditunaikan. Mengingat sholat Tarawih dilaksanakan dalam beberapa rakaat, penanda ini sangat membantu jemaah untuk tidak bingung dan tetap teratur dalam ibadahnya.

Urutan Bacaan Nida Tarawih Lengkap

Bacaan Nida Tarawih biasanya dilafalkan oleh seorang bilal atau petugas khusus, kemudian dijawab secara serempak oleh jemaah. Urutan bacaan ini diulang setiap selesai dua rakaat sholat Tarawih dan juga sebelum sholat Witir. Dalam konteks sholat Tarawih 23 rakaat (20 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir), Nida sholat Tarawih dibaca sebanyak 10 kali untuk Tarawih dan 2 kali untuk Witir, sehingga totalnya 12 kali.

Berikut adalah rincian bacaan Nida Tarawih beserta jawaban jemaah yang umum digunakan:

1. Sebelum Sholat Tarawih Pertama (Menjelang Rakaat 1-2)

  • Bacaan Bilal: "صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ الله". Latin: Shollu sunnatat-tarawihi rak'ataini jami'atan rahimakumullah. Artinya: "Mari kita sholat sunah tarawih dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah merahmatimu."
  • Jawaban Jemaah: "رَحِمَكُمُ اللهُ". Latin: Rahimakumullah. Artinya: "Semoga Allah merahmatimu."

2. Setelah Sholat Tarawih Pertama (Sebelum Rakaat 3-4)

  • Bacaan Bilal: "اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ". Latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad. Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada nabi kita Muhammad."
  • Jawaban Jemaah: "اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ". Latin: Allahumma shalli wasallim 'alaihi. Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah keselamatan kepadanya."

3. Setelah Sholat Tarawih Kedua (Sebelum Rakaat 5-6)

  • Bacaan Bilal: "فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ". Latin: Fadhlan minallahi ta'ala wa ni'mah. Artinya: "Kemurahan dan kenikmatan dari Allah Ta'ala."
  • Jawaban Jemaah: "وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ". Latin: Wa maghfiratan wa ni'mah. Artinya: "Demikian juga ampunan dan nikmat-Nya."

4. Setelah Sholat Tarawih Ketiga (Sebelum Rakaat 7-8)

  • Bacaan Bilal: "اَلْخَلِـيْفَةُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَـيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى التَّحْقِـيْقِ , اَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنِ سَيِّدِنَا اَبُوْ بَكْرٍ نِالصِّدِّ يْقْ". Latin: Al-khalifatu Rasulillahi shallallahu 'alaihi wasallam 'ala at-tahqiq, amiril mu'minin sayyidina Abu Bakrin ash-Shiddiq. Artinya: "Khalifah Rasulullah SAW yang benar, pemimpin orang-orang mukmin, Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq."
  • Jawaban Jemaah: "رَضِيَ اللهُ عَنْهُ". Latin: Radhiyallahu 'anhu. Artinya: "Semoga Allah SWT meridhoinya."

5. Setelah Sholat Tarawih Keempat (Sebelum Rakaat 9-10)

  • Bacaan Bilal: "فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ". Latin: Fadhlan minallahi ta'ala wa ni'mah. Artinya: "Kemurahan dan kenikmatan dari Allah Ta'ala."
  • Jawaban Jemaah: "وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ". Latin: Wa maghfiratan wa ni'mah. Artinya: "Demikian juga ampunan dan nikmat-Nya."

6. Setelah Sholat Tarawih Kelima (Sebelum Rakaat 11-12)

  • Bacaan Bilal: "اَلْخَلِـيْفَةُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الصِّدْقِ وَالصَّـوَابِ , اَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنِ سَيِّدِنَا عُمَرُ ا بْنِ الْخَطَّابِ". Latin: Al-khalifatu Rasulillahi shallallahu 'alaihi wasallam 'ala ash-shidqi wash-shawabi, amiril mu'minin sayyidina Umar ibn al-Khattab. Artinya: "Khalifah Rasulullah SAW yang jujur dan benar, pemimpin orang-orang mukmin, Sayyidina Umar bin Khattab."
  • Jawaban Jemaah: "رَضِيَ اللهُ عَنْهُ". Latin: Radhiyallahu 'anhu. Artinya: "Semoga Allah SWT meridhoinya."

7. Setelah Sholat Tarawih Keenam (Sebelum Rakaat 13-14)

  • Bacaan Bilal: "فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ". Latin: Fadhlan minallahi ta'ala wa ni'mah. Artinya: "Kemurahan dan kenikmatan dari Allah Ta'ala."
  • Jawaban Jemaah: "وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ". Latin: Wa maghfiratan wa ni'mah. Artinya: "Demikian juga ampunan dan nikmat-Nya."

8. Setelah Sholat Tarawih Ketujuh (Sebelum Rakaat 15-16)

  • Bacaan Bilal: "اَلْخَلِـيْفَةُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَلَى جَمِيْعِ سُـوَارِ الْقُرْآنِ , اَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنِ سَيِّدِنَا عُثْمَانَ ا بْنِ عَفَّانِ". Latin: Al-khalifatu Rasulillahi shallallahu 'alaihi wasallam 'ala jami'i suwaril Qur'an, amiril mu'minin sayyidina Utsman ibn Affan. Artinya: "Khalifah Rasulullah SAW yang mengumpulkan seluruh surat Al-Qur'an, pemimpin orang-orang mukmin, Sayyidina Utsman bin Affan."
  • Jawaban Jemaah: "رَضِيَ اللهُ عَنْهُ". Latin: Radhiyallahu 'anhu. Artinya: "Semoga Allah SWT meridhoinya."

9. Setelah Sholat Tarawih Kedelapan (Sebelum Rakaat 17-18)

  • Bacaan Bilal: "فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ". Latin: Fadhlan minallahi ta'ala wa ni'mah. Artinya: "Kemurahan dan kenikmatan dari Allah Ta'ala."
  • Jawaban Jemaah: "وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ". Latin: Wa maghfiratan wa ni'mah. Artinya: "Demikian juga ampunan dan nikmat-Nya."

10. Setelah Sholat Tarawih Kesembilan (Sebelum Rakaat 19-20)

  • Bacaan Bilal: "اَلْخَلِـيْفَةُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَـيْهِ وَ سَلَّمَ عَلَى اِمَامِ الْمَشَارِقِ وَ الْمغَارِبِ , اَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنِ سَيِّدِنَا عَلِيِّ ا بْنِ اَبِى طَالِبِ". Latin: Al-khalifatu Rasulillahi shallallahu 'alaihi wasallam 'ala imamil masyariqi wal magharibi, amiril mu'minin sayyidina Ali ibn Abi Thalib. Artinya: "Khalifah Rasulullah SAW, imam di timur dan barat, pemimpin orang-orang mukmin, Sayyidina Ali bin Abi Thalib."
  • Jawaban Jemaah: "رَضِيَ اللهُ عَنْهُ". Latin: Radhiyallahu 'anhu. Artinya: "Semoga Allah SWT meridhoinya."

11. Sebelum Sholat Witir Dua Rakaat

  • Bacaan Bilal: "صَلُّوْا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ". Latin: Shollu sunnatal witri rak'ataini jami'ata rahimakumullah. Artinya: "Mari kita sholat sunah witir dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah merahmatimu."
  • Jawaban Jemaah: "رَحِمَكُمُ اللهُ". Latin: Rahimakumullah. Artinya: "Semoga Allah merahmatimu."

12. Sebelum Sholat Witir Satu Rakaat

  • Bacaan Bilal: "صَلُّوْا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ". Latin: Shollu sunnata rak'atal witri jami'ata rahimakumullah. Artinya: "Mari kita sholat sunah witir satu rakaat secara berjamaah. Semoga Allah merahmatimu."
  • Jawaban Jemaah: "رَحِمَكُمُ اللهُ". Latin: Rahimakumullah. Artinya: "Semoga Allah merahmatimu."

Doa Kamilin Setelah Tarawih

Setelah menunaikan sholat Tarawih, beberapa kalangan muslim biasanya melanjutkan dengan memanjatkan Doa Kamilin. Doa ini lazim dibaca sebelum melanjutkan ibadah sholat Witir, menjadi pelengkap rangkaian ibadah malam di bulan Ramadan. Membaca Doa Kamilin merupakan bentuk permohonan kepada Allah SWT untuk kesempurnaan iman dan keberkahan.

Meskipun terdapat variasi dalam tata cara dzikir dan doa setelah Tarawih, esensi dari amalan ini tetap sama, yaitu mengagungkan Allah, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Doa Kamilin ini juga bertujuan untuk memperkuat kekhusyukan ibadah serta memohon ampunan, keberkahan, dan keselamatan bagi diri sendiri maupun umat Islam secara keseluruhan.

Berikut adalah bacaan Doa Kamilin beserta artinya:

"اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ."

Latin: Allâhummaj'alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ'ilîn. Wa lima 'indaka thâlibîn. Wa li 'afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa 'anil laghwi mu'ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil 'âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ'i râdlîn. Wa lin na'mâ'i syâkirîn. Wa 'alal balâ'i shâbirîn. Wa tahta liwâ'i sayyidinâ Muhammadin shallallâhu 'alaihi wasallama yawmal qiyâmati sâ'irîn wa 'alal hawldli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sarîril karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrin 'înin mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wa dîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha'âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa 'asalin mushaffan syâribîn. Birahmatika yâ arhamar râhimîn.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban-kewajiban, yang memelihara sholat, yang menunaikan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang teguh pada petunjuk-Mu, yang berpaling dari perbuatan sia-sia, yang zuhud di dunia, yang mencintai akhirat, yang ridho dengan qadha-Mu, yang bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu, yang sabar atas cobaan-Mu, yang berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat, yang datang ke telaga (Nabi Muhammad), yang masuk surga, yang selamat dari neraka, yang duduk di atas singgasana kemuliaan, yang menikah dengan bidadari-bidadari, yang memakai pakaian sutra, brokat, dan dibaj, yang memakan makanan surga, yang meminum susu dan madu yang disaring. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang."

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apa itu Nida Tarawih?

Nida Tarawih adalah panggilan atau seruan yang dikumandangkan untuk mengajak umat Islam melaksanakan sholat Tarawih di bulan Ramadan, sekaligus penanda dalam rangkaian rakaat sholat.

2. Apa saja fungsi utama Nida Tarawih?

Fungsi Nida Tarawih meliputi mendoakan Nabi Muhammad SAW dan para Khalifah, memberikan waktu istirahat bagi jemaah, serta menandai jumlah rakaat yang telah atau akan ditunaikan.

3. Berapa kali Nida Tarawih dibaca dalam sholat 23 rakaat?

Dalam sholat Tarawih 23 rakaat (20 Tarawih dan 3 Witir), Nida Tarawih dibaca sebanyak 12 kali, yaitu 10 kali untuk Tarawih dan 2 kali untuk Witir.